Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming memastikan pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Tujuannya untuk memastikan setiap rupiah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan anggaran yang dikeluarkan tidak mubazir.
"Pemerintah berkomitmen agar eksekusi program bisa lebih tepat sasaran, lebih efektif, efisien, serta terbebas dari praktik-praktik korupsi," tegas Gibran dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Advertisement
Gibran menyebut langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik dan meningkatkan kemampuan fiskal pemerintah.
"Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional," tandasnya.
Sebagai informasi, saat ini program MBG kerap mendapat sorotan tajam setelah tiga pimpinannya diciduk Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi. Mereka adalah Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewijk Pusung.
Selain itu, terkait Koperasi Desa Merah Putih, publik juga menilai program strategis nasional tersebut hingga kini belum jelas arahnya. Dari sejumlah visual yang beredar, pembangunannya dinilai janggal, seperti berada di tepi tebing curam ataupun di atas bukit yang sulit dijangkau.
KDMP juga sempat viral setelah diberitakan menggeser bangunan sekolah di NTT agar koperasi tersebut mendapat posisi yang lebih strategis.
Â
Wapres Gibran Ajak Generasi Muda Kuasai AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432559/original/083097100_1764815035-1000168282.jpg)
Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka menegaskan, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan saat ini yang harus dikuasai oleh generasi muda Indonesia.
Menurut dia, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak membicarakan literasi baca tulis, kini tantangan yang dihadapi adalah literasi digital dengan AI sebagai salah satu puncak transformasinya.
"AI bukan lagi masa depan, AI adalah hari ini. Kita tidak bisa lagi menutup mata atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ujar Gibran seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Wakil Presiden, Rabu (17/6/2026).
Dia pun mengajak para pelajar untuk memanfaatkan AI sebagai alat yang membantu proses belajar, bukan sebagai sarana yang membuat mereka menjadi malas berpikir.
Sebab, kata Gibran, teknologi AI dapat berfungsi layaknya asisten pribadi yang membantu mencari informasi, mempelajari bahasa asing, hingga memahami konsep dan rumus yang rumit dengan cara yang lebih sederhana.
Meski demikian, Gibran mengingatkan, penguasaan teknologi tidak boleh menghilangkan kemampuan berpikir kritis. AI harus dimanfaatkan untuk mendorong kreativitas dan produktivitas, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.
Gibran juga menyoroti semakin banyaknya teknologi AI yang bersifat open source dan dapat diakses secara bebas oleh masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk berkembang dan berinovasi.
"Ini kesempatan emas bagi talenta berbakat Indonesia. Di tangan yang menguasai teknologi, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, tetapi sebuah kepastian," ucap dia.
Selain kepada pelajar, Gibran turut memberikan perhatian kepada para guru dan orang tua dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Ia memahami masih adanya kekhawatiran terkait perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, namun dia meminta para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Gibran percaya, guru yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki kemampuan lebih dalam mendukung proses pembelajaran. Teknologi tersebut dapat membantu pekerjaan administratif, penyusunan soal, penyederhanaan materi pelajaran, hingga penyajian contoh-contoh yang lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
"Dengan demikian, guru dapat memiliki lebih banyak waktu untuk memberikan perhatian pada aspek pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan kepada siswa," kata dia.
Â
Advertisement
Ingatkan Pentingnya Pendampingan
Sementara itu, kepada para orang tua, Gibran mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap anak dalam penggunaan teknologi digital. Ia menilai orang tua perlu terus belajar agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi yang diakses anak-anak mereka.
"Jangan sampai anak-anak kita terbang tinggi dengan teknologi, tapi kita sebagai orang tua tertinggal di bawah dan tidak tahu apa yang mereka akses," wanti Gibran.
Lebih jauh, Gibran menegaskan, aspek etika merupakan hal yang tidak kalah penting dibanding penguasaan teknis AI. Ia mengingatkan, teknologi tanpa etika dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari penyebaran hoaks, plagiarisme, hingga pelanggaran privasi.
Karena itu, kata dia, pemanfaatan AI harus berlandaskan integritas dan tanggung jawab. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempermudah kehidupan, bukan untuk menipu atau merugikan orang lain.
"Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang beradab," ucap Gibran.
Gibran juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyelesaikan Readiness Assessment Methodology (RAM) untuk AI yang disusun UNESCO. Instrumen tersebut berfungsi sebagai alat diagnosis untuk menilai kesiapan serta tata kelola AI Indonesia sesuai dengan pedoman etika yang berlaku.
"Dengan demikian, Indonesia memiliki potensi besar dan sumber daya manusia yang mampu bersaing di bidang teknologi. Pemerintah bertugas menyiapkan ekosistem yang mendukung, sementara masyarakat perlu terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memanfaatkan peluang yang ada," ucap dia.
"Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat," Gibran menandasi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297255/original/001962300_1784085160-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-15T101147.650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314981/original/095911000_1785820083-Screenshot_2026-08-04_112610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7495724/original/000776200_1780267944-Gibran_Waisak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1222917/original/069842400_1462272341-Profil-dan-Biografi-Gibran-Rakabuming-Raka-Anak-Sulung-Jokowi-288x300.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314568/original/051669400_1785750475-cek_fakta_-_prabowo_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7495724/original/000776200_1780267944-Gibran_Waisak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709714/original/019645800_1782789189-1001433889.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303318/original/025226400_1784625759-presidenri.go.id-21072026150445-6a5f281d8a4cf9.90991278.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300187/original/063843300_1784307686-Gibran_PSEL.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298997/original/020068600_1784189763-1001467366.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298996/original/075425300_1784189762-1001467378.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297978/original/091605600_1784113806-1001465036.jpg)