Liputan6.com, Jakarta - Mandiri Sekuritas menilai, sektor emas dan tembaga, nikel, minyak dan gas, kesehatan, rokok serta keuangan menjadi sektor yang berpotensi memberikan kinerja positif di pasar modal.
Mengutip Antara, ditulis Jumat, (4/9/2026), sektor tersebut diprediksi memberikan kinerja positif didorong sejumlah faktor. Berdasarkan hasil riset Mandiri Sekuritas, Head of Equity Research, Equity Strategist, Banking Analyst Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat menuturkan, ada empat faktor tematik utama yang berpeluang mendorong pergerakan pasar saham domestik.
Pertama, valuasi pasar saham sekarang berada pada tingkat diskon yang signifikan akibat risiko makro global dan tingginya biaya modal (cost of capital).
Advertisement
Pemulihan valuasi diprediksi tidak terjadi secara merata, melainkan berfokus pada sektor-sektor tertentu yang didukung stabilitas mata uang dan penyerapan aliran modal menjelang musim dividen.
Kedua, dukungan industri komoditas dan hilirisasi. Kinerja emiten akan terdorong oleh penguatan industri bullion nasional serta proyek hilirisasi mineral, seperti emas, tembaga, nikel, batu bara, dan minyak kelapa sawit (CPO). Diversifikasi energi nasional juga dinilai memberikan keuntungan jangka panjang bagi korporasi terkait.
Ketiga, kebijakan fiskal pro-rakyat dan stabilitas rupiah. Moderasi belanja pemerintah pada semester II-2026 dilakukan untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan anggaran tetap berfokus pada pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan.
Keempat, reformasi industri berbasis negara (state-driven reforms). Dorongan peningkatan peran negara, seperti pembentukan jaringan logistik nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sentralisasi ekspor komoditas melalui Danantara, serta restrukturisasi BUMN, dinilai akan menggeser rotasi sektor pilihan investor ke arah ketahanan energi, pangan, dan perbankan syariah.
Target IHSG pada 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
Selain itu, Mandiri Sekuritas juga memprediksi ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.810 pada akhir 2026.
Meski demikian, ada potensi IHSG menguat hingga level 7.470 dalam skenario optimistis (bull case), dengan asumsi terjadi penurunan tingkat imbal hasil bebas risiko ekuitas (equity risk-free rate).
"Yang mendasari proyeksi IHSG kami, di mana kami memproyeksikan bahwa nanti di akhir tahun 2026 IHSG harusnya bisa berkutat di 6.810. Proyeksi kami secara bull case-nya, jika memang adanya equity risk-free yang lebih baik, misalkan direfleksi dengan equity risk-free rate yang lebih rendah lagi, itu harusnya bisa ke 7.500 untuk bull case-nya,” ujar Kresna.
Advertisement
Prospek IDX80
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309673/original/049658400_1785236109-saham7.jpg)
Selain IHSG, Kresna melihat pergerakan indeks IDX80 dengan lebih optimistis (bullish).
Indeks yang terdiri atas 80 saham dengan likuiditas tinggi tersebut diproyeksikan berpotensi menguat sekitar 8-10% dari posisi saat ini, menuju level 107,2 dalam skenario dasar (base case) dan 122,1 dalam skenario optimistis (bull case).
Proyeksi positif terhadap IDX80 ditopang oleh pertumbuhan laba per saham (earnings per share/EPS) yang stabil di kisaran 11%.
Selain itu, IDX80 dinilai semakin strategis karena kerap menjadi tolok ukur (benchmark) utama bagi investor lokal dalam mengukur kinerja dana kelolaan mereka.
“Dengan demikian kami memproyeksikan tingkat kenaikan nilai yang lebih tinggi ya, di IDX80 seiring dengan potensi perbaikan flows ke emiten-emiten blue chip nasional yang mungkin lebih utuh terpresentasi oleh IDX80,” tutur dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302055/original/028598000_1784530995-Presiden_ke-7_Jokowi_kumpulkan_teman_kuliah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339680/original/094165700_1788424535-cek_fakta_teddy.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336629/original/080413200_1788168762-IMG20260831142342.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334401/original/071459100_1787840142-WhatsApp_Image_2026-08-27_at_9.11.44_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320138/original/035658500_1786337185-66066148-f0cc-4620-8810-c57036416f02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6377603/original/049341500_1779252733-Prabowo_DPR_Paripurna.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672919/original/054144500_1782713040-IMG-20260629-WA0003.jpg)