Alunan Saksofon 4saxess Bantu Diplomasi Austria-Indonesia

Kelompok kuartet saksofon 4saxess dari Austria tampil mempersembahkan sejumlah karya dari Eropa, Amerika, maupun Indonesia.

Diterbitkan 29 Oktober 2014, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berikutnya, kuartet tersebut membawakan Bengawan Solo karya Gesang, dengan aransemen yang mereka ciptakan sendiri berdasarkan notasi lagu yang dengan susah payah mereka temukan di dunia maya. Markus Holzer, pemain saksofon baritone, menjelaskan kesulitan mereka menemukan catatan tertulis mahakarya Indonesia itu dalam bentuk not balok. Untungnya, tafsiran atas lagu tersebut berhasil membawa “alunan sungai” menggunakan sahutan-sahutan saksofon tenor dan saksofon bariton.

Sesudah istirahat selama lebih kurang 15 menit, pertunjukan dilanjutkan dengan Rhapsody in Blue karya George Gershwin, yang sengaja diaransemen ulang untuk kuartet saksofon. Suguhan berikutnya mengajak para penonton larut dalam irama tango yang menghentak, yaitu L’Histoire De Tango karya A. Piazzolla, yaitu Night Club (1960) dan Café (1930) sebagai bagian dari Concert D’Aujord’hui.  Pertunjukkan ditutup dengan Florentiner March oleh Julius Fučík, yang merupakan karya utama oleh pengarang lagu tersebut.

Meriah

Walaupun

semua karya suguhan yang tertulis dalam buku acara telah digelar, kelompok 4saxess itu menghadiahi para pengunjung dengan alunan medley lagu-lagu tradisional Indonesia, terutama dari Jawa. Para anggota kuartet tersebut kemudian keluar panggung selagi memainkan lagu-lagu ancore mereka namun kemudian berkeliling di tengah-tengah penonton dan menciptakan kedekatan dengan para pencinta saksofon yang hadir.

Seorang pengunjung yang sekaligus pengajar alat-alat musik tiup di bilangan Senayan di Jakarta tidak dapat menyembunyikan kekagumannya. Menurutnya, suguhan malam itu benar-benar nyaris sempurna, baik dari ketepatan nada, birama, maupun penghayatannya. Sungguh suatu diplomasi budaya yang berharga.

Menurut informasi yang diterima Liputan6.com, kelompok 4saxess juga berencana mengadakan dua pertunjukkan lagi di Bandung (29/10/2014) dan Yogyakarta (31/10/2014).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Alexander Lumbantobing, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan