Banjir Bawa Berkah, Agus Untung Besar dalam 3 Jam dari Usaha Angkut Gerobak

Agus lupa berapa banyak orang dan kendaraan yang diangkut. Yang pasti, katanya, dalam waktu 3 jam, keuntungan didapat sangat menjanjikan.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 14:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Banjir di Jalan Kembangan Raya lumpuhkan lalu lintas, menciptakan peluang jasa angkut gerobak.
  • Agus raup Rp 800 ribu dalam beberapa jam dari jasa angkut orang/motor seharga Rp 20.000.
  • Banjir 60 cm sebabkan kemacetan parah dan ratusan motor mogok di Jalan Outer Ring Road.

Liputan6.com, Jakarta - Banjir membuat ruas Jalan Kembangan Raya, Kembangan Selatan, Jakarta Barat lumpuh total. Kondisi ini dimanfaatkan sejumlah orang untuk membuka jasa angkut orang dan kendaraan menggunakan gerobak.

Seperti dikisahkan Agus. Kondisi masyarakat yang kebingungan karena akses jalan terpuluh langsung dimanfaatkan sebagai peluang usaha. Dia sigap membawa gerobaknya dan menawarkan jasa angkut. Agus sudah bersiaga di lokasi sejak 07.00 Wib. Tak ada usaha sia-sia, ide mendadak itu menghasilkan pundi-pundi.

"Sekarang udah ada Rp 800 ribu-an sampai pukul 10.30 Wib dari tadi jam 07.00 WIB," kata Agus di lokasi, Selasa (5/5/2026).

 

Biaya Angkut Rp 20.000/Orang

Agus mengatakan, satu sepeda motor atau orang yang hendak menyeberang ke area kering Jalan Outer Ring Road dari arah Karang Tengah dikenakan biaya Rp 20 ribu.

"Kita awalnya kerja tiga orang. Sekarang sisa dua, satu yang narik di depan, satu dorong dari belakang. Jadi antar ke sana (Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng). Satu motor, Rp20 ribu," kata Agus.

Agus mengaku, banjir yang kerap melanda kawasan kolong Ring Road Puri Kembangan menjadi kesempatan baginya untuk mendulang Rupiah.

Bahkan, di lingkungan tempat tinggalnya, yakni RT 02 RW 01 Kembangan Selatan, ada lima gerobak yang kerap beroperasi.

"Biasanya yang keluar ada lima gerobak, tapi enggak tau tadi yang lain kemana. Itu lima gerobak dari RT 02 doang. Emang ciri khas warga Kembangan ini," kata Agus.

Agus dan rekannya menggunakan gerobak besi berukuran 50 x 100 sentimeter (cm). Ukuran gerobak itu cukup untuk satu sepeda motor ditambah satu pengendara.

Agus bertugas menavigasikan gerobak dari depan, sementara rekannya mendorong dari belakang. Di lokasi tampak anak-anak sedang bermain, bergelantungan pada buntut kendaraan roda empat yang lewat menerobos genangan banjir.

Pada pukul 11.00 WIB, arus lalu lintas dari Cengkareng menuju Kembangan maupun arah sebaliknya macet hingga padat merayap. Banjir setinggi 60 cm membuat sejumlah kendaraan tertahan di bawah kolong tol.

 

Banjir Bikin Ratusan Mogok

Selain itu, ratusan sepeda motor yang nekat menerobos banjir berakhir mogok hingga menumpuk di pinggir Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng.

Kondisi itu membuat arus lalu lintas Jalan Kembangan Raya dan Jalan Outer Ring Road macet parah. Kemacetan terpantau padat mulai pukul 09.00 WIB, ketika volume kendaraan meningkat di tengah kondisi jalan yang tergenang.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6