Warga Jakarta Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem hingga 6 November 2025

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan dan banjir akibat curah hujan yang mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.

Diterbitkan 01 November 2025, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang berlaku hingga 6 November 2025.

Pasalnya, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan-sedang hingga periode 6 November 2025.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan dan banjir akibat curah hujan yang mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.

“Warga diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem,” demikian keterangan BPBD DKI Jakarta dalam laman Instagram @bpbddkijakarta, dikutip Sabtu (1/11/2025).

 

Siap Siaga

Masyarakat juga diingatkan agar siap siaga untuk menyiapkan perlengkapan seperti payung, jas hujan, dan tas siaga bencana. Langkah antisipatif ini dinilai penting agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi.

Selain itu, masyarakat juga diminta memantau informasi terkini tinggi muka air melalui situs bpbd.jakarta.go.id/waterlevel dan memperbarui informasi banjir di pantaubanjir.jakarta.go.id.

“Informasi banjir terkini dapat dipantau melalui situs https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt,” tulis BPBD dalam unggahan tersebut.

 

Pemantauan

Pemantauan secara daring oleh masyarakat ini diharapkan membantu untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitarnya secara real-time.

Selain itu, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan potensi genangan atau banjir di wilayah DKI Jakarta melalui aplikasi JAKI agar penanganan di lapangan dapat dilakukan dengan cepat. Sebab, laporan warga menjadi salah satu sumber penting dalam upaya mitigasi bencana di wilayah ibu kota.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6