Menhut Raja Juli Tinjau Desa yang Jadi Jalur Gajah di Aceh Tengah

Raja Antoni dalam kunjungannya mengecek progres preservasi Gajah yang dinamakan Peusangan Elephant Conservation Initiative Aceh (PECI Aceh).

Diperbarui 19 Juni 2025, 22:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau Desa Karang Kampar, Aceh Tengah, yang sering dilalui gajah, dengan tujuan mengubah interaksi negatif menjadi positif.
  • Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk mengecek progres preservasi gajah melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative Aceh (PECI Aceh) di lahan pribadi Prabowo Subianto, dengan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan kolaborasi semua pihak.
  • Dubes Inggris mendukung penuh program konservasi ini sebagai bagian dari kemitraan strategis, dengan fokus pada kesejahteraan warga dan perlindungan gajah serta lingkungan hidup Aceh Tengah, dimana Prabowo menyumbangkan lahan pribadi yang bertambah dari 20 ribu menjadi 80 ribu hektare untuk konservasi gajah Sumatera.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan peninjauan ke Desa Karang Kampar, Aceh Tengah. Desa ini diketahui merupakan salah satu lokasi yang sering dilalui gajah.

"Hari ini langsung bertemu dengan masyarakat yang selama ini menghadapi masalah real, tadi istilahnya bukan konflik manusia dan gajah tapi interaksi antara manusia dan gajah. Tinggal kita geser nanti, dari interaksi yang negatif jadi interaksi yang positif," ujar Menhut Raja Juli Antoni, di Desa Karang Kampar, Bener Meriah, Aceh Tengah, Kamis (19/5/2025).

Raja Antoni dalam kunjungannya mengecek progres preservasi Gajah yang dinamakan Peusangan Elephant Conservation Initiative Aceh (PECI Aceh). PECI Aceh ini diketahui berlokasi di lahan pribadi Presiden Prabowo Subianto yang disumbangkan untuk konservasi gajah Sumatera.

Menhut Raja Antoni menyebut kunci keberhasilan program ini adalah keterlibatan masyarakat. Selain masyarakat, kolaborasi seluruh pihak juga diperlukan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melindungi alam dan satwa hingga meningkatkan ekonomi.

 

Masyarakat Diminta Terlibat Aktif

"Tadi saya mengimbau kepada masyarakat keberhasilan program ini kata kuncinya adalah keterlibatan masyarakat insya Allah kalau masyarakatnya terlibat aktif, bekerja sama dengan WWF, dengan teman-teman BKSDA yang ada di sini, kita insya Allah akan melihat hasilnya pada jangka pendek 2-5 tahun, jangka panjangnya 10 tahun," ujar Raja Antoni.

"Saya akan mengecek kesuksesan program ini, kita pastikan semua berhasil," sambungnya.

Dalam kunjungannya, Menhut Raja Antoni didampingi oleh Dubes Inggris untuk Indonesia Dominic Jermy, Komisaris WWF Indonesia Teuku A Khalid, hingga Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko. Pada kesempatan yang sama, Dubes Inggris mengaku pihaknya mendukung penuh program yang dijalankan sebagai bentuk dari kemitraan strategis.

 

Prabowo Sumbang Lahan Pribadi 20 Ribu Hektare

"Inggris mendukung upaya ini sebagai bagian dari kemitraan strategis Inggris dan Republik Indonesia. Kami mendukung inisiatif konservasi ini, ada dua tujuan, yang pertama adalah kesejahteraan warga kedua untuk melindungi gajah dan lingkungan hidup aceh Tengah," ujar Dominic.

Untuk diketahui, Prabowo telah menyumbangkan lahan pribadinya untuk konservasi gajah Sumatera sebanyak 20 ribu hektare di Aceh. Namun, Menhut mengatakan jumlah ini disebut bertambah menjadi 80 ribu hektare hal ini dibenarkan oleh Dubes Inggris untuk Indonesia Dominic Jermy.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6