Cuaca Hari Ini Selasa 27 Mei 2025: Jakarta Berawan Tebal pada Pagi Hari

Cuaca pagi Jakarta hari ini, Selasa (27/5/2025) diprakirakan seluruh langitnya akan berawan tebal, tanpa terkecuali. Demikianlah prediksi cuaca hari ini.

Diterbitkan 27 Mei 2025, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca pagi Jakarta hari ini, Selasa (27/5/2025) diprakirakan seluruh langitnya akan berawan tebal, tanpa terkecuali. Demikianlah prediksi cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta pada siang hari juga diperkirakan masih berawan tebal, kecuali Jakarta Pusat yang akan berawan.

Kemudian pada malam harinya cuaca wilayah Jakarta sebagian cerah berawan. Kecuali di Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan, sementara Jakarta Pusat akan cerah.

Sementara untuk cuaca di wilayah penyangga Jakarta, yaitu Bekasi, Jawa Barat diprakirakan cuaca pagi hingga siang langit akan berawan tebal. Sedangkan malam harinya akan berawan.

Lalu, di wilayah Depok Jawa Barat pada pagi hingga malam hari diprediksi langitnya akan berawan tebal.

Kemudian, di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat cuaca pagi akan berawan tebal, siang hujan sedang, dan malam berawan.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal  Berawan Tebal   Berawan
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Berawan  Cerah
 Jakarta Selatan   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Cerah Berawan
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu   Berawan Tebal  Berawan Tebal   Berawan
 Bekasi   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan
 Depok   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Kota Bogor   Berawan Tebal  Hujan Sedang  Berawan

Anomali Cuaca, Hujan di Musim Kemarau

Fenomena alam yang tak biasa terjadi di Indonesia. Di tengah prediksi musim kemarau 2025 yang dimulai April hingga Juni, beberapa wilayah justru diguyur hujan deras di bulan Mei. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memberikan penjelasan terkait anomali cuaca ini.

Hujan deras yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia di bulan Mei, yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau, menimbulkan pertanyaan besar. BMKG memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena ini.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa bulan Mei masih merupakan masa peralihan musim atau pancaroba.

"Bulan Mei ini secara umum masih berada dalam masa peralihan musim dari hujan ke kemarau. Ditandai dengan cuaca panas pada pagi dan siang hari serta potensi hujan di sore atau malam hari," jelas Andri dikutip, Jumat (9/5/2025).

Kejadian hujan deras di tengah musim kemarau ini, menurut BMKG, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah dinamika atmosfer yang kompleks. 

Bibit Siklon 92S Picu Hujan Lebat

Selain itu, keberadaan bibit siklon 92S yang terpantau sejak 2 Mei 2025 juga berperan penting dalam memicu hujan lebat di beberapa daerah, khususnya di Jabodetabek.

Andri menambahkan, bibit siklon 92S yang bergerak ke arah barat dan barat daya memicu pertemuan massa udara (konvergensi). Pertemuan massa udara ini, ditambah dengan faktor angin, menyebabkan intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah.

"Yang paling dominan adalah keberadaan bibit siklon 92S yang mulai terpantau sejak 2 Mei 2025 pukul 13.00 WIB di sekitar perairan Jawa Tengah," tambah Andri.

Selain itu, faktor angin yang membawa massa udara lembap juga berkontribusi pada tingginya curah hujan. Bahkan, petir juga ikut berperan dalam meningkatkan intensitas hujan di sejumlah pulau di Jawa. Kondisi ini juga berdampak pada peningkatan kecepatan angin dan gelombang laut di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Bali.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6