KLBF Buyback Saham Rp 500 Miliar Mulai 17 September 2026

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memakai dana internal untuk buyback saham Rp 500 miliar.

Diterbitkan 16 September 2026, 12:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan membeli kembali atau buyback saham Rp 500 miliar. Buyback saham itu dilakukan maksimal tiga bulan pada 17 September-17 Desember 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (16/9/2026), PT Kalbe Farma Tbk akan buyback saham dengan memakai dana interna. Perseroan memperkirakan dampak penurunan pendapatan bunga sekitar Rp 8,4 miliar setelah selesai periode buyback selesai.

“Perseroan berpendapat penurunan pendapatan bunga ini tidak berdampak material terhadap perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan berharap buyback memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham perseroan secara fundamental. Pembelian kembali atas saham perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang. Di mana saham treasuri dapat dialihkan pada masa mendatang dengan nilai optimal untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

“Perseroan akan melaksanakan buyback melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia, dan untuk itu perseroan akan menggunakan jasa perantara pedagang efek,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan akan melaksanakan buyback dengan harga yang dianggap wajar oleh perseroan sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 13/2023, POJK Nomor 29/2023, dan atau ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Rabu, 16 September 2026, harga saham KLBF turun 1,3% menjadi Rp 760 per saham. Harga saham KLBF dibuka melemah lima poin menjadi Rp 765 per saham. Saham KLBF berada di level tertinggi Rp 775 dan terendah Rp 755 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.158 kali dengan volume perdagangan saham 342.558 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26,1 miliar.

Emiten KLBF Raup Penjualan Rp 19,47 Triliun

Sebelumnya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat kinerja keuangan beragam sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan tetapi laba turun hingga 30 Juni 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (1/8/2026), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraup penjualan Rp 19,47 triliun hinggga 30 Juni 2026. Penjualan perseroan naik 14,04% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 17,07 triliun.

Beban pokok penjualan naik 20,71% menjadi Rp 12,16 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,07 triliun. Seiring hal itu, laba bruto perseroan naik 4,45% menjadi Rp 7,31 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan menjadi Rp 3,85 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,56 triliun. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 748,06 miliar dari semester I 2025 sebesar Rp 723,88 miliar. Sementara itu, beban penelitian dan pengembangan turun menjadi Rp 235,74 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 248,46 miliar.

Pendapatan operasi lainnya turun menjadi Rp 44,18 miliar hingga semester pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 99,40 miliar. Beban operasi lainnya naik menjadi Rp 90,83 miliar hingga semester pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 38,20 miliar. Perseroan juga mencatat kenaikan laba entitas asosiasi sebesar Rp 46,79 miliar hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 35,24 miliar.

Perseroan mencatat laba periode berjalan turun 2,7% menjadi Rp 1,97 triliun hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,02 triliun.

Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 2,8% menjadi Rp 1,91 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,97 triliun.

 

Aset Perseroan

Perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 42,42 hingga semester pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 43,35.

Total ekuitas naik menjadi Rp 25,76 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 24,72 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 7,3 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 5,97 triliun.

Aset perseroan naik menjadi Rp 33,07 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 30,69 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 4,83 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,33 triliun.