Cuaca Indonesia Hari Ini Rabu 14 Februari 2024: Waspada Hujan Petir Mengguyur Siang Nanti

Pagi hari di Indonesia, Rabu (14/2/2024) saat pencoblosan Pemilihan Umum atau pencoblosan Pemilu 2024, sebagian langitnya diprediksi berawan, cerah berawan, berawan tebal, dan hujan ringan. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Diperbarui 15 Februari 2024, 21:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pagi hari di Indonesia, Rabu (14/2/2024) saat pencoblosan Pemilihan Umum atau pencoblosan Pemilu 2024, sebagian langitnya diprediksi berawan, cerah berawan, berawan tebal, dan hujan ringan. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Berdasarkan laporan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya www.bmkg.go.id, hujan ringan di pagi hari ini diprediksi guyur Jakarta Pusat, Jambi, Samarinda, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Kupang, dan Palembang.

Untuk siang nanti, cuaca Indonesia sebagiannya diprakirakan bakal berawan, cerah berawan, hujan ringan, hujan sedang, dan hujan petir.

Wilayah Gorontalo, Semarang, Pontianak, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Manokwari, Mamuju, Makassar, Padang, dan Palembang diprediksi turun hujan dengan intensitas ringan siang nanti.

Waspada hujan petir diprakirakan BMKG siang nanti ada di langit Bengkulu, Jambi, Surabaya, Banjarmasin, Kupang, dan Pekanbaru.

Sementara itu pada malam hari nanti, sebagian wilayah Indonesia diprediksi cerah, berawan, cerah berawan, hujan ringan, dan hujan petir.

Hujan ringan malam nanti diprakirakan guyur Banda Aceh, Jambi, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Kupang, Mamuju, dan Medan.

Malam nanti waspada hujan petir diprakirakan BMKG bakal mengguyur di Indonesia wilayah Surabaya dan Pekanbaru.

Berikut informasi prakiraan cuaca Indonesia selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resminya:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Banda Aceh  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Denpasar  Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Serang  Cerah Berawan  Hujan Sedang  Berawan
 Bengkulu  Berawan  Hujan Petir  Berawan
 Yogyakarta   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Berawan
 Jakarta Pusat   Hujan Ringan  Berawan  Cerah Berawan
 Gorontalo   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jambi   Hujan Ringan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Bandung   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Semarang   Cerah Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Surabaya   Berawan  Hujan Petir  Hujan Petir
 Pontianak   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Banjarmasin   Cerah Berawan  Hujan Petir  Berawan
 Palangkaraya  Berawan  Berawan  Berawan
 Samarinda  Hujan Ringan  Cerah Berawan  Cerah
 Tarakan   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Pangkal Pinang  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Berawan
 Tanjung Pinang   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Bandar Lampung  Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Ambon   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Ternate   Berawan  Hujan Ringan  Cerah
 Mataram   Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Kupang   Hujan Ringan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Kota Jayapura  Berawan  Berawan  Berawan
 Manokwari   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Pekanbaru   Berawan  Hujan Petir  Hujan Petir
 Mamuju   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Makassar   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Kendari   Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Manado    Berawan Tebal  Hujan Sedang  Berawan
 Padang   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Palembang  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Berawan
 Medan   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan

BMKG Minta Wilayah Ini Waspada Cuaca Ekstrem pada 9-14 Februari 2024

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, pada 4-7 Februari 2024 telah terjadi curah hujan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

"Wilayah tersebut adalah Cilacap (62.0 mm/hari), Juanda (60.3 mm/hari), Luwu Utara (53.8 mm/hari), Padang Panjang (89.5 mm/hari), Jayapura (73.0 mm/hari), Balikpapan (62.0 mm/hari), Jambi (53.0 mm/hari), Stagen Kotabaru (56.0 mm/hari), Bali (118.9 mm/hari), Makassar (52.0 mm/hari). Sedangkan curah hujan intensitas ekstrem terjadi di Perak Surabaya (166.0 mm/hari)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto kepada wartawan, Kamis, 8 Februari 2024.

Dia menambahkan, berdasarkan analisis data iklim BMKG, sekitar lebih dari 55% wilayah Zona Musim Indonesia diprediksikan memasuki puncak musim hujan pada periode bulan Januari - Februari 2024.

"Sementara itu kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan masih dapat memicu potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah," ujar dia.

Dinamika atmosfer tersebut ialah aktivitas Monsun Asia yang masih memicu potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di bagian tengah dan selatan.

Selain itu, aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang turut memicu peningkatan potensi awan hujan.

"Kemudian terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Selatan termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sebagai dampak dari penguatan angin Monsun Asia," jelas dia.

Wilayah Ini Waspada Cuaca Ekstrem

Berdasarkan kondisi tersebut, Guswanto melanjutkan, sebagian wilayah perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat, pada periode 9-14 Februari 2024.

Wilayah tersebut adalah:

  1. Sumatra Barat
  2. Jambi
  3. Bangka Belitung
  4. Sumatra Selatan
  5. Bengkulu
  6. Lampung
  7. Banten
  8. DKI Jakarta
  9. Jawa Barat
  10. Jawa Tengah
  11. DI Yogyakarta
  12. Jawa Timur
  13. Kalimantan Barat
  14. Kalimantan Tengah
  15. Kalimantan Timur
  16. Kalimantan Utara
  17. Kalimantan Selatan
  18. Sulawesi Utara
  19. Gorontalo
  20. Sulawesi Tengah
  21. Sulawesi Barat
  22. Sulawesi Selatan
  23. Sulawesi Tenggara
  24. Maluku Utara
  25. Papua Barat
  26. Papua

 

Langkah Antisipasi BMKG

Salah satu langkah yang telah dilakukan BMKG dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama puncak musim hujan ini adalah dengan menempatkan 1 unit Mobile Weather Radar di Stasiun Meteorologi Kertajati sejak tanggal 31 Januari 2024.

"Hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan cuaca secara terkini di sekitar wilayah Jawa Barat dan sekitarnya," kata Guswanto.

Resolusi spasial data radar cuaca yang dihasilkan dari mobil radar tersebut mencapai 250 meter dengan resolusi temporal data sekitar 05-10 menit, sementara itu cakupan areanya hingga 120 km yang meliputi wilayah Bandung, Subang, Cirebon, Sumedang, Tasikmalaya, Banjar, Tegal, Indramayu, Kuningan dan Purwakarta.

"Mobile Radar BMKG ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan Aerodrome Warning bagi pesawat yang akan take off dan landing di Bandara Kertajati, selain itu produk Citra Radar yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan layanan informasi peringatan dini cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6