Indonesia-Qatar Bahas Kolaborasi Budaya Jelang 50 Tahun Hubungan Diplomatik

Sejumlah agenda kebudayaan dibahas untuk menandai Golden Jubilee.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 17:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Qatar membahas sejumlah agenda budaya untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada tahun ini. Pembahasan berlangsung dalam pertemuan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Salah satu agenda yang dibicarakan ialah pameran prangko yang menampilkan keragaman budaya Indonesia dan Qatar. Al-Dosari juga mengusulkan kolaborasi dalam perayaan Hari Nasional Qatar atau Qatar National Day, antara lain melalui pameran lukisan dan pertunjukan orkestra.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Qatar dimulai pada 1976. Tahun ini, hubungan kedua negara memasuki usia 50 tahun atau Golden Jubilee.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli mendorong penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) sebagai payung kerja sama Indonesia dan Qatar.

Ia berharap kerja sama itu dapat diwujudkan secara konkret untuk mempererat hubungan bilateral, memperluas pertukaran budaya, serta memperkuat diplomasi kebudayaan kedua negara di tingkat internasional.

Al-Dosari menyambut baik rencana kerja sama budaya untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Qatar.

Fadli dalam pertemuan itu mengapresiasi komitmen Qatar dalam merawat dan mengembangkan kebudayaannya. Menurut dia, salah satu kekuatan terbesar terletak pada budaya atau the power of culture.

Ia menyebut Museum of Islamic Art, Qatar National Library, dan Katara Cultural Village sebagai contoh perkembangan kebudayaan di Qatar.

Fadli dan Al-Dosari juga membicarakan koleksi lukisan di Kantor Kementerian Kebudayaan RI. Salah satunya adalah lukisan Syekh Yusuf Al-Makassari, tokoh yang menjadi pahlawan nasional Indonesia dan Afrika Selatan.

Fadli menjelaskan bahwa Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan pahlawan, sufi, dan ulama yang membawa ajaran Islam ke Afrika Selatan dan Sri Lanka. Semasa hidupnya, Syekh Yusuf diasingkan ke berbagai negara dan akhirnya meninggal di Afrika Selatan.

Menurut Fadli, Syekh Yusuf merupakan satu-satunya tokoh yang diangkat menjadi pahlawan nasional oleh Indonesia dan Afrika Selatan. Nelson Mandela pernah menyebutnya sebagai salah seorang putra Afrika terbaik.

Â