Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia, Puncak Kemarau Agustus 2026

Hawa panas ekstrem masih akan terasa di bulan Mei ii.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 11:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Cuaca panas ekstrem di Indonesia disebabkan gerak semu matahari dan faktor lain.
  • Suhu tinggi (>35°C) terjadi di beberapa daerah dan diprediksi berlanjut hingga Mei.
  • BMKG mengimbau masyarakat menjaga hidrasi dan membatasi aktivitas luar ruangan.

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca panas esktrem dan hawa gerah melanda sejumlah daerah di Indonesia belakang ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pemicunya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan kondisi ini terjadi akibat gerak semu matahari tahunan yang berada dekat ekuator atau wilayah selatan ekuator.

Kondisi ini semakin parah akibat kombinasi berbagai faktor. Seperti minimnya awan, peralihan musim, dan dampak pemanasan global.

"Sebagian besar wilayah Indonesia di bagian selatan seperti NTT, NTB, Bali, Jawa Timur memang saat ini sedang atau menjelang memasuki fase peralihan dari musim hujan ke kemarau yang ditandai dengan kondisi cuaca dinamis, dengan beberapa hari terasa panas namun kadang kadang terjadi hujan lebat," kata dia dalam keterangannya kepada Liputan6.com, dikutip Sabtu (2/5/2026).

 

5 Daerah dengan Suhu Panas Tertinggi

Berdasarkan catatan BMKG pada bulan April, sejumlah daerah di Indonesia merasakan suhu tinggi, bahkan tembus di atas 35 derajat celcius hingga 36 derajat celcius. Ada lima daerah dengan suhu tertinggi.

Lima Daerah Suhu Tertinggi di Indonesia

1. Balai Besar MKG Wilayah I, Medan, Sumatera Utara: 36.3

2. Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten: 36.0

3. Stamet Sanggu, Barito Selatan, Kalimantan Tengah: 36.0

4. Stamet Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Bengkulu: 35.8

5. Staklim Bengkulu, Bengkulu, Bengkulu: 35.6

Panas Berlanjut Sampai Mei

Ardhasena mengatakan, kondisi panas akan berlanjut di bulan Mei. Apalagi pada bulan ini wilayah-wilayah selatan Indonesia, seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT memasuki musim kemarau. BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau 2026 akan terasa lebih kering dibanding tahun sebelumnya.

"Mei wilayah-wilayah ini sudah memasuki musim kemarau sehingga curah hujan cenderung sedikit dan pemanasan matahari cenderung maksimal," tuturnya.

Selain itu, BMKG menyebut akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar Indonesia diprediksi pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

Sementara puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026.

 

Imbauan Masyarakat

BMKG juga mengimbau kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca panas yang akan terjadi ke depan.

Ardhasena mengajak masyarakar untuk memastikan cairan tubuhnya cukup, sehingga tidak dehidrasi. Ia juga menganjurkan untuk menggunakan tabir surya saat aktivitas di luar rumah.

"Gunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan menyerap keringat (seperti katun) serta berwarna cerah yang memantulkan panas," jelas dia.

Terakhir, ia menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas berat yang menguras energi di bawah terik matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang berstatus Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPN).
    BMKG
  • liputan6
    Gempa bumi yang terjadi di Muna, Pangandaran, dan Sukabumi pada Mei 2026 memiliki penyebab bervariasi, termasuk aktivitas sesar aktif bawah laut dan gempa dangkal.
    Penyebab Gempa Mei
  • liputan6
    Informasi gempa bumi terkini di Indonesia mencakup data kejadian, lokasi pusat gempa, penyebab, fenomena gempa susulan, serta peran BMKG dalam pemantauan dan peringatan dini.
    Gempa Terkini Indonesia
  • Penyebab gempa bumi adalah pergerakan lempeng bumi atau kerak bumi.
    Gempa bumi di Indonesia disebabkan oleh interaksi dinamis empat lempeng tektonik utama yang mengakibatkan pelepasan energi secara tiba-tiba dari patahan batuan di kerak bumi.
    Penyebab Gempa Bumi
  • Panas
  • Panas Ekstrem
  • Kemarau
  • Cuaca