Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, 7 Kali Erupsi

Anak Krakatau tujuh kali erupsi status gunung masih Level III (Siaga).

Diterbitkan 08 Juli 2026, 13:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda terus menunjukkan peningkatan. Sepanjang Rabu (8/7/2026), gunung api yang berstatus Level III (Siaga) itu tercatat mengalami tujuh kali erupsi sejak dini hari hingga menjelang siang.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, letusan pertama terjadi pada pukul 00.11 WIB. Saat itu visual erupsi tidak teramati karena kondisi gelap, namun aktivitas terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dan durasi 40 detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, mengatakan erupsi berikutnya terjadi pada pukul 05.50 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu, cokelat hingga hitam tampak mengarah ke utara dan barat laut.

"Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 07.11 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 250 meter. Aktivitas vulkanik terus berlanjut pada pukul 08.42 WIB dengan kolom abu mencapai 100 meter di atas puncak," kata Andi, Rabu (8/7).

Memasuki pagi hingga siang, Gunung Anak Krakatau kembali meletus pada pukul 09.35 WIB dengan kolom abu setinggi 200 meter, disusul erupsi pukul 09.54 WIB dengan kolom abu 100 meter, dan letusan ketujuh pada pukul 11.47 WIB yang menghasilkan kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak.

"Seluruh kolom abu teramati bergerak dominan ke arah barat laut dengan intensitas sedang hingga tebal. Sementara amplitudo gempa erupsi berkisar antara 24 hingga 50 milimeter dengan durasi 13 hingga 44 detik," jelasnya.

 

 

Tidak Mendekati Gunung

Andi menegaskan rekomendasi bagi masyarakat belum berubah, selama Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga).

Masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif karena masih berpotensi terjadi lontaran material vulkanik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau juga terus melakukan pemantauan selama 24 jam untuk mengantisipasi setiap perubahan aktivitas vulkanik.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi di media sosial dan hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan Badan Geologi serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).