Vale Optimistis Prospek Permintaan Nikel Masih Positif, Ini Alasannya

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga mengungkapkan tantangan jangka pendek yang dihadapi industri nikel.

Diterbitkan 10 September 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menilai prospek permintaan nikel jangka menengah dan panjang masih positif, tidak hanya dari industri kendaraan listrik (EV), tetapi juga terdorong perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), data center, dan robotika.

Presiden Direktur dan CEO Vale Bernardus Irmanto menyebut permintaan nikel akan semakin terdiversifikasi seiring munculnya berbagai kebutuhan teknologi baru.

"Kalau kita bicara tentang demand nikel, itu tetap tumbuh dan semakin terdiversifikasi,” ujar Bernardus dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Dia menuturkan, perkembangan teknologi seperti data center, robotika, AI infrastructure, hingga ekspansi energi terbarukan dapat menjadi sumber permintaan baru terhadap nikel.

"Ke depan, itu akan ada sumber-sumber demand yang lain, yang terus berkembang. Mungkin tentang data center, kita bicara tentang robotics, kita bicara tentang AI infrastructure, renewable energy expansion dan lain sebagainya,” katanya.

Meski demikian, PT Vale Indonesia Tbk mengakui industri nikel masih menghadapi tantangan jangka pendek, salah satunya yaitu pertumbuhan pasokan yang besar, terutama dari Indonesia, serta volatilitas harga nikel.

Bernardus juga menyoroti faktor geopolitik serta harga sejumlah bahan input produksi, termasuk sulfur dan minyak, yang dapat memengaruhi kinerja industri.

"Kalau kita lihat jangka pendek, industri nikel masih akan menghadapi tekanan dari pertumbuhan supply yang sangat besar, terutama dari Indonesia, dan kemudian juga volatilitas harga,” ungkapnya.

 

 

Diversifikasi Produk

Di tengah kondisi tersebut, PT Vale menilai diversifikasi produk menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. Sejumlah proyek pengembangan perusahaan ditargetkan mulai memberikan kontribusi terhadap bisnis dalam beberapa tahun mendatang.

"Jadi kita mengantisipasi risiko dari sisi resources-nya, dari sisi teknologinya, dari market-nya itu jelas," ujar dia.

PT Vale tetap optimis terhadap prospek industri nikel jangka menengah dan panjang, meski tetap berhati-hati menghadapi dinamika jangka pendek.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6