Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan perubahan ketentuan batas harga terendah atau minimum untuk efek bersifat ekuitas dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai.
Aturan baru tersebut mulai berlaku pada Senin (28/9/2026). Salah satu perubahan utama adalah penurunan batas harga minimum saham dari sebelumnya Rp 50 menjadi Rp 1.
Perubahan batas harga minimum tersebut juga diikuti dengan penyesuaian ketentuan Auto Rejection (AR) yang berlaku di pasar modal.
Advertisement
"Dengan perubahan ini, saham yang sebelumnya berada pada harga Rp 50 dapat diperdagangkan dengan rentang harga yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas price discovery, mendorong peningkatan likuiditas, serta memberikan fleksibilitas pelaku pasar dalam pengelolaan portofolio investasinya,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, dikutip dari keterangan resmi, dikutip Senin (28/9/2026).
Perubahan ketentuan tersebut diatur melalui dua Surat Keputusan (SK) Direksi BEI. Pertama, SK Nomor Kep-00136/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.
Kedua, SK Direksi BEI Nomor Kep-000137/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-O mengenai Perdagangan Unit Penyertaan Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di Bursa.
Kedua aturan tersebut diterbitkan pada Senin (21/9/2026) dan mulai efektif berlaku pada Senin (28/9/2026).
Aturan ARA dan ARB
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
Dalam ketentuan baru, saham dengan rentang harga Rp 1-Rp 10 memiliki batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) masing-masing sebesar Rp 1.
Sementara itu, untuk saham dengan harga Rp 11 hingga kurang dari Rp 200, batas ARA ditetapkan sebesar 35%, sedangkan ARB sebesar 15%.
Untuk saham dengan harga di atas Rp 200 hingga kurang dari Rp 5.000, batas ARA sebesar 25% dan ARB 15%. Adapun saham dengan harga di atas Rp 5.000 memiliki batas ARA 20% dan ARB 15%.
Ketentuan ARB asimetris sebesar 15% tersebut masih berlaku hingga 31 Desember 2026.
Mulai 1 Januari 2027, ketentuan ARB akan kembali menjadi simetris sesuai dengan rentang harga saham.
Dengan demikian, saham dengan harga Rp 11 hingga kurang dari Rp 200 akan memiliki ARA dan ARB masing-masing 35%. Untuk saham di atas Rp 200 hingga kurang dari Rp 5.000, keduanya ditetapkan 25%.
Sementara itu, untuk saham dengan harga di atas Rp 5.000, batas ARA dan ARB masing-masing menjadi 20%.
BEI juga menyesuaikan ketentuan Auto Rejection untuk perdagangan unit penyertaan DINFRA.
Sebelumnya, DINFRA dengan harga di atas Rp 50 memiliki batas ARA dan ARB masing-masing 10%. Setelah perubahan, DINFRA dengan harga Rp 1-Rp 10 memiliki batas ARA dan ARB sebesar Rp 1.
Adapun DINFRA dengan harga di atas Rp 10 tetap memiliki batas ARA dan ARB masing-masing sebesar 10%.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)