Pendapatan dan Laba Indosat Kompak Naik Dua Digit

Indosat (ISAT) mencatat kenaikan pendapatan 12,1% pada kuartal pertama 2026 sehingga mendorong kenaikan laba perseroan.

Diterbitkan 30 April 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat kinerja keuangan positif pada kuartal pertama 2026. Perseroan meraup pertumbuhan pendapatan dan laba double digit hingga Maret 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (30/4/2026), PT Indosat Tbk meraup pendapatan naik 12,1% menjadi Rp 15,22 triliun hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,57 triliun. Layanan selular, MIDI dan telekomunikasi tetap memiliki masing-masing memberikan kontribusi 83,5%, 15,1% dan 14% terhadap pendapatan konsolidasi untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026.

Pendapatan perseroan dari layanan selular meningkat 11,2% menjadi Rp 12,7 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,42 triliun. Kemudian pendapatan dari MIDI tumbuh 17,5% menjadi Rp 2,30 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,96 triliun. Lalu pendapatan telekomunikasi tetap naik 9,3% menjadi Rp 212,8 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 194,7 miliar.

Beban-beban naik 13,1% menjadi Rp 12,20 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,78 triliun.

“Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban penyelenggaran jasa, penyusutan, amortisasi, karyawan dan (beban) penghasilan operasional lain-lain bersih yang diimbangi dengan penurunan beban pemasaran, beban umum dan administrasi,” demikian seperti dikutip.

Perseroan juga mencatat kenaikan beban lain-lain sebesar 6,3% menjadi Rp 1,09 triliun dari kuartal pertama 2025. Hal ini disebabkan oleh kenaikan biaya keuangan yang diimbangi oleh kenaikan penghasilan bunga dan keuntungan selisih kurs-bersih.

Seiring kinerja keuangan tersebut, perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 13,7% menjadi Rp 1,49 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,31 triliun. Hal itu terutama didorong kenaikan pendapatan, penurunan pemasaran, umum dan administrasi yang diimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaran jasa, penyusutan, amortisasi, karyawan, (beban) penghasilan operasional lain-lain dan beban lain-lain bersih.

Adapun perseroan mencatat ekuitas naik menjadi Rp 41,03 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 39,50 triliun. Liabilitas bertambah 2,5% menjadi Rp 81,06 triliun dari Desember 2025 sebesar Rp 79,12 triliun. Aset perseroan naik 2,9% menjadi Rp 122,10 triliun dari Desember 2025 sebesar Rp 118,62 triliun.

 

Realisasi Belanja Modal Indosat

Hingga kuartal pertama 2026, perseroan telah merealisasikan belanja modal Rp 4,18 triliun (tidak termasuk Rp 2,92 triliun aset hak guna). Sekitar 93% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan telekomunikasi tetap.

Per 31 Maret 2026, perseroan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya transasi yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp 14,03 triliun. Posisi kas perseroan per 31 Maret 2026 adalah Rp 5,56 triliun dengan utang bersih Rp 8,47 triliun.

“Dalam kurun waktu 12 bulan, Perseroan memiliki utang yang jatuh tempo sebesar Rp 3,74 triliun. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 2,0 tahun pada 31 Maret 2026,” demikian seperti dikutip.

Perseroan mencatat basis pelanggan 94 juta pada kuartal I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya 95 juta. ARPU seluler gabungan naik 15,3% pada kuartal pertama 2026 menjadi Rp 45 ribu dibandingkan periode sama pada 2025.

Bakal Gelar RUPST

Sebelumnya, PT Indosat Tbk resmi mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada Selasa, 5 Mei 2026. Agenda ini merupakan bagian dari kewajiban perusahaan sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku.

Mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya POJK No.15/POJK.04/2020 serta aturan terbaru terkait pelaksanaan RUPS secara elektronik, Indosat memastikan pelaksanaan rapat mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan. Selain itu, penyelenggaraan RUPST juga merujuk pada anggaran dasar perseroan.

Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Senin (23/3/2026), rapat dijadwalkan berlangsung di Gedung Indosat Ooredoo Hutchison, Jakarta, dengan format hybrid, yakni kombinasi kehadiran fisik dan partisipasi elektronik. Langkah ini memberikan fleksibilitas bagi para pemegang saham dalam mengikuti jalannya rapat.

Direksi menetapkan bahwa hanya pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per Kamis, 2 April 2026 pukul 16.00 WIB yang berhak menghadiri atau diwakili dalam RUPST. Ketentuan ini berlaku baik bagi pemegang saham yang belum maupun yang sudah tergabung dalam sistem penitipan kolektif.

Bagi investor yang sahamnya belum masuk dalam penitipan kolektif, kehadiran ditentukan berdasarkan pencatatan langsung dalam daftar pemegang saham perseroan.

Sementara itu, untuk saham yang telah berada dalam penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hak hadir diberikan kepada pemegang rekening yang tercatat melalui bank kustodian atau perusahaan efek.