Koperasi Desa di Daerah Terpencil yang Tuai Sorotan

Lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih menjadi sorotan.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 06:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Koperasi Desa Merah Putih, program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini tidak lepas dari pro kontra. Sorotan tajam ditujukan terkait lokasi pembangunan koperasi. Ada yang di tepi jurang, dekat kuburan hingga area terpencil.

Sorotan tersebut tidak hanya kritikan tertulis, namun berkembang menjadi parodi. Video-video itu pun bertebaran di sosial media.

Salah satu sorotan adalah Koperasi Merah Putih di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Koperasi Merah Putih dibangun di lereng gunung dan dikelilingi kebun.

Suasananya jauh dari permukiman dengan akses jalan yang dinilai belum memadai.

Informasi dihimpun, koperasi berada di Desa Sidokaton, Kecamatan Gisting, tepatnya di jalur pendakian via Sidokaton, di bawah lapangan desa.

Narasi tersebut kemudian menyebar luas dan memunculkan pertanyaan mengenai alasan pembangunan koperasi di lokasi yang dianggap terpencil.

Pemerintah Pekon Sidokaton bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih buka suara setelah video merekam keberadaan kopdes tersebut viral. Kepala Pekon Sidokaton, Indrio Basuki, menegaskan informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Mereka membantah bangunan koperasi berada di bawah Gunung Tanggamus atau jauh dari permukiman.

Menurut mereka, gedung KDMP justru berada di tengah lingkungan warga Pekon Sidokaton.

"Kami bersama-sama mengklarifikasi bahwa video yang beredar di TikTok terkait pembangunan Kopdes Merah Putih di Pekon Sidokaton yang disebut berada di bawah Gunung Tanggamus itu tidak benar. Bangunan Gedung Merah Putih berada di tengah-tengah permukiman warga Pekon Sidokaton," ujar Indrio Basuki dalam video klarifikasi tersebut, Selasa (7/7/2026).

Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kondisi serupa juga ditemukan. Koperasi Merah Putih dibangun di lereng Gunung Kendal.

Bahkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Mabes TNI turun ke lokasi untuk memastikan kabar tersebut.

Berdasarkan hasil peninjauan, tim menemukan bahwa pemilihan lokasi KDKMP di kawasan perbukitan merupakan bagian dari rencana pengembangan wilayah desa yang telah disusun untuk jangka panjang.

"Kami hadir langsung ke lapangan karena pengawasan harus melihat fakta secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan foto atau potongan informasi yang beredar," kata Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP RI Setia Pria Husada, dikutip dari Antara, Senin (8/6/2026).

"Setelah melihat kondisi riil, kami menemukan bahwa lokasi ini merupakan bagian dari perencanaan pengembangan kawasan desa yang memiliki orientasi jangka panjang dan mempertimbangkan potensi ekonomi yang ada," katanya.

 

Respons Pemerintah

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono angkat bicara soal viralnya viideo parodi lokasi Koperasi Merah Putih di lokasi terpencil. Ferry mengatakan respons masyarakat tersebut sebagai bentuk masukan yang akan dievaluasi pemerintah.

"Ya biasa kan di era sosial media ya mereka sebenarnya maksudnya baik dan mereka apa namanya mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi. Dan masukan-masukan itu tentu kita akan apa jadikan sebagai pertimbangan-pertimbangan untuk melihat," kata Ferry di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurut dia, bangunan yang berada di lokasi terpencil tidaklah banyak. Namun, Ferry berjanji akan mencari solusi terkait lokasi Koperasi Desa Merah Putih yang viral di media sosial.

"Tapi kan harus dilihat juga misalkan yang bangunan itu kan hanya berapa gitu tapi itu karena diviral tapi nggak ini kita cari solusinya," jelas Ferry.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6