Angin Jadi Tantangan Pemadaman TPA Jatiwaringin

Angin membuat kobaran api di TPA Jatiwaringin sulit dikendalikan.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 16:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Angin menjadi tantangan petugas gabungan untuk memadamkan kobaran api di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Hingga hari ke 8, titik api masih bermunculan di tempat pembuangan akhir sampah tersebut.

"Angin, ini kalau pagi memang rendah sekali tiupannya. Tapi kalau sudah lewat dari jam 7 atau 8 (pagi), sampai dengan malam, besar sekali anginnya," ungkap Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, Selasa (7/7/2026).

Selain menjadi pemicu kebakaran semakin meluas, angin juga membawa asap pekat ke pemukiman warga. Sehingga, tim gabungan baik dari darat ataupun udara, terus berjibaku melakukan pemadaman api.

"Kalau titik api, kami akui pasti masih, di tengah dan di puncak sana masih ada, karna belum terjangkau oleh kita. Makanya, dibantu penyiraman oleh helikopter water bombing milik BNPB, Alhamdulillah heli sudah 5 hari ada di sini," tutur Maesyal.

Lalu, dia pun memastikan, setiap tindakan pemadaman yang melibatkan Damkar dari BPBD Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, pihak swasta, BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, dan TNI/Polri, selalu dievaluasi.

Misalnya, cara pemadaman sudah tepat sasaran, kemungkinan munculnya titik api baru, ataupun berbagai trik memadamkan lainnya.

"Setiap satu hari, dua hari, satu minggu kita evaluasi untuk melihat sejauh mana upaya, usaha-usaha kita yang sudah dijalankan. Apakah sudah on the track, sesuai program, sesuai sasaran ini yang kita evaluasi," katanya.

 

Hasil Evaluasi

 

Hasilnya, sudah 8 hari ini pemadaman dilakukan, sudah berhasil menghilangkan 80 persen titik api. Sisanya, masih dilakukan oleh tim gabungan, baik dari pagi hingga malam.

"Seperti Manggala Agni ini, malam tiba, jam 6 pagi sudah naik ke gunung sampah mencari titik api. Begitu juga dengan heli, dan teman-teman Damkar," katanya.

Hingga kini, ada 50 armada yang dioperasikan untuk memadamkan si jago merah, dari awalnya ada 10 unit mobil pemadam.

"Mohon doanya, kepada masyarakat, agar permasalahan ini bisa teratasi, bisa turun hujan," ujarnya.