350 Kios Terbakar, Manajemen Pasar Induk Kramat Jati Cek Kelayakan Gedung

Manajemen pasar masih memfokuskan diri pada kajian menyeluruh terhadap kondisi bangunan, khususnya struktur gedung yang terdampak kebakaran.

Diterbitkan 09 Januari 2026, 08:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Manajemen Pasar Kramat Jati kaji struktur Blok C2 pasca-kebakaran dengan tim independen.
  • Kajian ini akan menentukan revitalisasi atau pembangunan ulang serta kelayakan bangunan jangka panjang.
  • Pengecekan baru dimulai, sementara aktivitas pasar dan pedagang tetap berjalan normal.

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Pasar Induk Kramat Jati melibatkan tim independen untuk mengecek dan mengkaji kondisi keseluruhan struktur gedung sebelum mengambil keputusan terkait renovasi ratusan kios di Los Buah Blok C2 yang sebelumnya terbakar.

Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memutuskan apakah bangunan tersebut akan direvitalisasi atau dibangun ulang secara total.

“Terhadap lokasi Blok C2 yang terbakar itu memang sedang kita lakukan pengkajian terlebih dahulu bersama pihak independen, baik itu struktur dan sebagainya,” kata Agus di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.

Ia menjelaskan, manajemen pasar masih memfokuskan diri pada kajian menyeluruh terhadap kondisi bangunan, khususnya struktur gedung yang terdampak kebakaran.

“Dari hasil kajian itu, nanti baru kita tentukan langkah-langkah berikutnya terhadap bangunan di lokasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Agus, pemeriksaan dilakukan secara serius dengan melibatkan pihak independen guna memastikan hasil kajian bersifat objektif dan akurat. Kajian tersebut bertujuan untuk mengetahui kelayakan bangunan pasar dalam jangka panjang.

“Kami telah melibatkan teman-teman dari pihak independen untuk melakukan pengetesan struktur bangunan, apakah bangunan pasar ini masih cukup layak untuk digunakan puluhan tahun ke depan atau tidak,” jelas Agus.

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan struktur nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan apakah Blok C2 akan direvitalisasi atau justru dibangun ulang secara total.

“Dari hasil itu, nanti akan kita tentukan langkah selanjutnya, apakah akan dilakukan revitalisasi atau pembangunan secara total,” tegasnya.

Agus menambahkan, proses pengecekan struktur oleh tim independen baru dimulai pada awal pekan ini, tepatnya pada Senin (5/1). Ia berharap hasil kajian tersebut dapat segera keluar agar arah penanganan Blok C2 bisa segera ditetapkan.

“Baru kemarin dilakukan pengecekan struktur. Kita berharap dari hasil itulah bisa ditentukan apakah bangunan ini masih cukup layak atau tidak untuk dilakukan revitalisasi,” ucapnya.

 

Aktivitas Pasar Sudah Berjalan

Sementara itu, Agus memastikan aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati tetap berjalan pascakebakaran. Para pedagang terdampak telah direlokasi ke tempat penampungan sementara dan kembali berjualan.

“Alhamdulillah, pedagang telah kita lakukan relokasi dan telah menempati tempat penampungan yang baru. Saat ini, mereka sudah aktif berjualan kembali,” katanya.

Seperti diketahui, kebakaran melanda Los Buah Blok C2 Pasar Induk Kramat Jati pada 15 Desember 2025. Sedikitnya 350 kios di kawasan tersebut hangus terbakar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.15 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pedagang.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur mengerahkan 95 personel untuk memadamkan api, dibantu 19 unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari 16 unit dari Jakarta Timur, dua unit bantuan dinas, serta satu unit dari Jakarta Selatan.

Api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam. Proses pendinginan dimulai sekitar pukul 08.20 WIB, dengan petugas menyisir area kios terdampak, termasuk bagian atap dan sela-sela bangunan, serta mengurai material yang terbakar guna mempercepat pendinginan dan mencegah api kembali menyala.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6