Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Solusi Tunggal Atasi Banjir Jakarta

Ia mengatakan, Operasi Modifikasi Cuaca harus dilihat sebagai bagian dari spektrum besar penanggulangan banjir Jakarta

Diterbitkan 28 Januari 2026, 16:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPD Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) perlu dipahami secara proporsional sebagai salah satu instrumen mitigasi bencana hidrometeorologi, bukan solusi tunggal dalam penanggulangan banjir Jakarta.

Hal ini perlu disampaikan merespons berbagai pandangan dan kritik terkait keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pelaksanaan OMC di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Fahira Idris, langkah yang diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung menunjukkan adanya upaya respons cepat untuk melindungi warga dari risiko banjir akibat hujan ekstrem. Itulah kenapa, OMC sejak awal memang dirancang sebagai kebijakan jangka pendek dan bersifat antisipatif, bukan pengganti dari upaya penanggulangan banjir yang bersifat struktural dan jangka panjang.

“Operasi Modifikasi Cuaca harus dilihat sebagai bagian dari spektrum besar penanggulangan banjir Jakarta. Kebijakan bukan solusi tunggal, melainkan instrumen tambahan yang digunakan dalam situasi tertentu, terutama ketika prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan ekstrem yang dapat melampaui daya dukung sistem pengendalian air kota,” ujar Fahira Idris, Rabu (28/1).

Senator Jakarta ini menilai, kritik terhadap OMC merupakan hal yang wajar dan patut dihargai sebagai bagian dari kontrol publik. Kritik tersebut, menurutnya, justru penting agar setiap kebijakan berbasis teknologi tetap dievaluasi secara ilmiah, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, ia mengingatkan agar diskursus publik juga melihat konteks yang lebih luas, yakni bahwa OMC tidak berdiri sendiri dan tidak dijalankan secara serampangan.

Pelaksanaan OMC dilakukan melalui koordinasi berbagai lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, dengan tujuan utama meredistribusi curah hujan agar sebagian presipitasi terjadi di wilayah perairan sebelum awan hujan mencapai daratan. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menurunkan intensitas hujan di Jakarta pada periode kritis, sehingga risiko banjir dapat ditekan

Lebih lanjut, Fahira Idris menekankan bahwa penanggulangan banjir Jakarta tidak bisa dilepaskan dari pembangunan sistem yang komprehensif dan berkelanjutan. Ia mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang terus memperkuat solusi struktural, seperti pembangunan dan revitalisasi waduk, normalisasi dan penataan sungai, peningkatan kapasitas pompa, serta penguatan sistem drainase kota.

“Pengalaman banjir yang terus berulang mengajarkan kita bahwa tidak ada solusi instan. Jakarta membutuhkan pendekatan dari hulu hingga hilir, dari infrastruktur keras seperti waduk dan pompa, hingga solusi berbasis alam seperti ruang terbuka hijau, sumur resapan, dan drainase vertikal,” ungkapnya.

 

Kolaborasi Regional

Selain itu, Fahira Idris kembali menekankan pentingnya kolaborasi regional Jabodetabek dalam pengelolaan daerah aliran sungai. Menurutnya, banjir Jakarta tidak hanya dipengaruhi hujan lokal, tetapi juga kiriman air dari wilayah penyangga serta ancaman rob di pesisir. Karena itu, koordinasi lintas daerah harus menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pengendalian banjir.

“OMC boleh digunakan sebagai langkah antisipatif jangka pendek saat cuaca ekstrem, tetapi pada saat yang sama, agenda besar penanggulangan banjir Jakarta harus terus diperkuat secara konsisten. Tujuannya satu, melindungi keselamatan warga dan membangun Jakarta yang semakin tangguh menghadapi risiko iklim di masa depan,” pungkas Fahira Idris.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Banjir Jakarta adalah fenomena berulang yang disebabkan oleh berbagai faktor, menimbulkan dampak signifikan, dan memerlukan penanganan serta sistem peringatan dini yang efektif.
    Banjir Jakarta