M+G Investment Funds Rogoh Rp 9,52 Miliar Beli Saham JSMR

M+G Investment Funds kini memiliki 5,04% saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Diterbitkan 03 September 2026, 11:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - M+G Investment Funds, perusahaan pengelola aset global meningkatkan kepemilikan saham di PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pada awal September 2026. Nilai pembelian saham JSMR mencapai Rp 9,52 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (3/9/2026), M+G Investment Funds membeli saham JSMR dalam dua kali transaksi pada 2 September 2026. M+G Investment Funds membeli 2.426.800 saham JSMR dengan harga Rp 2.931 per saham. Kemudian M+G Investment Funds membeli 831.900 saham JSMR dengan harga Rp 2.897 per saham. Dengan demikian, total pembelian saham 3.258.700 saham JSMR dengan nilai Rp 9,52 miliar. Namun, M+G Investment Funds bukan pemilik langsung saham JSMR tetapi ABN AMRO Funds.

“Tujuan transaksi pembelian saham dengan status kepemilikan tidak langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham JSMR, M+G Investment Funds mengenggam 365.685.500 saham JSMR atau setara 5,04%. Sebelumnya, M+G Investment Funds mengenggam 362.426.800 saham JSMR atau 4,99%.

Berdasarkan data Google Finance, saham JSMR ditutup di harga Rp 2.970 per saham. Harga saham JSMR berada di level tertinggi Rp 3.020 dan terendah Rp 2.930 per saham. Kapitalisasi pasar saham JSMR tercatat Rp 21,56 triliun.

Kinerja Semester I 2026

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat kinerja keuangan bervariasi pada semester I 2026. Perseroan mencatat penurunan pendapatan, tetapi laba menguat hingga Juni 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (31/8/2026), PT Jasa Marga Tbk meraup pendapatan Rp 13,11 triliun hingga semester I 2026. Pendapatan itu turun 6% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,94 triliun.

Kontribusi pendapatan tol mencatat kenaikan sebesar 6,81% menjadi Rp 9,50 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,90 triliun. Pendapatan usaha lainnya naik 17,61% menjadi Rp 798,23 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 678,65 miliar. Namun, pendapatan konstruksi turun 35,80% menjadi Rp 2,80 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,36 triliun.

Perseroan mencatat beban tol dan usaha lainnya naik 5,9% menjadi Rp 4,21 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,97 triliun. Beban kontruksi susut 35,70% menajdi Rp 2,79 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,34 triliun.

Laba bruto naik 8,41% menjadi Rp 6,10 triliun hingga semester I 2026 dari periode semester I 2025 sebesar Rp 5,63 triliun.

 

Laba Perseroan

Penghasilan keuangan turun menjadi Rp 127,56 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 158,50 miliar. Penghasilan lain-lain naik menjadi Rp 100,40 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 73,72 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,13 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1 triliun.

Perseroan mencatat laba usaha naik 6,69% dari Rp 4,80 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp 5,12 triliun pada semester I 2026. Perseroan mencatat kenaikan atas laba entitas asosiasi dan ventura bersama menjadi Rp 202,80 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 145,28 miliar.

PT Jasa Marga Tbk mencatat laba periode berjalan naik 8,35% menjadi Rp 2,62 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,42 triliun.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 2,01% menjadi Rp 1,90 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,87 triliun. Perseroan mencatat laba per saham naik menjadi Rp 263 per saham pada semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 258.

Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 63,23 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 62,36 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 99,98 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 97,63 triliun.

Aset perseroan naik menjadi Rp 163,21 triliun hingga Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 159,99 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 7,08 triliun hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,75 triliun.