Prabowo Targetkan Pasar Modal Indonesia Kelas Dunia lewat Demutualisasi dan Pembentukan PFII

Presiden Prabowo Subianto mendorong demutualisasi pasar modal, pembentukan Bursa Komoditas Strategis, hingga Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pasar modal Indonesia naik kelas menjadi salah satu yang terbesar di dunia melalui langkah reformasi dan demutualisasi.

Prabowo menyampaikan bahwa demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia menuju standar internasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun pasar modal yang lebih kredibel serta mampu memperbesar akses pembiayaan bagi para pelaku usaha.

"Kita juga akan melanjutkan reformasi pasar modal kita dengan demutualisasi pasar modal. Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia salah satu yang terbesar di dunia," kata Prabowo saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 beserta Nota Keuangan dalam Sidang Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Kepala Negara menilai bahwa pasar modal yang kuat sangat penting untuk memberikan ruang bagi perusahaan rintisan (startup), pengusaha, dan pelaku usaha Indonesia dalam meningkatkan modal serta memperbesar skala bisnis mereka.

 

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Beroperasi 2027

Selain pasar modal, Prabowo juga menyiapkan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Bursa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Prabowo menegaskan bahwa bursa komoditas sangat diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen komoditas dunia, tetapi juga memiliki peran langsung dalam menentukan harga komoditas tersebut.

"Kita ingin membangun pasar yang dalam, transparan, likuid, dan dipercaya dunia. Produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor akan bertemu dalam satu sistem yang diawasi," ujarnya.

Menurut Prabowo, keberadaan bursa mineral dan komoditas strategis serta pasar modal yang kredibel akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global.

"Indonesia bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia. Kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia. Kita ingin Indonesia menjadi tempat komoditas diperdagangkan," tegas Prabowo.

 

Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta dan Bali

Langkah besar tersebut juga akan diperkuat dengan rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta dan Bali. Pusat keuangan ini diarahkan menjadi hub utama bagi investasi, teknologi, pasar modal, produk derivatif, bursa karbon, fintech, keuangan syariah, family office, hingga manajemen investasi berstandar dunia.

Prabowo berharap kehadiran PFII dapat membuat modal global tidak hanya mengalir ke Indonesia, tetapi juga memastikan transaksi atas kekayaan Indonesia berlangsung di dalam negeri.

"Untuk awalnya, Jakarta dan Bali harus menjadi tempat modal dunia dihimpun dan masa depan Indonesia dibiayai," pungkasnya.