Kesaksian Warga, Klinik Tempat Sutrimo Terkapar Lama Tak Beroperasi

Menurut penuturan warga, klinik tempat Sutrimo ditemukan terkapar sudah lima tahun tidak beroperasi.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 19:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pagar besi itu tertutup rapat dan cat bangunan tampak memudar, sementara halaman depan terlihat lengang tanpa tanda-tanda aktivitas. Di bangunan itulah, seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa.

Bangunan yang selama bertahun-tahun nyaris luput dari perhatian warga kembali menjadi sorotan publik.

Dedi, seorang petugas keamanan yang bertugas di sekitar lokasi menyebut klinik tersebut sebenarnya sudah lama tidak beroperasi. Menurut Dedi, kondisi klinik tidak beroperasi itu sejak pandemi Covid-19 melanda. Artinya, sudah lima tahun klinik tersebut tidak beroperasi.

"Lama banget, dari Corona aja," kata Dedi saat ditemui di sekitar lokasi, Senin (27/7/2026).

"Iya. Corona kan 5 tahunan ada," sambung Dedi.

Menurut Dedi, klinik tersebut hanya sempat beroperasi beberapa bulan sebelum akhirnya pandemi membuat aktivitasnya terhenti.

"Jadi sempat buka berapa bulan, kehajar Corona, stuck dia," ucap Dedi.

Sejak saat itu, menurut Dedi, bangunan tersebut hanya terlihat terkunci. Tidak pernah terlihat ada seseorang yang keluar maupun masuk ke area dalam klinik.

Oleh sebab itu, Dedi mengaku kaget mendengar peristiwa warga ada ditemukan tidak sadarkan diri di klinik tersebut. Bertahun-tahun seakan tidak ada aktivitas, kini dihebohkan karena ada seorang pria terkapar dengan mulut berbusa.

Dedi kembali memastikan selama bertugas di daerah tersebut tidak pernah melihat adanya aktivitas di dalam bangunan itu.

"Enggak ada, enggak ada aktivitas lah gitu,” kata Dedi.

Sementara itu, Deni, saksi lain yang sempat melihat peristiwa itu juga mengatakan bahwa klinik tersebut sudah tutup cukup lama. Selama ini, kata Deni, tidak pernah ada aktivitas di dalam gedung tersebut.

"Memang tutup sudah lama. Enggak ada aktivitas," kata Deni kepada wartawan di sekitar lokasi, Senin (27/7/2026).

Saat Sutrimo ditemukan Kamis (23/7/2026) pagi, Deni mengaku sempat melihatnya di pelataran klinik. Meski tak mendekat ke lokasi, dia ingat betul tubuh pria saat itu telentang dan ditutupi sprei.

"Telentang, saya lihat telentang. Dikasih sprei," ujar Deni.

Tiak hanya melihat tubuh telentang, Deni sempat melihat bahwa mulut pria itu berbusa. Namun, dia tidak dapat memastikan busa tersebut keluar dari mulut atau hidung karena jaraknya cukup jauh.

"Berbusa dari hidung aja apa dari mulut kali ya, enggak tahu. Soalnya dari jauh," kata dia.

Deni juga mengaku tidak mengetahui orang pertama menemukan Sutrimo maupun membawanya ke rumah sakit.

Saat tiba di lokasi, Deni hanya melihat kerumunan warga memadati sekitar klinik karena penasaran ingin menyaksikan langsung peristiwa cukup menghebohkan lingkungan tersebut.

Tidak lama kemudian, sebuah ambulans tiba di lokasi untuk mengevakuasi. Sejak proses evakuasi tersebut, Deni tidak lagi mengetahui kabar maupun kondisi pria tersebut.

Polisi Olah TKP

Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Esthetic Clinic pada Senin (27/7/2026). Olah TKP lanjutan dilakukan untuk mendalami penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan tak sadarkan diri di halaman klinik.

Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan para saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sebelumnya, seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026). Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan telah meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kepolisian masih terus mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian Sutrimo.

"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Budi, Minggu (26/7/2026).

Menurut Budi, penyelidikan dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut.

Selain itu, penyidik juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya Sutrimo, serta berbagai informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6