Resep Pisang Goreng Rumahan yang Renyah dan Tidak Berminyak, Mudah Dibuat

Ingin pisang goreng yang renyah dan tidak berminyak? Simak resep pisang goreng rumahan dengan adonan sederhana dan cara membuat yang mudah.

Diterbitkan 27 September 2026, 12:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pisang goreng menjadi salah satu camilan rumahan yang mudah dibuat dan cocok dinikmati kapan saja. Rasanya yang manis dengan lapisan adonan gurih dan renyah membuat makanan sederhana ini sering menjadi teman minum teh atau kopi pada pagi maupun sore hari. Namun, hasil pisang goreng terkadang terlalu menyerap minyak sehingga terasa berat saat dimakan.

Melalui resep pisang goreng rumahan yang tepat, tekstur renyah tetap bisa didapatkan tanpa membuat gorengan terasa terlalu berminyak. Kuncinya bukan hanya pada komposisi adonan, tetapi juga pemilihan jenis pisang, kekentalan adonan, suhu minyak, hingga cara meniriskan pisang goreng setelah matang.

Resep berikut menggunakan bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di dapur. Adonannya dibuat agar menghasilkan lapisan luar yang garing, sementara bagian pisangnya tetap lembut dan manis. Cara membuatnya juga cukup praktis sehingga bisa dicoba oleh pemula yang ingin membuat pisang goreng sendiri di rumah. Lantas bagaimana resep pisang goreng rumahan yang renyah dan tidak berminyak? Melansir dari berbagai sumber, simak ulasan informasinya berikut ini.

Resep Pisang Goreng Rumahan

Bahan Pisang Goreng

  • 6 buah pisang kepok matang tetapi tidak terlalu lembek
  • 100 gram tepung terigu
  • 2 sendok makan tepung beras
  • 1 sendok makan tepung tapioka
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 120-150 ml air
  • Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Pisang Goreng Rumahan

