Liputan6.com, Caracas - Kekecewaan menyelimuti para penyintas dan keluarga korban gempa kembar yang mengguncang Venezuela pekan lalu. Mereka menilai lambatnya respons pemerintah telah memperkecil peluang menemukan korban yang masih hidup di bawah reruntuhan.
Di tengah puing-puing sebuah gedung apartemen 12 lantai di Kota La Guaira, tim penyelamat berkali-kali menghentikan aktivitas sambil berteriak, "Silencio!" agar seluruh area hening. Kendaraan berhenti, alat berat dimatikan, dan para penyelamat menempelkan telinga ke lubang yang dibor di lempengan beton, berharap mendengar suara korban yang masih bertahan hidup.
Namun, setelah beberapa saat, tidak ada jawaban. Operasi pun kembali dilanjutkan, dikutip dari laman BBC, Selasa (30/6/2026).
Advertisement
La Guaira menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu lalu. Hingga kini, jumlah korban tewas dilaporkan telah mencapai sedikitnya 1.700 orang.
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez menyebut bencana tersebut sebagai "bencana alam paling brutal" dalam sejarah negara itu.
Di lokasi reruntuhan, Miguel Oscar Nunez masih menunggu kabar putranya, Angel, 34 tahun, yang diyakini terjebak di dalam gedung saat gempa terjadi.
"Anak saya, seperti ratusan orang lainnya, masih berada di bawah reruntuhan. Kami membutuhkan lebih banyak bantuan dari pemerintah untuk menggali mereka. Mungkin gempa tidak membunuhnya, tetapi bisa saja ia meninggal karena lambatnya penanganan," kata Miguel.
Keluhan serupa disampaikan Kevin Montilla. Saat gempa terjadi, ia sedang bekerja di luar kota, sementara istrinya, Luzmary, dan putri mereka yang berusia 16 tahun berada di apartemen.
"Operasi penyelamatan dimulai terlalu lambat. Pada awalnya hanya warga sekitar yang membantu. Polisi datang hanya untuk melihat-lihat, tetapi tidak ikut melakukan penyelamatan," ujarnya.
Pencarian Libatkan Tim dari Negara Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461920/original/097481300_1767495335-3.jpg)
Saat ini, operasi pencarian melibatkan tim penyelamat Venezuela dan Kolombia yang didukung ekskavator serta derek untuk mengangkat puing-puing beton. Namun, keluarga korban menilai hari-hari pertama yang sangat krusial telah terbuang sia-sia.
"Saya belum kehilangan harapan, tetapi hati saya hancur. Seorang ayah seharusnya meninggal lebih dulu daripada anaknya," kata Miguel.
Tidak semua wilayah terdampak juga mendapat perhatian yang sama. Sejumlah kawasan di Negara Bagian La Guaira disebut belum tersentuh tim pencarian karena keterbatasan sumber daya.
Di sebuah rumah sakit di La Guaira, Deilisbeth Herreira terus mencari dua putrinya, Greydelys (12) dan Graybelys (13), yang hilang sejak gempa terjadi.
Sebagai orang tua tunggal, Deilisbeth sedang bekerja ketika gempa mengguncang. Ia menduga kedua anaknya berada di rumah, tetapi tetap mencari ke berbagai lokasi dengan harapan mereka berhasil menyelamatkan diri.
"Saya tidak mendapat bantuan dari siapa pun. Tidak ada alat berat ataupun tim penyelamat yang datang menggali reruntuhan. Rasanya kami ditinggalkan sendirian untuk mencari keluarga kami," ujarnya sambil menangis.
Di kompleks apartemen Bello Horizonte yang juga runtuh, keluarga korban bersama para relawan masih menggali puing-puing menggunakan sekop, linggis, bahkan tangan kosong.
"Baunya sangat menyengat, tetapi saya tetap mencari paman saya. Kami tidak bisa hanya diam jika masih ada kemungkinan orang hidup di bawah reruntuhan," kata William Rodrigues.
Menurutnya, bantuan resmi datang sangat terlambat di sebagian besar lokasi, sementara di sejumlah kawasan hingga kini belum ada tim penyelamat yang tiba.
Warga lainnya, Juan Avendo, 60 tahun, menceritakan bahwa ia bersama para tetangga mendengar jeritan korban dari bawah reruntuhan sesaat setelah gempa.
"Kami menggali dengan tangan kosong, mencakar puing-puing menggunakan kuku. Kami berhasil menyelamatkan seorang perempuan hidup-hidup setelah lebih dulu memberinya sebotol air," ujarnya.
Ia mengatakan tim penyelamat resmi dari pemadam kebakaran Venezuela baru tiba pada Jumat, hampir dua hari setelah gempa terjadi. Tim internasional dari Amerika Serikat dan El Salvador kemudian ikut bergabung sebelum operasi pencarian resmi dihentikan pada Minggu.
Juan memperkirakan masih ada ratusan korban yang tertimbun di bawah reruntuhan dan kemungkinan tidak akan pernah ditemukan, sehingga jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih besar daripada data resmi yang diumumkan pemerintah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458998/original/041303900_1782358121-Untitled.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666103/original/049968700_1782698430-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8453238/original/073560000_1782350375-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458998/original/041303900_1782358121-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8511937/original/048297600_1782434870-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8585232/original/070297800_1782548214-Gempa_Pacitan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480782/original/096159500_1782392590-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566385/original/036496400_1782516722-Gempa_guncng_Sigi_Sulteng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8511784/original/085283500_1782434702-Untitled.jpg)