Jarang Diketahui, Begini Prosedur Pemakaman Jemaah Haji yang Wafat di Makkah al Mukarramah

Jenazah jemaah haji Indonesia dan negara lain yang wafat di Makkah akan dimakamkan di pemakaman Al Sharayea, sedangkan pemakaman Al-Mualla atau Al-Ma'ala diperuntukkan khusus bagi penduduk Makkah.

Diterbitkan 18 Juni 2025, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jeddah - Hingga Rabu (18/6/2025), pukul 10.30 waktu Arab Saudi (WAS), 318 jemaah haji Indonesia wafat di Tanah Suci. Jenazah para jemaah tidak akan dikembalikan ke Tanah Air, melainkan dimakamkan di Arab Saudi, termasuk di Makkah jika meninggal di Tanah Haram itu. Lalu, bagaimana prosedur pemakamannya?

Zarkoni Hasbi Sudi, petugas layanan lansia Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, menjelaskan bahwa proses pemakaman jenazah di Makkah secara garis besar terbagi dua, yakni jenazah yang meninggal di hotel dan meninggal di rumah sakit. Ia menyebut di antara keduanya, pengurusan administrasi bagi jemaah yang meninggal di hotel agak lebih rumit dibandingkan jemaah yang meninggal di rumah sakit.

Saaat jemaah meninggal di hotel, PPIH Arab Saudi, tepatnya penghubung sektor, akan segera berkoordinasi dengan pihak syarikah yang menangani jemaah haji tersebut. Pihak syarikah bersangkutan kemudian datang ke hotel untuk mendata jemaah. Saat yang bersamaan, dokter kloter akan mengeluarkan sertifikat kematian (certificate of death/COD).

"Lalu, pihak syarikah bersama dokter kloter menuju KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) untuk mendapatkan surat keterangan dari dokter spesialisnya, spesialis jantung atau spesialis lainnya, menentukan riwayat penyakit jemaah yang wafat ini," kata Zarkoni kepada Media Center Haji di Makkah, Senin, 16 Juni 2025.

Setelah itu, jenazah akan dibawa pihak syarikah didampingi dokter kloter dan perwakilan sektor dari hotel menggunakan ambulans ke rumah sakit. "Kalau di Makkah ini, rumah sakitnya An Nur (RS Al Noor)," sambungnya.

 

Proses Pemandian Jenazah Jemaah yang Wafat

Zarkoni mengatakan setelah di rumah sakit, jenazah akan dicek oleh askar untuk memastikan kesesuaian data dan sebagainya. "Itu pun nggak memakan waktu lama. Paling lama satu jam. Setelah itu, baru tim dokter Rumah Sakit Al Noor memeriksa sebentar," lanjutnya.

Setelah proses pengecekan selesai, prosedur pemandian disiapkan kembali oleh syarikah yang mengurus jenazah jemaah. Pengurusan pemandian jenazah kemudian diambil alih oleh petugas sektor, didampingi ketua kloter dan keluarga yang berkenan mengikuti proses pemandian jenazah.

"Proses pemandian jenazah tidak dilaksanakan di rumah sakit, tapi ada pemandian khusus, tempat memandikan jenazah," ia menjelaskan.

Petugas tempat pemandian lah yang melakukannya. Ia bertugas memandikan jenazah hingga bersih, diberi parfum, membalut jenazah dengan dibalut kain kafan. Prosesnya bisa memakan waktu sejam.

"Begitu jemaah haji dikafankan, kemudian kita dipanggil ke ruangan khusus pemandian itu untuk memastikan apakah ini memang jemaah yang benar," sahutnya. Setelah dipastikan, barulah dipersiapkan ambulans untuk mengantar jenazah ke Masjidil Haram.

 

 

 

Jenazah Jemaah Haji Dishalatkan di Masjidil Haram

Zarkoni menjelaskan bahwa semua jemaah haji yang wafat di Makkah saat melaksanakan ibadah haji akan disalatkan di Masjidil Haram. Waktu shalatnya tergantung waktu pemandian selesai dan waktu shalat terdekat.

"Kalau sesudah mandikan jenazah itu jam 9 malam atau sesudah isya, kita harus menunggu. Kan enggak terkejar lagi. Enggak mungkin jenazah kita menunggu di Masjidil Haram sampai subuh, jadi menunggunya di tempat pemandian," ia menjelaskan.

Saat jenazah dishalatkan, posisi petugas sektor dan keluarga berada di belakang imam. Jemaah yang ada di Masjidil Haram juga ikut menyalatkan dari berbagai sudut masjid.

"Kita yang pengurus-pengurus ini ada tempat khusus untuk menyalatkan, ada tempat kita tersedia itu. Tidak seperti jemaah biasa, memang ditempatkan khusus kita untuk menyalatkan jenazah ini," sambungnya. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke tempat pemakaman.

Menurut Zarkoni, lokasi untuk jemaah haji Indonesia dan negara lainnya berada di Al-Sharayea, sedangkan pemakaman Al-Ma'alah dikhususkan untuk warga Makkah. Keluarga bisa ikut mengantar jenazah ke pemakaman dengan menumpang mobil ambulans. 

"Di pemakaman, untuk perempuan hanya sampai batas pintu gerbang. Mereka hanya menunggu di situ, yang laki-laki masuk ke daerah pemakaman, melaksanakan pengurusan jenazah, memakamkan," ia menambahkan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6