5 Penyebab Lele Lambat Besar di Kolam Terpal dan Cara Mengatasinya

Penyebab lele lambat besar di kolam terpal ternyata bisa dikenali sejak dini. Simak lima penyebab utama dan cara mengatasinya di sini.

Diterbitkan 24 September 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pembudidaya pemula mengeluh lele di kolam terpal tumbuh sangat lambat meski sudah diberi pakan setiap hari. Padahal modal, waktu, dan tenaga sudah dikeluarkan sejak awal masa tebar benih. Kondisi ini membuat masa panen mundur dan biaya pakan terus membengkak tanpa hasil yang sepadan.

Sebagian orang mengira lele lambat besar hanya soal jumlah pakan yang kurang. Padahal ada beberapa faktor lain yang sering luput dari perhatian, mulai dari kondisi air sampai cara menebar benih. Faktor-faktor ini bisa terjadi bersamaan dan saling memperberat satu sama lain.

Berikut ini adalah beberapa penyebab lele lambat besar di kolam terpal yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (24/9/2026). Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini dan temukan cara mengatasinya sehingga ikan lele di kolam bisa cepat tumbuh besar dan bisa dipanen lebih cepat.

Kualitas Air Kolam Menurun

Air adalah tempat lele hidup sepanjang hari, sehingga kondisinya sangat menentukan pertumbuhan ikan. Sisa pakan yang tidak habis dan kotoran ikan akan mengendap di dasar kolam. Endapan ini lama-lama berubah menjadi zat yang membuat air menjadi keruh dan berbau menyengat.

Zat sisa tersebut bisa mengganggu pernapasan lele meski lele dikenal tahan hidup di air kotor. Ikan yang terganggu pernapasannya akan menghabiskan energi untuk bertahan hidup, bukan untuk tumbuh. Akibatnya nafsu makan menurun dan pertambahan berat badan lele menjadi sangat lambat dari waktu ke waktu.

Kolam yang jarang dikuras atau diganti airnya berisiko besar mengalami masalah ini. Terutama pada kolam terpal yang ukurannya terbatas, penumpukan kotoran terjadi lebih cepat dibanding kolam tanah yang luas. Pergantian air secara berkala menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam pemeliharaan lele.

Kepadatan Tebar Terlalu Tinggi

Menebar benih lele dalam jumlah banyak memang terasa menguntungkan karena hasil panen bisa lebih besar. Namun jika jumlah benih tidak sesuai dengan ukuran kolam, ikan akan berebut ruang gerak dan oksigen. Kondisi berdesakan ini membuat lele mudah stres sepanjang masa pemeliharaan.

Ikan yang stres cenderung malas bergerak mencari makan meski pakan sudah ditebar secara cukup. Selain itu, kepadatan tinggi juga mempercepat penurunan kualitas air karena jumlah kotoran yang dihasilkan ikan menjadi lebih banyak. Dua masalah ini muncul bersamaan dan saling memperparah kondisi kolam.

Ukuran ideal kolam terpal biasanya menampung jumlah benih tertentu per meter kubik air, tergantung sistem yang digunakan. Menebar benih melebihi kapasitas yang wajar justru berisiko menurunkan hasil panen secara keseluruhan. Perhitungan kepadatan tebar sebaiknya dilakukan sejak awal sebelum benih dimasukkan ke kolam.

Pakan Tidak Sesuai Kebutuhan

Pakan menjadi sumber energi utama bagi pertumbuhan lele, sehingga jenis dan jumlahnya harus diperhatikan dengan baik. Pakan dengan kandungan protein rendah membuat lele tidak mendapat asupan yang cukup untuk membentuk daging. Pertumbuhan pun berjalan jauh lebih lambat dibanding lele yang diberi pakan berkualitas baik.

Selain kandungan gizi, jadwal pemberian pakan juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan lele. Pemberian pakan yang tidak teratur membuat lele kehilangan pola makan yang stabil. Lele yang sering telat makan cenderung memiliki nafsu makan tidak menentu saat pakan akhirnya ditebar.

Ukuran pakan yang tidak sesuai bukaan mulut lele juga menjadi masalah tersendiri, terutama pada benih yang masih kecil. Lele yang kesulitan memakan pakan berukuran besar akan menghabiskan sedikit pakan meski pakan ditebar dalam jumlah banyak. Penyesuaian ukuran pakan dengan umur lele perlu dilakukan secara bertahap.

Serangan Penyakit dan Parasit

Lele yang terserang penyakit akan mengalihkan sebagian besar energi tubuhnya untuk melawan infeksi, bukan untuk tumbuh. Kondisi ini membuat pertambahan berat badan lele terhenti meski pakan tetap diberikan seperti biasa. Beberapa penyakit bahkan membuat lele kehilangan nafsu makan sepenuhnya.

Parasit yang menempel di tubuh atau insang lele juga mengganggu proses pernapasan dan penyerapan makanan. Lele yang terganggu insangnya akan kesulitan mendapat oksigen yang cukup meski air kolam terlihat bersih. Gangguan ini sering tidak terlihat langsung oleh mata sehingga penyebab lambatnya pertumbuhan sulit dikenali.

Penyakit dan parasit biasanya muncul akibat kualitas air yang buruk atau kepadatan tebar yang tinggi. Ketiga masalah ini saling berkaitan dan jarang berdiri sendiri di lapangan. Pengecekan kondisi fisik lele secara rutin membantu mengenali gejala penyakit sejak dini sebelum menyebar ke seluruh kolam.

Bibit Lele Berkualitas Rendah

Benih yang dipakai sejak awal sangat menentukan hasil akhir budidaya lele. Benih dari indukan yang kurang baik cenderung memiliki pertumbuhan tidak merata sejak masa awal pemeliharaan. Sebagian tumbuh cepat, sementara sebagian lainnya tetap kecil meski sudah diberi perlakuan yang sama.

Benih yang tidak disortir berdasarkan ukuran juga menjadi penyebab tersembunyi lele lambat besar. Lele berukuran besar cenderung mendominasi saat berebut pakan, sehingga lele kecil kalah bersaing setiap kali makan ditebar. Lama-kelamaan jarak pertumbuhan antar ikan semakin lebar.

Kebiasaan lele yang bersifat kanibal turut memperparah kondisi ini jika benih dibiarkan bercampur tanpa sortir. Lele kecil yang tertekan akan lebih memilih bersembunyi dibanding mencari makan secara aktif. Sortir ukuran benih secara berkala menjadi langkah penting agar pertumbuhan lele lebih merata.

 

Tips Mengatasi Lele Lambat Besar di Kolam Terpal

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menerapkan cara mengatasi masalah ini secara bertahap. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan pembudidaya lele di kolam terpal.

- Ganti Air Secara Berkala: Kuras sebagian air kolam setiap tiga sampai lima hari sekali, atau lebih cepat jika air sudah terlihat keruh dan berbau. Cukup ganti sepertiga sampai setengah volume air agar mikroorganisme baik di kolam tidak ikut terbuang bersama air lama.

- Sesuaikan Jumlah Benih dengan Kolam: Hitung kapasitas kolam sebelum menebar benih agar lele memiliki ruang gerak yang cukup. Jumlah benih yang sesuai membuat lele tidak saling berebut oksigen dan ruang, sehingga energi ikan lebih banyak terpakai untuk tumbuh dibanding bertahan hidup.

- Pilih Pakan Berkualitas Baik: Gunakan pakan dengan kandungan gizi yang sesuai dengan umur lele sejak masa awal pemeliharaan. Pakan yang tepat membantu pertumbuhan berjalan merata dan mengurangi risiko sebagian lele tumbuh besar sementara sebagian lainnya tertinggal jauh di belakang.

- Beri Pakan Sesuai Jadwal Tetap: Beri pakan dua sampai tiga kali sehari pada jam yang sama setiap hari, misalnya pagi sekitar pukul 07.00–08.00 dan sore sekitar pukul 16.00–17.00. Jadwal yang konsisten membuat lele terbiasa aktif mencari makan pada waktu yang sama setiap harinya.

- Sortir Ukuran Lele Secara Rutin: Pisahkan lele berukuran besar dan kecil ke kolam yang berbeda agar persaingan mendapat pakan menjadi lebih adil. Pemisahan ini mencegah lele kecil terus tertekan dan membantu pertumbuhan seluruh populasi menjadi jauh lebih merata dari waktu ke waktu.

- Beli Benih dari Sumber Terpercaya: Pilih benih dari indukan yang jelas asal-usulnya dan sudah terbukti kualitasnya di lapangan. Benih yang baik sejak awal membuat pertumbuhan lele lebih merata dan mengurangi risiko masalah yang muncul di tengah masa pemeliharaan.

- Amati Kondisi Fisik Lele Setiap Hari: Perhatikan gerak, warna tubuh, dan nafsu makan lele secara rutin untuk mengenali tanda penyakit sejak dini. Pengamatan yang telaten membantu pembudidaya mengambil tindakan cepat sebelum masalah menyebar ke seluruh kolam terpal.

Pertanyaan Seputar Penyebab Lele Lambat Besar di Kolam Terpal

Berapa lama lele biasanya siap panen di kolam terpal?

Lele biasanya siap panen dalam waktu dua sampai tiga bulan sejak masa tebar benih, tergantung ukuran benih dan perawatan yang diterapkan selama pemeliharaan.

Apakah air kolam terpal harus diganti setiap hari?

Air tidak perlu diganti setiap hari, cukup dilakukan secara berkala setiap beberapa hari sekali sesuai kondisi kekeruhan dan bau air kolam.

Kenapa lele di kolam terpal ada yang besar dan ada yang tetap kecil?

Perbedaan ukuran ini biasanya terjadi karena lele besar mendominasi saat berebut pakan, sehingga lele kecil kalah bersaing dan pertumbuhannya tertinggal.

Apakah pemberian pakan berlebihan bisa mempercepat pertumbuhan lele?

Pakan berlebihan justru berisiko mencemari air kolam karena sisa pakan yang tidak habis akan mengendap dan menurunkan kualitas air secara cepat.

Bagaimana cara mengetahui lele di kolam terpal sedang sakit?

Tanda lele sakit bisa dikenali dari nafsu makan yang menurun, gerakan yang lambat, serta munculnya bercak atau luka pada tubuh dan insang ikan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6