Liputan6.com, Jakarta - Resep nasi tumpeng merah putih gurih bisa menjadi pilihan menarik untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak hanya tampil dengan warna merah dan putih yang identik dengan suasana 17 Agustus, nasi tumpeng juga dapat menjadi hidangan utama yang dinikmati bersama keluarga, tetangga, maupun rekan kerja.
Tumpeng memiliki tempat khusus dalam berbagai tradisi masyarakat Indonesia. Nasi yang dicetak berbentuk kerucut biasanya dikelilingi aneka lauk, mulai dari ayam, telur, sayuran, hingga tempe. Hidangan ini tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga kerap dimaknai sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Untuk perayaan kemerdekaan, warna nasi dapat dibuat lebih tematik dengan memadukan nasi putih dan nasi merah. Warna merah bisa diperoleh dari pewarna makanan atau bahan alami seperti buah naga. Dengan tambahan santan dan rempah, nasi menjadi gurih, harum, dan cocok dipadukan dengan berbagai lauk tradisional. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (13/8/2027).
Advertisement
Resep Nasi Tumpeng Merah Putih Gurih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323073/original/069313500_1786599567-Tumpeng_merah_putih_5.jpeg)
Resep berikut dapat menghasilkan satu tumpeng yang cukup untuk sekitar 7 orang. Penggunaan santan membuat nasi terasa lebih gurih, sedangkan serai, daun salam, dan daun pandan memberikan aroma yang lebih harum. Buah naga digunakan sebagai pewarna merah alami sehingga tampilan nasi tetap menarik tanpa harus menggunakan banyak pewarna buatan.
Bahan nasi
- 1 liter beras
- 400 ml santan
- 4 siung bawang merah, haluskan
- 2 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun pandan
- 4 lembar daun salam
- 2 batang cengkeh
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- Air secukupnya sesuai kebutuhan memasak nasi
- 1 buah naga merah, ambil daging buahnya
- Sedikit pewarna makanan merah, jika diperlukan
Bahan pelengkap
- Ayam goreng atau ayam kremes
- Telur balado atau telur rebus
- Tumis tempe dan buncis
- Urap sayuran
- Mie goreng
- Sambal goreng terasi
- Kerupuk atau pelengkap lain sesuai selera
Cara membuat nasi tumpeng merah putih
1. Cuci dan siapkan beras
Cuci beras hingga air bilasannya relatif jernih. Tiriskan sebentar agar tidak terlalu banyak air yang ikut masuk ketika beras dimasak. Masukkan beras ke dalam panci rice cooker atau magic com.
Tambahkan bawang merah yang sudah dihaluskan, santan, daun pandan, daun salam, serai, cengkeh, garam, dan kaldu bubuk. Tambahkan air sesuai takaran memasak beras yang digunakan. Aduk perlahan agar bumbu dan santan tercampur rata.
2. Masak hingga matang
Masak nasi menggunakan rice cooker seperti biasa. Setelah nasi matang, jangan langsung mencetaknya. Biarkan selama sekitar 15–30 menit agar nasi benar-benar tanak dan teksturnya lebih pulen.
Setelah itu, buka tutup rice cooker dengan hati-hati karena uap panas masih terkumpul. Aduk nasi menggunakan spatula nasi untuk melepaskan uap dan meratakan bumbu. Buang daun salam, pandan, serai, dan rempah yang digunakan.
3. Bagi nasi menjadi dua bagian
Setelah nasi matang, bagi menjadi dua bagian dengan jumlah yang kurang lebih sama. Satu bagian dibiarkan berwarna putih, sedangkan bagian lainnya akan diberi warna merah.
Pembagian ini bisa disesuaikan dengan bentuk tumpeng yang diinginkan. Jika ingin warna merah lebih dominan, jumlah nasi merah dapat dibuat sedikit lebih banyak. Sebaliknya, nasi putih bisa dibuat lebih tebal jika ingin menghasilkan lapisan merah putih yang seimbang.
4. Siapkan pewarna merah alami
Untuk membuat warna merah alami, haluskan daging buah naga menggunakan blender. Jika buah naga sangat berair, gunakan sarinya secukupnya agar nasi tidak menjadi terlalu lembek.
