IHSG Hari Ini Anjlok ke 6.461, Saham SMGR Melemah 4,23%

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah dan meninggalkan posisi 6.500 pada perdagangan saham Selasa, (15/9/2026).

Diterbitkan 15 September 2026, 17:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada penutupan perdagangan saham Selasa, (15/9/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan transaksi harian saham di bawah Rp 15 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 1,13% menjadi 6.461,15. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,26% menjadi 650,75. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, tekanan terutama datang dari faktor eksternal, yakni kenaikan harga minyak dunia di atas US$ 100 per barel akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah, penguatan yield US Treasury, serta meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve (the Fed) yang lebih ketat.

“Dari domestik, investor juga masih melakukan wait and see terhadap arah kebijakan Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, khususnya menyangkut kredibilitas fiskal, defisit APBN, dan strategi pengelolaan utang,” ujar Nafan dalam catatannya.

Ia mengatakan, pada sisi lain, sentimen positif dari pergantian menteri keuangan belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan eksternal dan aksi jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar.

“Secara keseluruhan, saya melihat pergerakan IHSG masih cenderung volatile dan sideways, dengan investor bersikap lebih selektif menjelang keputusan FOMC; penguatan berkelanjutan membutuhkan stabilisasi rupiah, yield global dan harga minyak, disertai kepastian arah kebijakan fiskal domestik,” tutur Nafan.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.549,60 dan level terendah 6.461,01. Sebanyak 314 saham melemah sehingga membebani IHSG. Sedangkan 312 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. 165 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.769.033 kali dengan volume perdagangan saham 26,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,7 triliun.

Mayoritas sektor saham memerah kecuali sektor saham consumer siklikal naik 0,05%, sektor saham kesehatan menanjak 0,245, dan sektor saham infrastruktur mendaki 0,17%.

Di sisi lain, sektor saham energi terpangkas 1,27%, sektor saham basic melemah 0,73%, sektor saham industri merosot 1,56%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,69%, sektor saham keuangan merosot 1,36%, sektor saham properti terperosok 1,035. Lalu sektor saham teknologi tergelincir 0,37% dan sektor saham transportasi turun 0,89%.

Gerak Saham

Saham SMGR melemah 4,23% menjadi Rp 1.585 per saham. Harga saham SMGR dibuka naik menjadi Rp 1.670 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.655 per saham. Saham SMGR berada di level tertinggi Rp 1.680 dan terendah Rp 1.585 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.266 kali dengan volume perdagangan saham 252.548 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40,7 miliar.

Harga saham BBCA terperosok 1,54% menjadi Rp 6.400 per saham. Saham BBCA dibuka stagnan di Rp 6.500 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 6.500 dan terendah Rp 6.350 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 19.226 kali dengan volume perdagangan saham 2.328.472 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,5 triliun.

Harga saham TINS ditutup naik 0,85% menjadi Rp 4.740 per saham. Harga saham TINS dibuka turun 10 poin menjadi Rp 4.690 per saham. Saham TINS berada di level tertinggi Rp 4.820 dan terendah Rp 4.650 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 11.016 kali dengan volume perdagangan saham 387.306 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 184,4 miliar.