Bahlil Ungkap Perintah Prabowo: BBM Subsidi Jangan Naik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM dan LPG subsidi tidak naik atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.

Diterbitkan 10 Juni 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi dan LPG 3 kg.
  • Presiden Prabowo memerintahkan harga subsidi tetap untuk jaga daya beli masyarakat.
  • Harga BBM non-subsidi naik, namun Pertalite dan Biosolar tetap stabil.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan  pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis subsidi maupun LPG 3 kilogram. Bahlil menekankan kebijakan ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi menjaga daya beli masyarakat.

"Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan," jelas Bahlil dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Novotel, Lampung, Rabu (10/6/2026).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto serta dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan ratusan pengusaha muda dari seluruh Indonesia.

Pernyataan tegas Bahlil ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat, menyusul langkah PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga yang secara resmi menaikkan harga komoditas BBM non-subsidinya per Rabu, 10 Juni 2026 dini hari.

 

Melalui Mekanisme Evaluasi Berkala

Berdasarkan data resmi Pertamina, penyesuaian signifikan terjadi pada jenis Pertamax (RON 92) yang harganya melonjak dari semula Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter untuk wilayah Jabodetabek. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) ikut terkerek naik menjadi Rp 17.000 per liter dari harga sebelumnya yang sebesar Rp 12.900 per liter.

Pihak Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dilakukan melalui mekanisme evaluasi berkala dengan mempertimbangkan tren lonjakan harga minyak mentah dunia dan nilai keekonomian pasar, setelah berkoordinasi dengan pemerintah selaku regulator.

Meskipun harga lini produk Pertamax meroket, Bahlil menjamin kestabilan harga untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan demikian, harga BBM penugasan dan subsidi dipastikan tetap bertahan di angka semula, yakni Pertalite (RON 90) sebesar Rp 10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6