Misteri 13 Jam Terakhir Sutrimo

Polisi mendalami rangkaian peristiwa yang dialami Sutrimo sejak terakhir terlihat hidup hingga jenazahnya dikirim ke Banyumas.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 18:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mendalami rangkaian peristiwa yang dialami Sutrimo sejak terakhir terlihat hidup hingga jenazahnya dikirim ke Banyumas, Jawa Tengah. Sejumlah saksi, termasuk orang terakhir yang bertemu korban, sopir ambulans, hingga pemilik perusahaan ambulans telah dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa lima saksi berinisial AZ, MOP, MZ, MA, dan AAS. Keterangan mereka digunakan untuk menyusun kronologi sejak Sutrimo terakhir terlihat hingga jenazahnya diberangkatkan ke Banyumas.

“Sudah ada beberapa saksi yang kita mintai keterangan, termasuk orang yang mengantar, menemukan pertama, orang yang memesan ambulans, termasuk orang yang berada di rumah sakit,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Salah satu saksi yang diperiksa adalah MA, yang mengenal Sutrimo dan menjadi orang terakhir yang bertemu korban. Berdasarkan penyelidikan, MA terakhir bertemu Sutrimo di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sekitar 13 jam kemudian, pada Kamis (23/7/2026) pukul 09.10 WIB, Sutrimo dibawa menggunakan ambulans dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Ambulans tersebut dikemudikan AAS, yang juga telah dimintai keterangan penyidik.

Penyelidikan kemudian berlanjut pada perjalanan jenazah menuju Banyumas. Polisi memeriksa AZ, pengemudi ambulans yang membawa jenazah ke Banyumas.

Selain itu, penyidik juga memeriksa MOP, pengemudi ambulans tujuan Banyumas. Berdasarkan keterangannya, ia bertemu seseorang bernama Mahmud di RS Muhammadiyah Taman Puring dan membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke mobil ambulans.

Saksi lainnya, MZ, merupakan pemilik PT Zen Ambulance. Berdasarkan hasil pemeriksaan, MZ dihubungi seseorang berinisial S, pemilik PT Bintang Medika Ambulance, untuk mengantar jenazah ke Banyumas.

“Beberapa rangkaian penyelidikan yang saat ini masih ataupun sedang dilakukan sampai dengan jenazah itu dikirim ke satu wilayah di Jawa Tengah,” ujar Budi.

Selain memeriksa para saksi, polisi juga mencocokkan keterangan yang diperoleh dengan barang bukti lain, termasuk rekaman CCTV serta video ambulans dan keranda jenazah yang telah beredar di media sosial.

“Termasuk video-video yang beredar, ambulans, keranda jenazah yang dibawa, ada CCTV. Ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik,” kata Budi.

 

Soal CCTV

Ia menegaskan, rekaman CCTV yang beredar di masyarakat belum dapat dipastikan keasliannya karena masih harus dicocokkan dengan rekaman yang diperoleh penyidik.

“Terkait tentang CCTV yang beredar, kami belum bisa mengonfirmasi. Karena ini masih ada proses persesuaian antara CCTV yang beredar dengan fakta sebenarnya dari hasil CCTV yang sudah diminta oleh teman-teman penyidik,” jelas Budi.

Di sisi lain, penyidik juga telah mengirimkan undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa kondisi Sutrimo dan menyatakan korban telah meninggal dunia.

“Penyidik sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa kondisi dan yang menyatakan bahwa saudara S, almarhum S, sudah meninggal dunia,” katanya.

Tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Bareskrim Polri sebelumnya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti diamankan untuk diperiksa, namun hasil pemeriksaan laboratorium forensik masih belum keluar.

“Hasil Labfor ini juga belum keluar, kita masih menunggu hasil tersebut,” ujar Budi.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan apa yang terjadi terhadap Sutrimo setelah terakhir bertemu MA maupun memastikan ada tidaknya kejanggalan dalam kematiannya.

“Intinya kita melakukan penyelidikan terkait tentang wajar atau tidak wajarnya meninggal seseorang bernama S. Ini masih kami dalami,” tegas Budi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6