Masukkan sari buah naga sedikit demi sedikit ke dalam satu bagian nasi. Aduk perlahan sampai warnanya merata. Penambahan sari buah naga sebaiknya dilakukan secara bertahap agar warna nasi dapat dikontrol.
Jika warna yang dihasilkan masih terlalu pucat, sedikit pewarna makanan merah dapat ditambahkan. Namun, langkah ini bersifat opsional karena buah naga sudah dapat memberikan warna merah alami yang cukup menarik.
5. Cetak nasi merah dan putih
Siapkan cetakan tumpeng berbentuk kerucut. Olesi bagian dalam cetakan dengan sedikit minyak agar nasi lebih mudah dikeluarkan.
Masukkan nasi merah terlebih dahulu, lalu padatkan menggunakan sendok atau spatula. Jangan menekan terlalu keras karena nasi dapat menjadi terlalu mampat dan kehilangan tekstur pulennya.
Setelah bagian merah terbentuk, masukkan nasi putih di atasnya. Padatkan secara perlahan hingga seluruh cetakan terisi. Cara ini menghasilkan tumpeng dengan dua warna yang terlihat jelas ketika dikeluarkan dari cetakan.
Alternatif lainnya adalah membuat nasi putih sebagai bagian bawah dan nasi merah sebagai bagian atas. Pilihan susunan dapat disesuaikan dengan konsep dekorasi yang diinginkan.
6. Keluarkan tumpeng
Letakkan piring atau tampah besar di atas cetakan tumpeng. Balik cetakan dengan hati-hati, kemudian angkat perlahan. Jika nasi sudah cukup padat, bentuk kerucut akan tetap berdiri dengan rapi.
Perhatikan kondisi nasi sebelum dibalik. Nasi yang terlalu lembek akan lebih sulit mempertahankan bentuk, sedangkan nasi yang terlalu kering dapat mudah retak ketika dikeluarkan dari cetakan.
7. Tata lauk di sekeliling tumpeng
Setelah nasi merah putih berhasil dicetak, tata lauk di sekelilingnya. Ayam kremes dapat ditempatkan di salah satu sisi, sementara telur balado, tumis tempe buncis, urap, mie goreng, dan sambal dapat disusun mengelilingi nasi.
Penataan tidak harus mengikuti aturan tertentu. Yang terpenting, lauk terlihat seimbang dan mudah diambil ketika tumpeng akan disantap bersama.
Advertisement
Tips agar nasi tumpeng merah putih gurih dan tidak mudah hancur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323074/original/075100400_1786599567-Tumpeng_merah_putih_4.jpeg)
Kunci utama nasi tumpeng yang rapi terletak pada tekstur nasi. Gunakan beras dengan kualitas baik dan sesuaikan jumlah air dengan jenis beras. Terlalu banyak air dapat membuat nasi lembek sehingga sulit dicetak.
Santan juga perlu diperhatikan. Santan memberikan rasa gurih dan aroma khas, tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan jumlah beras. Santan yang terlalu pekat tanpa tambahan cairan yang cukup dapat membuat nasi lebih berat dan kurang matang merata.
Bumbu aromatik seperti serai, daun salam, pandan, dan bawang merah sebaiknya tetap digunakan karena memberikan karakter rasa yang lebih kaya. Penambahan kaldu bubuk juga dapat dilakukan secukupnya, terutama jika nasi akan disajikan bersama lauk yang memiliki rasa kuat.
Untuk mendapatkan warna merah yang cantik, buah naga bisa menjadi pilihan. Daging buah naga merah cukup dihaluskan kemudian dicampurkan ke nasi yang sudah matang. Masukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk agar warna dapat dikontrol.
Jika menggunakan pewarna makanan, pilih pewarna yang memang diperuntukkan untuk pangan dan gunakan sesuai petunjuk. Warna merah sebaiknya tidak terlalu pekat agar nasi tetap terlihat alami dan menggugah selera.
Makna Nasi Tumpeng Merah Putih untuk Perayaan Kemerdekaan
Tumpeng telah lama digunakan dalam berbagai acara syukuran dan perayaan. Bentuk nasi yang mengerucut ke atas kerap dimaknai sebagai simbol hubungan manusia dengan Tuhan. Penyajiannya bersama berbagai lauk juga mencerminkan kebersamaan dan kehidupan yang saling berdampingan.
