Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena mengatakan, masih ada sejumlah warga diduga terjebak di dalam reruntuhan bangunan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
"Masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir membutuhkan pertolongan. Ada yang terjebak di beberapa bangunan," ujar Melki.
Melki menjelaskan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya kini terus bergerak melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban.
Advertisement
"Ini menjadi sasaran utama tim penanganan bencana. Kepala Basarnas bersama unsur TNI dan Polri segera mengerahkan personel untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak," kata Melki.
Gempa tektonik terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA. Berdasarkan data sementara diterima Pemprov NTT, jumlah korban terbanyak ada di Manggarai dan Manggarai Timur, masing-masing 14 orang. Sementara korban luka-luka tercatat: Sikka 6 orang, Ende 13 orang, dan Manggarai Barat 4 orang. Tak hanya korban jiwa, ribuan warga juga dilaporkan mengungsi.
Selain itu, masih ada empat orang yang dilaporkan terjebak di dalam bangunan di wilayah Manggarai dan sedang dilakukan upaya evakuasi oleh tim gabungan .
“Proses pendataan masih berlangsung karena hampir seluruh wilayah Flores terdampak dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait terus bergerak memastikan penanganan korban berjalan optimal,” tegas Melki .
Pemerintah Provinsi NTT kini sedang memproses penetapan peristiwa ini sebagai Bencana Daerah Tingkat Provinsi. Sementara penetapan status bencana nasional sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325018/original/078239200_1786791544-288947.jpg)
Proses Pencarian
Proses pencarian korban gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), hingga kini masih berlangsung. Data diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 38 orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, laporan warga terjebak sifatnya dinamis. Namun diperkirakan jumlahnya kurang dari 10 orang.
"Tadi dilaporkan oleh Bapak Gubernur NTT itu ada beberapa, tapi di bawah sepuluh begitu. Tapi nanti tanya langsung Pak Gubernur karena saya takut salah,” kata Suharyanto, Sabtu (15/8/2026).
Advertisement
Data Korban
Gempa terjadi pukul 04.58 WIB dengan kekuatan M 7,7. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 15 kilometer.
Hingga pukul 15.00 WIB, selain 38 korban tewas, BNPB mencatat dua orang luka berat dan 11 lainnya luka ringan. Sekitar 2.000 warga memilih mengungsi secara mandiri.
Korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah. Tiga orang meninggal di Sikka, 16 orang di Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, satu orang di Ende dan satu orang di Manggarai Barat.
Dari 16 korban di Manggarai, baru enam yang berhasil diidentifikasi. Mereka yakni Stefanus, Fabian, Neno, Resni, Manus dan Yul. Sedangkan 10 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Identitas 17 korban meninggal di Manggarai Timur juga masih didata. Begitu pula satu korban dari Manggarai Barat.
Suharyanto mengatakan, pencarian dan pertolongan menjadi prioritas pemerintah. Tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri langsung disiapkan untuk menyisir bangunan yang diduga masih terdapat korban.
“Prioritas utama saat ini penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan,” ujar dia.
Selain mengevakuasi korban, pemerintah juga menghadapi sejumlah akses yang terganggu. Beberapa ruas jalan tertutup longsor setelah gempa.
Kementerian Pekerjaan Umum telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Namun, BNPB belum dapat memastikan seluruh jalur sudah kembali terbuka.
“Jalan-jalan longsor itu oleh Kementerian PU sudah ditangani. Apakah selesai atau belum, nanti setelah saya sampai di sana,” kata Suharyanto.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325019/original/084968400_1786791544-288936.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324958/original/013068900_1786780761-kondisi_SD_Kab_Manggarai_NTT_pascagempa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324888/original/030124600_1786776768-nt1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324645/original/091926100_1786756637-ntt4.jpg)