Liputan6.com, Jakarta - Tidak punya lahan kebun bukan berarti kamu harus mengurungkan niat menanam bawang merah sendiri di rumah. Tanaman ini dapat dibudidayakan menggunakan wadah seperti pot atau polybag, asalkan media tanam, pencahayaan, air, dan ruang tumbuhnya diperhatikan.
Menanam bawang merah dalam wadah juga memungkinkan kamu memanfaatkan area terbatas seperti teras, balkon, atau halaman sempit. Kunci utamanya adalah menyediakan media yang gembur dan memiliki drainase baik karena umbi bawang merah tidak menyukai kondisi terlalu basah.
1. Siapkan Wadah dengan Drainase yang Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359255/original/054725500_1790493398-0ae9afcc-dc4e-46e9-883d-453f1275a31b.jpeg)
Gunakan pot, polybag, ember tanam, atau wadah lain yang memiliki lubang di bagian bawah untuk mengalirkan kelebihan air. Wadah yang terlalu kecil dapat membatasi ruang pembentukan umbi, sehingga sebaiknya pilih wadah dengan kedalaman dan lebar yang cukup untuk perkembangan akar serta umbi.
Untuk penanaman beberapa tanaman sekaligus, wadah yang lebih lebar dapat digunakan selama setiap umbi tetap memiliki ruang yang cukup. Penanaman dalam wadah juga dapat menjadi pilihan ketika tanah di sekitar rumah terlalu padat atau memiliki drainase buruk.
Pastikan bagian bawah wadah tidak tertutup sehingga air penyiraman dapat keluar dengan lancar. Genangan yang berlangsung terlalu lama dapat meningkatkan risiko pembusukan umbi dan masalah penyakit pada tanaman.
Advertisement
2. Gunakan Media Tanam yang Gembur dan Tidak Mudah Becek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359256/original/060493300_1790493398-43119bee-e57e-4fb5-82de-d08912d42c5a.jpeg)
Bawang merah membutuhkan media yang memiliki aerasi dan drainase baik agar akar dapat berkembang dan umbi tumbuh dengan optimal. Media tanam yang terlalu padat atau terus-menerus basah kurang sesuai untuk tanaman ini.
Kamu bisa menggunakan campuran tanah dengan kompos matang sebagai bahan organik untuk membantu memperbaiki kondisi media. Kompos juga dapat membantu menyediakan unsur hara sekaligus memperbaiki sifat fisik media tanam.
Kondisi media yang baik bukan berarti harus selalu kering. Bawang merah tetap membutuhkan air selama pertumbuhan, tetapi kelembapan perlu dijaga agar media tidak berubah menjadi terlalu basah atau tergenang.
3. Pilih Umbi Bawang Merah yang Sehat untuk Bibit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359257/original/065286900_1790493398-14d85c7c-f145-47ea-addc-5dfe3cdf96fc.jpeg)
Penanaman bawang merah dapat dilakukan menggunakan umbi sebagai bahan tanam. Untuk skala rumahan, cara ini relatif praktis karena umbi dapat langsung ditanam tanpa melalui tahap penyemaian benih terlebih dahulu.
Pilih umbi yang sehat, padat, tidak menunjukkan tanda busuk, dan tidak mengalami kerusakan berat. Kondisi bahan tanam penting diperhatikan karena umbi akan menjadi sumber pertumbuhan awal sebelum tanaman membentuk akar dan daun baru.
Sebelum ditanam, bagian luar umbi yang kering atau kotor dapat dibersihkan seperlunya tanpa merusak bagian calon tumbuhnya. Hindari menggunakan umbi yang lembek, berjamur, atau memiliki bagian yang membusuk karena kondisinya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Advertisement
4. Tanam Umbi dengan Posisi yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359258/original/070072300_1790493398-c73efbf2-82ae-4707-9ac2-fe39e828f439.jpeg)
Isi wadah dengan media tanam, kemudian buat lubang tanam yang cukup untuk menempatkan bagian bawah umbi. Umbi tidak perlu dikubur terlalu dalam karena bagian atasnya perlu tetap berada dekat permukaan media agar tunas dapat tumbuh dengan mudah.
Letakkan umbi dengan posisi bagian yang akan mengeluarkan tunas menghadap ke atas. Setelah itu, tutup bagian bawah dan samping umbi dengan media secara ringan tanpa memadatkannya berlebihan.
Jika menanam beberapa umbi dalam satu wadah, berikan jarak antartanaman agar masing-masing memiliki ruang untuk membentuk dan membesarkan umbi. Jarak sekitar 15–20 cm dapat menjadi acuan untuk bawang merah yang ditanam berkelompok, tetapi pada wadah kecil jarak perlu disesuaikan dengan ukuran wadah dan varietas.
5. Letakkan di Tempat yang Mendapat Cukup Sinar Matahari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359259/original/074588400_1790493398-67695ad5-5192-44bc-bc3d-b0592c882009.jpeg)
Setelah ditanam, letakkan wadah di lokasi yang mendapatkan sinar matahari cukup. Bawang merah membutuhkan kondisi terang untuk mendukung pertumbuhan daun dan pembentukan umbi.
