Ditjenpas Jabar Soal Kamar Mewah di Lapas Cibinong: Itu Rumah Dinas

Kanwil Ditjenpas Jabar Dalami Terkait Rumah Dinas Lapas Cibinong

Diterbitkan 24 September 2026, 14:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat mendatangi Lapas Kelas IIA Cibinong. Kedatangan rombongan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat guna menindaklanjuti polemik Lapas Cibinong saat kedatangan Ombudsman RI.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno mengatakan, kedatangannya ke Lapas Cibinong untuk menindaklanjuti terkait temuan Ombdusman. Pihaknya melakukan pendalaman terkait kunjungan Ombudsman ke Lapas Cibinong.

"Saya ingin menyampaikan pendalaman awal saja, karena pendalaman tetap berjalan dan nanti akan dilanjutkan oleh tim yang sedang melakukan pendalaman," ujar Yudi, Kamis (24/9/2026).

Adapun adanya laporan kamar berfasilitas mewah dan ditemukan sejumlah warga binaan, Yudi menegaskan, bahwa lokasi tersebut merupakan lokasi asimilasi.

Dahulunya lokasi tersebut merupakan sarana asimilasi dan edukasi kepada warga binaan.

"Di sana terdapat beberapa rumah dinas jabatan. Jadi rumah yang didatangi oleh Tim Ombudsman adalah rumah-rumah dinas jabatan yang memiliki SK Rumah Jabatan," jelas Yudi.

Meskipun begitu, Ditjenpas Jawa Barat akan melakukan pendalaman apabila di lokasi tersebut terdapat hal yang tidak sesuai. Pihaknya akan menindaklanjuti dan melaporkan kepada kementerian apabila terdapat temuan yang perlu dilakukan perbaikan.

"Ini sedang kami dalami oleh tim. Komitmen pimpinan, kami akan lakukan pemeriksaan dan akan kami tindak sesuai aturan secara proporsional," terang Yudi.

Yudi menilai, lokasi asimiliasi di suatu lapas berbeda dengan lapas lainnya. Adapun lokasi asimiliasi yang berada di Lapas Cibinong, merupakan area rumah dinas Lapas Cibinong.

"Itu adalah kompleks perumahan dinas yang di dalamnya ada sarana asimilasi dan edukasi. Penghuninya bekerja di rumah tersebut pada siang hari, pagi sampai sore, sebagai sarana asimilasi dan edukasi," ucap Yudi.

 

Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong

Sementara, Ombudsman mengungkapkan menemukan sejumlah bangunan hunian yang menyerupai homestay atau penginapan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hunian tersebut memiliki sejumlah tipe dengan fasilitas layaknya tempat penginapan.

Temuan itu didapati Ombudsman saat melakukan kunjungan tanpa pemberitahuan ke Lapas Kelas IIA Cibinong pada Rabu, 23 September 2026. Anggota Ombudsman Syafrida R. Rasahan mengatakan terdapat beberapa bangunan hunian di area lapas yang memiliki bentuk dan fasilitas berbeda.

"Kemudian juga terdapat rumah seperti klaster. Jadi kita masuk pertama, sebelah kanan itu ada seperti rumah petak warna catnya warna krem atau warna kuning, kemudian di sebelah kiri agak beda berapa meter mungkin sekitaran 10 sampai 20 meter, berdirilah rumah yang bercat warna putih yang berpintu hitam," kata Syafrida dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).

Syafrida menyebut terdapat pula bangunan yang bentuknya menyerupai vila. Ketika ditanyakan kepada petugas, bangunan tersebut disebut sebagai rumah asimilasi.

"Sedangkan yang seperti vila ini itu dari rumah warna putih tadi itu belok ke kanan. Nah teman-teman bisa membayangkan nanti kita akan ada peta yang akan kita sampaikan ke teman-teman, belok ke kanan itu ada rumah dinas Kalapas," ungkap dia.

Ombudsman kemudian mengecek bagian dalam salah satu bangunan tersebut. Di dalamnya ditemukan sejumlah fasilitas rumah tangga, mulai dari sofa, kulkas, televisi hingga meja makan.

"Ketika ditanyakan petugas menyampaikan bahwa itu rumah tersebut adalah rumah asimilasi. Nah kemudian kami mengecek isi dalam rumah tersebut ya, ini yang kami dapati teman-teman, ada berisi sofa, kulkas, televisi, meja makan ya," jelas Syafrida.

 

Temui Warga Binaan di Salah Satu Kamar Mewah

Tidak hanya itu, Syafrida melanjutkan bahwa Ombudsman juga menemukan warga binaan berada di dalam salah satu hunian tersebut. Warga binaan itu mengakui dirinya sebagai warga binaan ketika ditemui tim Ombudsman.

"Dan di dalam rumah kami mendapati dihuni oleh warga binaan ya, di mana menurut keterangan warga binaan yang ditemui yang bertemu dengan tim Ombudsman dan kemudian dia menjawab memang dia adalah warga binaan ya," katanya.

Syafrida berujar bahwa terdapat beberapa tipe hunian lain yang ditemukan Ombudsman di Lapas Kelas IIA Cibinong. Kondisi di dalamnya disebut memiliki standar seperti penginapan.

"Ini di dalamnya tetap sama ada berbeda ya, peruntukannya kelihatannya ada standarisasi juga ya seperti penginapan ada yang kamar suite, deluxe, sama yang superior sepertinya seperti itu ya," kata Syafrida.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6