Hari ke-9 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Api Belum Padam

Hingga hari ke-9 kebakaran TPA Jatiwaringin, masih ada sekitar 30% lahan yang masih mengeluarkan asap kebakaran.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 12:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang - Hari ke-9 kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih menyisakan 30 persen lagi wilayah yang terbakar.

"Tinggal asap saja, kurang lebih 30 persenan lagi dari luas yang terbakar 15 hektare," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, saat ini masih ada petugas gabungan yang berada di lokasi. Mereka bertugas untuk memadamkan dan pendinginan, juga mencari potensi titik api lantaran adanya gas metan di tumpukan sampah.

"Ratusan petugas gabungan, dibagi di beberapa titik. Mulai dari BPBD, BNPB, helikopter waterbombing 5 unit, Manggala Agni dari Kemenhut, dan Polri/TNI," ujar Taufik.

Seperti diketahui, angin masih menjadi tantangan petugas gabungan untuk memadamkan kobaran api di TPA Jatiwaringin. Hal ini yang menjadi perhatian Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

"Angin, ini kalau pagi memang rendah sekali tiupannya. Tapi kalau sudah lewat dari jam 7 atau 8 (pagi), sampai dengan malam, besar sekali anginnya," ungkapnya.

Sehingga, angin juga lah yang membawa asap pekat ke pemukiman warga, membawa api dari satu titik ke titik lainnya, dan menimbulkan titik api baru pada saat kebakaran terjadi. Sehingga, tim gabungan baik dari darat ataupun udara, secara terpadu melakukan pemadaman api.

"Kalau titik api, pasti, pasti masih ada kami akui, di tengah dan di puncak sana masih ada, karna belum terjangkau oleh kita. Makanya, dibantu penyiraman oleh helikopter water bombing milik BNPB, Alhamdulillah heli sudah 5 hari ada di sini,"u ungkap Bupati.

TPA Sementara

Sementara itu, Pemkab Tangerang, Banten, menyiapkan pembukaan dua hektare lahan baru untuk digunakan sebagai lokasi layanan pembuangan sampah sementara, disamping proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin yang kini masih berlangsung.

"Pembuangan sampah yang dari wilayah-wilayah Kabupaten Tangerang sampai saat ini masih tetap normal. Kami sudah siapkan ada lahan dua hektare untuk ditempati sementara," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Memasuki hari ke-8 pengendalian kebakaran TPA Jatiwaringin, kata dia, dipastikan pengangkutan sampah masih berjalan normal, dimana sekitar 1.200 ton sampah per hari akan dialihkan sementara ke lokasi baru yang kini telah disiapkan.

"Tapi kalau misalkan nanti ini sudah selesai, lahan tersebut akan kami normalkan lagi, kami bersihkan lagi dan sampah sudah disiapkan di tempat-tempat yang harus menyongsong pengolahan sampah energi listrik," ucapnya.

Di samping itu Pemkab Tangerang telah berkoordinasi dengan lembaga tingkat daerah hingga kementerian terkait masa depan pengelolaan sampah yang dirancangkan sebagai salah satu lokus proyek strategis pengolahan sampah berbasis teknologi modern, yang nantinya akan dikonversi menjadi energi listrik.

Pihaknya berharap dari insiden kebakaran TPA tersebut dapat mempercepat realisasi proyek tersebut demi pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

"Saya sudah beberapa kali rapat dengan gubernur, Menteri LH, juga Menko Pangan. Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang salah satu lokus yang akan dijadikan sebagai tempat pengolahan sampah berbasis atau menjadi energi listrik," tuturnya.

Ia menyampaikan hasil evaluasi dalam pengendalian kedaruratan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, guna memastikan penanganan berjalan sesuai target.

​Berdasarkan hasil evaluasi itu, beberapa area yang telah dilanda api terpantau mulai bersih. Keberhasilan ini disebut merupakan hasil koordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta gerak cepat tim Manggala Agni yang bekerja tanpa henti.

"Rabu (1/7) mereka tim pemadaman datang di sini malam. Paginya jam 06.00 WIB sudah mulai bekerja. Dan memang itu dari pagi, siang, malam itu kerja di lokasi. Lokasinya itu fluktuasi, tidak ada yang datar, langsung naik. Jadi ini luar biasa dari Manggala Agni, kami mengucapkan banyak terima kasih. Dan ini juga sudah mendapatkan hasil yang baik," paparnya.

Ia menjelaskan saat ini sebagian titik api berhasil dipadamkan, namun kondisi angin kencang menjadi tantangan terbesar bagi tim gabungan di lapangan.

​"Untuk menjangkau area tengah dan puncak gunungan sampah yang sulit diakses oleh armada darat, Pemkab Tangerang mengandalkan bantuan helikopter water bombing dari BNPB yang telah beroperasi selama lima hari terakhir," katanya.​Sementara itu BNPB melaporkan tahapan pemadaman kebakaran di area TPA Jatiwaringin pada Selasa (7/7) telah mencapai 50 persen dari total lahan yang terdampak seluas 18 hektare.

"Ini kemarin saya laporkan 45 persen. Dan saat ini sudah hampir 50 persen lahan kebakaran kita kendalikan. Karena kita sudah menyasar ke arah barat TPA Jatiwaringin," kata Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan.

Ia mengatakan dari angka 50 persen pengendalian titik api kebakaran di TPA Jatiwaringin ini juga diiringi dengan tingkat kebersihan area terdampak yang mencapai 70 persen.

Djohan mengungkapkan kesulitan petugas dalam mencapai titik api karena lahan terbakar dipenuhi material kompleks seperti plastik dan beling. 

"Metode penguraian yaitu alat berat seperti buldozer dan ekskavator dikerahkan untuk mengais dan membongkar tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6