Teras, balkon, atau halaman yang mendapat paparan matahari dapat dimanfaatkan selama wadah tetap memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menempatkannya terus-menerus di sudut yang sangat teduh karena kurangnya cahaya dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
Selain cahaya, perhatikan pula kondisi lingkungan sekitar wadah. Lokasi yang terlalu lembap dan tidak memiliki sirkulasi udara baik dapat membuat media lebih lama kering sehingga risiko gangguan pada umbi menjadi lebih besar.
Advertisement
6. Siram Secukupnya dan Sesuaikan dengan Kondisi Media
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359260/original/079293300_1790493398-209d4479-59ae-4b2d-9062-c8ac7220a636.jpeg)
Penyiraman dilakukan untuk menjaga media tetap memiliki kelembapan yang cukup selama tanaman tumbuh. Namun, frekuensinya tidak harus selalu sama karena kebutuhan air dipengaruhi oleh cuaca, ukuran wadah, jenis media, dan kondisi lingkungan.
Periksa kondisi media sebelum kembali menyiram. Jika permukaan mulai mengering, berikan air secukupnya hingga media lembap, tetapi pastikan air berlebih dapat segera keluar melalui lubang drainase.
Ketika tanaman sudah mendekati masa pembentukan dan pematangan umbi, pengelolaan air perlu lebih diperhatikan. Media yang terlalu basah dapat meningkatkan risiko pembusukan, sedangkan kondisi terlalu kering juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
7. Berikan Nutrisi Tanaman Secara Terukur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359261/original/085709700_1790493398-04abc3f0-5451-464e-86a9-171893597898.jpeg)
Bawang merah membutuhkan unsur hara untuk mendukung pertumbuhan daun, akar, dan pembentukan umbi. Pada penanaman dalam wadah, ketersediaan unsur hara dapat lebih cepat berkurang karena volume media terbatas.
Kompos matang dapat digunakan sebagai salah satu sumber bahan organik dalam media. Pemberian bahan organik yang sesuai juga dapat membantu memperbaiki kondisi media sekaligus mendukung pertumbuhan bawang merah.
Jika menggunakan pupuk tambahan, gunakan sesuai dosis pada produk atau berdasarkan kebutuhan tanaman, bukan dengan prinsip semakin banyak semakin baik. Pemberian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan masalah pada media dan tidak otomatis menghasilkan umbi yang lebih besar.
Advertisement
8. Rawat Tanaman sampai Daunnya Mulai Menguning
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359262/original/090620800_1790493398-ea06b04b-b5e7-468e-a230-016545774514.jpeg)
Selama pertumbuhan, perhatikan kondisi daun dan media secara rutin. Bersihkan gulma atau tanaman lain yang tumbuh di dalam wadah agar tidak ikut mengambil air dan unsur hara yang dibutuhkan bawang merah.
Daun yang berubah warna atau layu tidak selalu berarti tanaman siap dipanen karena perubahan tersebut juga dapat disebabkan oleh masalah air, nutrisi, penyakit, atau kondisi lingkungan. Karena itu, kondisi tanaman secara keseluruhan perlu diperhatikan sebelum menentukan waktu panen.
Ketika sebagian besar daun mulai menguning dan rebah secara alami, tanaman dapat mulai dipersiapkan untuk dipanen. Pada bawang jenis umbi, perubahan pada bagian atas tanaman menjadi salah satu tanda bahwa umbi telah memasuki tahap pematangan.
9. Panen dan Keringkan Umbi dengan Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359263/original/095694800_1790493398-b85057ca-f2b5-4486-9500-9da3fadc7cb6.jpeg)
Panen dapat dilakukan ketika tanaman menunjukkan tanda kematangan, terutama saat sebagian besar bagian daun telah menguning dan mulai rebah. Angkat tanaman secara hati-hati agar umbi tidak mengalami luka atau kerusakan yang tidak perlu.
Setelah dicabut, bersihkan tanah yang menempel secara perlahan dan letakkan umbi di tempat yang kering serta memiliki sirkulasi udara baik. Proses pengeringan membantu menurunkan kadar air pada bagian luar umbi sehingga lebih siap disimpan.
Jangan langsung menumpuk umbi dalam kondisi masih basah karena kelembapan yang terperangkap dapat meningkatkan risiko pembusukan. Setelah cukup kering, bawang merah dapat disimpan di tempat yang kering, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Bawang Merah Tanpa Lahan Kebun
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3489688/original/061950800_1624347499-side-view-basket-full-red-onions-wooden-background_141793-5655.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353393/original/010445700_1789962696-01M2T6ZMTRWK31S58B1RZ63CJ1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359358/original/051505900_1790502547-hl4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355841/original/088836200_1790143811-Gemini_Generated_Image_jkq3v0jkq3v0jkq3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359266/original/071655900_1790493554-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359271/original/045703300_1790494978-Gemini_Generated_Image_pfh4tgpfh4tgpfh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355567/original/047597300_1790136180-a2e014db-061b-4ae0-abed-fa00d3df2a7c.jpg)