  1. Kupas pisang kepok, kemudian belah menjadi dua atau bentuk sesuai selera. Pilih pisang yang sudah matang agar rasanya manis, tetapi teksturnya masih cukup kokoh sehingga tidak mudah hancur ketika dicelupkan ke dalam adonan. Pisang yang terlalu matang dan lembek biasanya lebih sulit ditangani dan dapat membuat hasil gorengan kurang rapi.
  2. Pisang kepok cukup sering digunakan untuk membuat pisang goreng karena teksturnya relatif padat dan tidak mudah hancur ketika terkena panas. Jika tidak memiliki pisang kepok, pisang jenis lain yang memiliki tekstur cukup kokoh juga dapat digunakan. Pastikan pisang tidak terlalu berair agar adonan dapat menempel dengan baik.
  3. Setelah dipotong, pisang tidak perlu diberi tambahan gula karena rasa manis alaminya sudah cukup. Jika ingin tampilan lebih menarik, pisang dapat dibelah memanjang atau dibuat bentuk kipas sebelum dicelupkan ke adonan.
  4. Masukkan tepung terigu, tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, garam, dan vanili ke dalam wadah. Aduk seluruh bahan kering sampai tercampur rata. Penggunaan tepung beras membantu memberikan tekstur yang lebih renyah, sedangkan sedikit tepung tapioka dapat membantu menghasilkan lapisan luar yang lebih garing.
  5. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Jangan langsung memasukkan seluruh air karena tingkat penyerapan tepung dapat berbeda. Adonan yang baik sebaiknya cukup kental untuk melapisi permukaan pisang, tetapi tidak terlalu pekat sehingga lapisannya menjadi tebal.
  6. Jika adonan terlalu encer, tambahkan sedikit tepung terigu. Sebaliknya, jika terlalu kental, tambahkan air sedikit demi sedikit. Kekentalan adonan perlu diperhatikan karena adonan yang terlalu tebal dapat membuat pisang goreng lebih banyak menyerap minyak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
  7. Tuangkan minyak yang cukup ke dalam wajan sehingga pisang dapat terendam sebagian besar ketika digoreng. Panaskan menggunakan api sedang. Minyak yang sudah cukup panas akan membantu adonan segera membentuk lapisan di bagian luar sehingga tidak terlalu lama berada di dalam minyak.
  8. Hindari menggunakan api terlalu besar karena bagian luar pisang bisa cepat kecokelatan sementara bagian dalamnya belum matang dengan baik. Sebaliknya, minyak yang kurang panas dapat membuat adonan menyerap lebih banyak minyak dan menghasilkan pisang goreng yang terasa lebih berat.
  9. Untuk mengetahui minyak sudah siap, masukkan sedikit adonan ke dalam minyak. Jika adonan langsung mengeluarkan gelembung dan perlahan mengapung, minyak biasanya sudah cukup panas. Setelah itu, pisang yang sudah dilapisi adonan dapat langsung digoreng.
  10. Masukkan potongan pisang ke dalam adonan, lalu balik perlahan sampai seluruh permukaannya terlapisi. Jangan membuat lapisan adonan terlalu tebal karena hasilnya justru dapat menjadi keras dan menyerap lebih banyak minyak.
  11. Setelah dicelupkan, angkat pisang dan biarkan kelebihan adonan menetes sebentar. Langkah sederhana ini membantu menghasilkan lapisan yang lebih merata sekaligus mencegah terlalu banyak adonan menumpuk di dasar wajan saat pisang dimasukkan.
  12. Masukkan pisang satu per satu ke dalam minyak panas dengan hati-hati. Berikan sedikit jarak antarpotongan agar pisang tidak saling menempel. Jangan langsung memenuhi wajan karena terlalu banyak pisang dalam satu waktu dapat menurunkan suhu minyak dan membuat hasil gorengan lebih berminyak.
  13. Goreng pisang menggunakan api sedang sambil sesekali dibalik agar kedua sisinya matang secara merata. Tidak perlu terlalu sering mengaduk atau membolak-balik pisang karena lapisan adonan yang masih lembut dapat terlepas jika terlalu banyak disentuh.
  14. Perhatikan perubahan warna adonan. Ketika permukaan mulai berubah menjadi kuning keemasan dan teksturnya terlihat kering serta renyah, pisang biasanya sudah mendekati matang. Jika menggunakan potongan pisang yang cukup tebal, beri waktu sedikit lebih lama dengan tetap menjaga api agar tidak terlalu besar.
  15. Setelah matang, segera angkat pisang goreng dari minyak. Jangan membiarkannya terlalu lama di dalam wajan karena lapisan luar bisa menjadi terlalu cokelat dan rasa manis pisang dapat berubah. Pisang goreng yang matang dengan baik biasanya memiliki bagian luar garing dengan bagian dalam yang lembut.
  16. Setelah diangkat, letakkan pisang goreng di atas saringan atau rak peniris agar minyak berlebih dapat turun. Cara ini lebih baik daripada menumpuk pisang goreng dalam satu wadah karena minyak yang terkumpul di bagian bawah dapat membuat teksturnya cepat lembek.
  17. Jika menggunakan tisu dapur, letakkan pisang dalam satu lapisan dan jangan langsung menumpuk banyak potongan. Tisu dapat membantu menyerap minyak yang masih berada di permukaan, tetapi pisang sebaiknya tetap diberi ruang agar uap panas tidak terperangkap.
  18. Pisang goreng paling enak disajikan ketika masih hangat. Jika ingin mempertahankan kerenyahan lebih lama, hindari menutup pisang goreng ketika masih sangat panas karena uap air yang terperangkap dapat membuat lapisan tepung menjadi lembek.
  19. Pisang goreng rumahan sebenarnya sudah enak disantap begitu saja karena perpaduan rasa manis dari pisang dan gurih dari adonan sudah cukup. Namun, jika ingin membuatnya lebih menarik, pisang goreng dapat diberi berbagai tambahan setelah agak hangat.
  20. Untuk versi sederhana, taburkan gula halus atau kayu manis di atasnya. Jika ingin rasa yang lebih modern, pisang goreng dapat diberi cokelat leleh, keju parut, susu kental manis, atau selai sesuai selera. Tambahan tersebut sebaiknya diberikan ketika pisang sudah tidak terlalu panas agar topping tidak langsung mencair berlebihan.
  21. Pisang goreng juga cocok disajikan sebagai camilan keluarga bersama teh atau kopi. Jika dibuat untuk dijual, pisang sebaiknya didinginkan sebentar sebelum dikemas agar uap panas tidak terperangkap di dalam kemasan dan membuat kulit gorengan lebih cepat kehilangan kerenyahannya.

