Pabrik Baterai Natrium Chery Mulai Produksi Massal

Mitra teknologi Chery, Chaowei Group telah mulai produksi massal baterai natrium-ion di fasilitas barunya yang berlokasi di Deqing, Provinsi Zhejiang

Diterbitkan 17 Juni 2026, 18:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mitra teknologi Chery, Chaowei Group telah mulai produksi massal baterai natrium-ion di fasilitas barunya yang berlokasi di Deqing, Provinsi Zhejiang. Pabrik tersebut, dibangun dengan investasi mencapai US$ 517 juta atau sekitar Rp 9,05 triliun.

Disitat dari Carnewschina, fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari strategi Chery, dalam pengembangan teknologi baterai alternatif selain lithium.

Selain itu, pabrik ini juga bertujuan untuk memperluas penggunaan baterai natrium-ion untuk kendaraan listrik masa depan.

Selain itu, teknologi baterai baru ini memang dinilai menjanjikan, karena memanfaatkan bahan baku natrium yang jauh lebih melimpah dibanding lithium, sehingga berpotensi menekan biaya produksi baterai, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok mineral kritis.

Selain mengumumkan dimulainya produksi massal, laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya persaingan dalam pasokan material hard carbon, salah satu komponen utama anoda baterai natrium-ion.

Material ini kini menjadi rebutan banyak produsen, karena dianggap berperan penting dalam meningkatkan performa dan efisiensi baterai generasi baru.

Baterai natrium-ion semakin menarik perhatian industri otomotif berkat sejumlah keunggulan. Selain biaya produksi yang lebih rendah, teknologi ini juga menawarkan performa yang lebih stabil pada suhu ekstrem.

Karakteristik tersebut membuatnya cocok digunakan pada kendaraan listrik perkotaan, mobil komersial ringan, hingga sistem penyimpanan energi skala besar.

Perkuat Posisi Chery di Pasar EV

Langkah Chery bersama Chaowei sejalan dengan tren yang sedang berkembang di China. Sejumlah produsen baterai besar, mulai mempercepat komersialisasi teknologi natrium-ion setelah hambatan produksi berhasil diatasi.

Bahkan, beberapa produsen telah menyiapkan kendaraan produksi massal yang menggunakan baterai jenis ini sebagai alternatif baterai lithium iron phosphate (LFP).

Bagi Chery, pengoperasian pabrik baru tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat posisi mereka di pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif.

Dengan kapasitas produksi yang terus bertambah dan biaya bahan baku yang lebih terjangkau, baterai natrium-ion berpotensi menjadi solusi untuk menghadirkan mobil listrik dengan harga yang lebih ramah konsumen.