Dalam konteks perayaan 17 Agustus, nasi tumpeng merah putih mendapatkan sentuhan visual yang sangat dekat dengan identitas Indonesia. Warna merah dan putih mengingatkan pada bendera nasional sekaligus membuat hidangan tampak lebih semarak ketika disajikan di tengah acara.
Tradisi makan bersama setelah upacara atau kegiatan lingkungan juga menjadikan tumpeng lebih dari sekadar hidangan. Proses memotong, membagikan, dan menyantapnya bersama-sama dapat menjadi momen untuk mempererat hubungan antarwarga.
Sejumlah sumber mengenai tradisi tumpeng kemerdekaan, seperti RRI, Fimela, dan Masak Apa Hari Ini, juga menempatkan tumpeng sebagai bagian dari perayaan yang sarat dengan makna syukur dan kebersamaan. Dalam tradisi Agustusan, membuat serta menghias tumpeng bahkan dapat dilakukan secara berkelompok sehingga semangat gotong royong ikut hadir dalam prosesnya.
Tumpeng juga tidak harus selalu menggunakan nasi kuning. Kreasi nasi merah putih menjadi salah satu cara menyesuaikan hidangan dengan tema kemerdekaan. Warna dapat dibuat dari bahan alami seperti buah naga, sementara cita rasa gurih tetap dipertahankan melalui santan dan rempah.
Pada akhirnya, sajian ini dapat menjadi pilihan untuk acara keluarga, syukuran RT, kegiatan sekolah, kantor, maupun lomba menghias tumpeng. Dengan lauk yang beragam dan tampilan merah putih yang khas, satu tumpeng dapat menjadi pusat perhatian sekaligus hidangan yang dinikmati bersama.
Tanya Jawab Seputar Nasi Tumpeng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323075/original/080846800_1786599567-Tumpeng_merah_putih_2.jpeg)
1. Apa yang membuat nasi tumpeng terasa gurih?
Rasa gurih pada nasi tumpeng dapat berasal dari santan, garam, kaldu, dan bumbu aromatik seperti bawang merah, serai, daun salam, serta pandan. Komposisi bumbu dapat disesuaikan dengan jenis lauk yang akan disajikan.
2. Apakah warna merah nasi tumpeng harus menggunakan pewarna makanan?
Tidak harus. Buah naga merah dapat digunakan sebagai pewarna alami. Daging buah naga cukup dihaluskan kemudian dicampurkan ke sebagian nasi yang sudah matang. Jika menginginkan warna lebih kuat, pewarna makanan dapat digunakan secukupnya.
3. Mengapa nasi tumpeng dibuat berbentuk kerucut?
Bentuk kerucut merupakan bentuk tradisional nasi tumpeng yang memiliki makna simbolis. Bentuknya yang mengarah ke atas kerap dikaitkan dengan hubungan manusia dengan Tuhan dan ungkapan rasa syukur.
4. Apa saja lauk yang cocok untuk nasi tumpeng merah putih?
Nasi tumpeng merah putih dapat disajikan bersama ayam goreng atau ayam kremes, telur balado, urap sayuran, tempe, mie goreng, sambal, dan berbagai lauk tradisional lainnya. Pilih lauk dengan warna dan bentuk yang beragam agar tampilan tumpeng lebih menarik.
5. Bagaimana agar nasi tumpeng tidak mudah hancur saat dicetak?
Pastikan nasi sudah matang sempurna tetapi tidak terlalu lembek. Setelah matang, diamkan sebentar kemudian aduk untuk mengeluarkan uap. Saat mencetak, tekan nasi secara merata dan cukup padat. Cetakan juga dapat diolesi sedikit minyak agar nasi lebih mudah dikeluarkan.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322343/original/021494700_1786525018-HOAX__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306125/original/027820500_1784862750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T101123.644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323072/original/059125500_1786599567-Tumpeng_merah_putih.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3097370/original/083001700_1586344949-oware-1467648.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323038/original/046617900_1786597818-Gemini_Generated_Image_wm0gswm0gswm0gsw.jpg)