Tips agar Pisang Goreng Tidak Berminyak

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jika ingin mendapatkan pisang goreng yang renyah dan tidak terlalu berminyak. Pertama, pastikan minyak sudah cukup panas sebelum pisang dimasukkan. Kedua, jangan menggunakan api terlalu kecil selama proses penggorengan. Ketiga, jangan memasukkan terlalu banyak pisang sekaligus karena suhu minyak dapat turun.

Selain itu, perbandingan tepung juga berpengaruh terhadap tekstur akhir. Tepung beras dapat membantu memberikan sensasi renyah pada lapisan luar. Adonan sebaiknya tidak terlalu encer dan tidak terlalu tebal agar pisang dapat matang dengan baik tanpa membutuhkan waktu penggorengan yang terlalu lama.

Setelah matang, proses penirisan juga tidak boleh diabaikan. Segera angkat pisang ketika sudah berwarna kuning keemasan dan tiriskan dengan baik. Hindari menumpuk pisang goreng yang baru matang karena panas dan uap yang terperangkap dapat membuat lapisan renyah berubah menjadi lembek.

Variasi Pisang Goreng Rumahan

Jika ingin membuat pisang goreng dengan rasa berbeda, adonan dasar dapat diberi sedikit kayu manis, vanili, atau wijen. Untuk versi yang lebih gurih, gula dapat dikurangi dan adonan diberi sedikit tambahan garam. Sementara itu, bagi yang menyukai tekstur lebih renyah, penggunaan tepung beras dapat sedikit ditingkatkan dengan tetap menjaga adonan tidak terlalu tebal.

Pisang juga dapat dipotong dengan bentuk berbeda. Pisang dapat dibelah memanjang, dipotong menjadi beberapa bagian, atau dibuat bentuk kipas. Bentuk yang berbeda tidak hanya membuat tampilannya lebih menarik, tetapi juga dapat memberikan perbandingan berbeda antara bagian pisang dan lapisan adonan.

Untuk camilan kekinian, pisang goreng yang sudah matang dapat diberi topping cokelat, keju, meses, atau susu. Namun, jika menginginkan rasa pisang yang lebih dominan, cukup sajikan dalam keadaan hangat tanpa banyak topping. Dengan begitu, rasa manis alami pisang dan aroma gorengannya tetap menjadi bagian utama.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Resep Pisang Goreng Rumahan

1. Pisang apa yang paling cocok untuk membuat pisang goreng?

Pisang kepok menjadi salah satu pilihan yang cocok karena teksturnya cukup padat dan tidak mudah hancur ketika digoreng. Pilih pisang yang sudah matang agar rasanya manis, tetapi belum terlalu lembek.

2. Mengapa pisang goreng bisa menyerap banyak minyak?

Pisang goreng dapat menjadi terlalu berminyak jika minyak belum cukup panas, adonan terlalu encer, atau wajan diisi terlalu banyak dalam satu waktu. Suhu minyak yang turun membuat proses penggorengan berlangsung lebih lama sehingga minyak lebih mudah terserap.

3. Apa fungsi tepung beras dalam adonan pisang goreng?

Tepung beras dapat membantu menghasilkan tekstur lapisan luar yang lebih renyah. Tepung ini biasanya dikombinasikan dengan tepung terigu agar adonan tetap dapat melapisi pisang dengan baik.

4. Bagaimana agar pisang goreng tetap renyah?

Gunakan minyak yang cukup panas, goreng dengan api sedang, dan jangan memasukkan terlalu banyak pisang sekaligus. Setelah matang, tiriskan di rak atau saringan dan hindari menutup pisang ketika masih panas agar uap tidak membuat lapisan menjadi lembek.

5. Apakah pisang goreng bisa dibuat untuk jualan?

Bisa. Gunakan pisang yang teksturnya cukup kokoh, buat ukuran yang seragam, dan pastikan pisang benar-benar ditiriskan sebelum dikemas. Untuk menjaga teksturnya, jangan mengemas pisang ketika masih mengepulkan banyak uap.