Buku Pengantar Kebahagiaan, Menyusuri Cerita di Balik Langkah Para Kurir

Buku Pengantar Kebahagiaan mengajak pembaca menyelami kisah para kurir lewat cerita sederhana, ilustrasi hangat, dan makna kebaikan.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak perjalanan yang berlangsung tanpa pernah benar-benar kita perhatikan. Sebuah paket berpindah dari tangan ke tangan, melewati jalanan, gang sempit, hujan, panas, hingga akhirnya tiba di depan pintu rumah. Di balik perjalanan itu, ada seseorang yang terus bergerak untuk memastikan barang sampai ke tujuan.

Kisah-kisah kecil di balik perjalanan tersebut menjadi napas dalam buku Pengantar Kebahagiaan yang resmi diluncurkan JNE bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

Buku tersebut mempertemukan tulisan Maman Suherman atau Kang Maman dengan ilustrasi Muhammad "Mice" Misrad alias Mice Cartoon. Keduanya mengolah pengalaman para kurir menjadi rangkaian cerita yang tidak berhenti pada aktivitas mengantar paket.

Setiap halaman menghadirkan potongan kehidupan yang memperlihatkan manusia di balik seragam dan pekerjaan yang setiap hari bersinggungan dengan banyak orang. "Kurir adalah bagian dari wajah kota hari ini," kata Mice di acara peluncuran buku tersebut di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

"Mereka hadir di berbagai situasi yang akrab dengan keseharian kita. Saya mencoba menangkap momen-momen itu lewat ilustrasi yang ringan, dekat, dan semoga bisa membuat pembaca tersenyum, sekaligus lebih menghargai profesi mereka," imbuhnya.

Proses kreatifnya pun tidak berjalan sesederhana hasil akhirnya. Mice mengungkap, sekitar 36 ilustrasi yang sempat dibuat harus dihapus dan dikerjakan kembali. Sebagian proses menggambar bahkan berlanjut hingga Sulawesi Barat demi menemukan suasana yang lebih mendukung penciptaan karya.

Narasi dan gambar terus disaring, dikembangkan, lalu dipertemukan agar pengalaman para kurir dapat terasa dekat dengan pembaca. Setiap cerita akhirnya menemukan bentuknya melalui pilihan kata, gestur, suasana, serta momen sederhana yang mungkin selama ini luput dari perhatian.

 

Ketika Kebahagiaan Datang dari Hal Sederhana

Pengantar Kebahagiaan menyelipkan kisah tentang penghargaan, kebaikan, dan bentuk-bentuk kebahagiaan yang terkadang hadir dalam tindakan paling sederhana.

Kang Maman melihat kebaikan sebagai sesuatu yang tidak harus diwujudkan melalui tindakan besar. "Kami cuma ingin bilang bahwa kalau kamu berbuat baik pada sesama, bahkan memindahkan satu duri saja di jalan, itu adalah modal menuju ke surga," katanya.

Gagasan tersebut terasa dalam cerita tentang interaksi kurir dengan penerima paket. "Tentang betapa sederhananya bahagia. Kasih minum air saja sudah cukup. Dia bilang, dengan muka diam saja, kami sudah senang. Dibanding teriakan, 'Taruh aja di situ,'" jelas Kang Maman.

Kolaborasi Mice dan Kang Maman bersama JNE telah berlangsung sejak 2019 melalui karya pertama mereka. Pengantar Kebahagiaan kemudian kembali mempertemukan keduanya dengan pendekatan kreatif yang memiliki dinamika tersendiri.

 

Kolaborasi yang Menemukan Cara Kerja Sendiri

Keduanya justru tidak terlalu sering berdiskusi secara langsung ketika memberi masukan. "Jujur kami nggak mau bertatap muka sering-sering. Karena pasti berantem, emosional. Saya maunya begini, dia maunya begitu," ungkap Kang Maman.

Komunikasi akhirnya lebih banyak berlangsung melalui chat. Pola tersebut memberi ruang bagi masing-masing untuk mempertahankan gagasan tanpa membuat perbedaan pendapat mengganggu proses pengerjaan.

Tantangan lain muncul ketika Mice harus menerjemahkan cerita panjang ke dalam ruang ilustrasi yang terbatas. Setiap halaman memiliki porsi tersendiri sehingga tidak semua bagian cerita dapat dituangkan secara utuh.

"Mice hanya dikasih tugas membuat ceritanya Kang Maman tiga kali nonton konser dalam tiga halaman lukisan. Nggak boleh lebih," tutur Kang Maman.

 

Menyederhanakan Cerita yang Panjang

Di balik ilustrasi yang hadir dalam Pengantar Kebahagiaan, Mice menghadapi tantangan untuk menerjemahkan cerita panjang ke dalam ruang gambar yang terbatas.

Setiap kisah memiliki jumlah halaman yang sudah ditentukan, sehingga ia harus memilih bagian penting tanpa menghilangkan inti cerita yang ingin disampaikan Kang Maman.

Kang Maman memberikan salah satu contoh proses tersebut ketika Mice harus menerjemahkan pengalaman menonton tiga konser, yakni Dewa, Padi, dan Sheila on 7, ke dalam ilustrasi yang hanya terdiri dari tiga halaman. 

"Mice hanya dikasih tugas membuat ceritanya Kang Maman tiga kali nonton konser dalam tiga halaman lukisan. Gak boleh lebih. Kan lebih sulit,” tutur Kang Maman.

Menurut Kang Maman, tantangan tersebut terletak pada kemampuan memilih inti cerita untuk kemudian dituangkan ke dalam gambar. 

“Membuat ekstrak, membuat isi itu lebih sulit. Karena satu gambar dia harus membuat pilih seribu kata-kata saya.” tutup Kang Maman.