Sukses

Analisis Geologi, Gempa Malang Bersumber dari Lempeng Indo-Australia

Liputan6.com, Bandung - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM merilis hasil analisis penyebab gempa bumi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021).

Gempa bumi terjadi pada pukul 14.00 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 112,48° BT dan 8,95° LS atau 90 km baratdaya Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 25 km, dengan magnitudo M6,1.

"Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, sumber gempa bumi berada pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi yang terjadi disebut juga gempa bumi intraslab," tulis Kepala PVMBG Andiani dalam siaran persnya, Sabtu (10/4/2021).

Andiani menjelaskan kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa Malang berdasarkan tatanan tektoniknya.

Ia mengatakan, Pulau Jawa dipengaruhi oleh zona penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di sebelah selatan, yang juga memberikan kontribusi tektonik berupa keberadaan sesar-sesar aktif di daratan. 

Adapun pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di selatan wilayah Jawa Timur. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu bagian selatan Jawa Timur yang  tersusun atas batuan berumur Tersier terdiri dari batuan sedimen, batuan karbonat dan batuan vulkanik, serta batuan vulkanik dan sedimen berumur Kuarter.

"Getaran gempa bumi terasa lebih kuat pada batuan muda (Kuarter) yang bersifat urai dan tidak terkompaksi dan memperkuat efek guncangan gempa bumi," ujar Andiani.

Dalam keterangannya, PVMBG menyebutkan dari informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), guncangan gempa bumi dirasakan di PPGA Ijen (Kec. Glagah, Banyuwangi) dengan intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Kemudian, di PPGA Semeru (Kec. Candipuro, Lumajang) sebesar III MMI.

 

2 dari 3 halaman

Imbauan PVMBG

Berdasarkan keterangan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Turen dengan intensitas V MMI, di Karangkates, Malang, dan Blitar sebesar IV MMI, di Kediri, Trenggalek, dan Jombang sebesar III-IV MMI, di Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Yogyakarta,  Ngawi, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, dan Denoasar dengan intensitas III MMI, serta di Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, dan Banjarnegara dengan intensitas II MMI. 

"Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut," ucap Andiani.

Berdasarkan berbagai sumber, guncangan ini mengakibatkan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Malang. Hingga tanggapan ini dibuat, tidak ada informasi korban jiwa akibat gempa bumi ini.

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Selain itu, PVMBG meminta masyarakat agar menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan sedang hingga berat yang diakibatkan gempa bumi ini.

"Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil," ucap Andiani.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini