Pembangunan Jalan Raya Sawangan Depok Direstui Presiden Prabowo

Wali Kota Depok, Supian Suri sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Diperbarui 15 Juli 2025, 15:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Depok berusaha melakukan pelebaran Jalan Raya Sawangan, Depok. Terkini, rencana pelebaran Jalan Raya Sawangan telah mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan video yang beredar, Wali Kota Depok, Supian Suri bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Menteri BUMN, Erick Thohir. Pada video tersebut, Kota Depok salah satunya akan mendapatkan bantuan pelebaran Jalan Raya Sawangan.

Masih merujuk video yang beredar, Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan, pelebaran Jalan Raya Sawangan mendapatkan bantuan pengerjaan melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan.

“Kemarin, Alhamdulillah Pak Presiden (Prabowo Subianto) udah mau bantu lewat Menteri PU, udah mau membantu yang Sawangan (pelebaran Jalan Raya Sawangan), jalan nasional supaya mengurangi macet dan puteran Jagorawi,” ujar Erick pada video yang diterima Liputan6.com, Selasa (15/7/2025).

Hal itupun dibenarkan Wali Kota Depok, Supian Suri saat ditemui di Balai Kota Depok usai memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah. Pertemuan antara Supian dan Erick Thohir tentang kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya dengan Kota dan Kabupaten.

“Ya terkait dengan ini (pelebaran jalan) kita terus berkoordinasi, berkomunikasi dengan Pak Menteri PU yang menangani terkait dengan jalan nasional,” ujar Supian.

Supian mengungkapkan, Pemerintah Kota Depok berusaha menata jalan di Kota Depok, salah satunya jalan nasional. Pemerintah Kota Depok berharap dukungan anggaran dari APBN maupun yang sudah dialokasikan khususnya Jalan Raya Sawangan.

“Pembebasan lahan untuk merekayasa Jalan Raya Sawangan sehingga mengurai kemacetan,” ungkap Supian.

Adapun beberapa titik kemacetan di Jalan Raya Sawangan meliputi pertigaan Jalan Keadilan, pertigaan Parung Bingung, sampai Tugu Batu Sawangan. Rencana pembebasan lahan di Jalan Raya Sawnagan dilakukan pada perubahan anggaran 2025.

“Nanti 2026 proses infrastrukturnya bisa kita alokasikan anggaran dari APBD dan untuk dari APBN pelebaran jalan di jalan nasional eksisting nya,” terang Supian.

 

Respons Keluhan Warga

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah merespons cepat keluhan warga terhadap Jalan Raya Sawangan. Chandra melihat secara langsung dan mendapati tujuh titik sumber kemacetan di Jalan Raya Sawangan.

Chandra Rahmansyah mengatakan, telah melihat secara langsung kemacetan di Jalan Raya Sawangan. Di lokasi Chandra langsung meminta pejabat Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Depok melakukan pengecekan bersama.

“Tadi kami sudah langsung petakan ada tujuh titik sumber kemacetan di sana, sementara ya, dari keluar tol Sawangan,” ujar Chandra kepada Liputan6.com, Minggu (23/2/2025).

Chandra menjelaskan, langkah sementara untuk mengurai kemacetan, Pemerintah Kota Depok akan menempatkan anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Depok. Nantinya di tiap titik akan ditempatkan anggota personil dari Satpol PP dan Dinas perhubungan Kota Depok.

“Akan menempatkan dua orang anggota Satpol PP dan dua orang Dinas Perhubungan, untuk memastikan petugas kita ada di sumber-sumber kemacetan itu,” ucap Chandra.

 

Intervensi Sumber Kemacetan

Anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan mengintervensi sumber kemacetan yang diharapkan bisa mengurai kemacetan. Chandra mengakui pada tahun ini belum dapat melakukan pelebaran Jalan Raya Sawangan.

“Dikarenakan kami sudah pastikan gak mungkin di 2025 ini, kami melakukan pelebaran di daerah Sawangan karena anggaran 2025 ini kan, bukan kami yang menyusun,” terang Chandra.

Atas dasar tersebut, Chandra menilai diperlukan intervensi pada titik-titik sumber kemacetan. Adapun titik sumber kemacetan seperti pertigaan Arco Sawangan dan Parung Bingung.

“Kemudian pada pertigaan Parung Bingung, saya lihat tuh ada angkot yang ngetem, nanti tidak boleh seperti itu,” tegas Chandra.

Selain menempatkan anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Depok, lanjut Chandra, akan ada penambahan sejumlah rambu himbauan dan larangan. Tidak hanya di Jalan Raya Sawangan, intervensi akan dilanjutkan ke Jalan Raya Muchtar.

“Bukan hanya itu ya, tadi akan ditambahkan rambu-rambu disana, kemudian nanti titik-titik lainnya di pertigaan Sawangan Baru, Abdul Wahab,” ungkap Chandra.

Chandra melihat, Jalan Raya Sawangan sudah tidak dapat menampung volume kendaraan sehingga diperlukan pelebaran jalan. Selain itu, diperlukan penambahan jalan-jalan baru untuk memudahkan akses lalu lintas warga.

“Menurut saya pengaturan lalu lintas harus tepat mengurai kemacetan, juga mungkin jalan-jalan baru,” kata Chandra. (Dicky Agung Prihanto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6