Cara Mengolah Jamur Tiram agar Tidak Berair Saat Ditumis, Tetap Gurih dan Teksturnya Kenyal

Cara mengolah jamur tiram agar tidak berair saat ditumis ternyata cukup mudah. Simak trik memilih, mencuci, hingga menumis jamur tiram agar tetap gurih, kenyal,

Diterbitkan 22 Juli 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jamur tiram menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat Indonesia karena harganya terjangkau, mudah ditemukan di pasar maupun supermarket, serta bisa diolah menjadi beragam hidangan. Mulai dari tumis jamur, jamur crispy, hingga campuran capcay, semuanya terasa lezat jika menggunakan jamur tiram yang masih segar.

Namun, banyak orang menghadapi masalah yang sama saat memasak jamur tiram. Alih-alih mendapatkan tumisan yang gurih, jamur justru mengeluarkan banyak air sehingga masakan menjadi lembek dan bumbunya terasa encer.

Hal ini sebenarnya wajar karena jamur tiram memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Meski begitu, ada beberapa cara mengolah jamur tiram agar tidak berair saat ditumis sehingga hasil masakan tetap nikmat dengan tekstur kenyal.

Berikut Liputan6.com ulas langkah-langkah yang bisa diterapkan di rumah.

1. Pilih Jamur Tiram yang Masih Segar

Langkah pertama dimulai sejak memilih bahan. Pilih jamur tiram yang berwarna putih bersih atau krem muda sesuai jenisnya, tidak berlendir, serta tidak mengeluarkan aroma asam.

Jamur yang masih segar memiliki tekstur lebih padat sehingga tidak mudah hancur ketika dimasak. Sebaliknya, jamur yang sudah terlalu lama disimpan biasanya mengandung lebih banyak air dan mudah lembek saat ditumis.

2. Jangan Merendam Jamur Terlalu Lama

Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah merendam jamur tiram di dalam air selama beberapa menit.

Jamur bekerja seperti spons yang mudah menyerap air. Jika direndam terlalu lama, kandungan air di dalamnya akan bertambah sehingga saat dimasak cairan yang keluar menjadi lebih banyak.

Sebaiknya cukup bilas jamur di bawah air mengalir selama beberapa detik untuk menghilangkan kotoran. Setelah itu, segera tiriskan.

3. Peras Perlahan Setelah Dicuci

Setelah dicuci, peras jamur tiram secara perlahan menggunakan tangan.

Tidak perlu dipelintir terlalu kuat karena dapat merusak serat jamur. Tujuannya hanya mengurangi air yang menempel setelah proses pencucian.

Langkah sederhana ini cukup efektif untuk mengurangi jumlah air yang keluar ketika jamur mulai ditumis.

4. Tiriskan hingga Benar-Benar Kering

Setelah diperas, letakkan jamur di atas saringan selama beberapa menit. Bisa juga menggunakan tisu dapur atau kain bersih untuk menyerap sisa air pada permukaan jamur.

Semakin kering kondisi jamur sebelum dimasak, semakin kecil kemungkinan tumisan menjadi berair.

5. Suwir Jamur dengan Ukuran yang Seragam

Cara mengolah jamur tiram agar tidak berair saat ditumis juga dipengaruhi oleh ukuran potongannya. Suwir jamur mengikuti arah seratnya dengan ukuran yang relatif sama. Potongan yang seragam membantu jamur matang secara merata sehingga air lebih cepat menguap.

Hindari menyuwir terlalu kecil karena jamur akan cepat layu dan kehilangan teksturnya.

6. Gunakan Wajan yang Benar-Benar Panas

Sebelum memasukkan jamur, panaskan wajan terlebih dahulu hingga benar-benar panas. Suhu tinggi membantu menguapkan cairan lebih cepat sehingga jamur tidak sempat merebus dirinya sendiri.

Teknik ini sering digunakan saat memasak sayuran agar tetap renyah dan cocok diterapkan pada jamur tiram.

7. Tumis Jamur Tanpa Menumpuk Terlalu Banyak

Memasukkan terlalu banyak jamur sekaligus membuat suhu wajan turun drastis. Akibatnya, jamur justru mengeluarkan air dan matang dengan cara dikukus, bukan ditumis.

Jika memasak dalam jumlah banyak, lebih baik bagi menjadi dua atau tiga tahap agar panas wajan tetap stabil.

8. Masukkan Garam di Akhir Memasak

Garam memiliki sifat menarik cairan dari bahan makanan. Jika ditambahkan sejak awal, jamur akan lebih cepat mengeluarkan air sehingga tumisan menjadi basah.

Sebaiknya tumis jamur bersama bawang, cabai, atau bumbu lainnya terlebih dahulu. Setelah air mulai menyusut dan jamur matang, baru tambahkan garam, kaldu bubuk, kecap, atau saus sesuai selera.

9. Hindari Menutup Wajan Selama Menumis

Menutup wajan membuat uap air terperangkap di dalamnya. Uap tersebut akan berubah menjadi tetesan air dan kembali mengenai jamur sehingga tumisan semakin berair.

Biarkan wajan tetap terbuka agar uap bisa keluar dengan bebas.

10. Jangan Memasak Terlalu Lama

Jamur tiram sebenarnya tidak membutuhkan waktu memasak yang lama. Cukup tumis sekitar 5–7 menit dengan api sedang hingga besar, tergantung jumlah jamur yang digunakan.

Jika dimasak terlalu lama, teksturnya akan menjadi lembek dan semakin banyak cairan yang keluar.

Kesalahan yang Sering Membuat Jamur Tiram Berair

Selain mengetahui cara mengolah jamur tiram agar tidak berair saat ditumis, penting juga menghindari beberapa kesalahan berikut:

  • Merendam jamur terlalu lama sebelum dimasak.
  • Tidak meniriskan jamur setelah dicuci.
  • Menggunakan api terlalu kecil.
  • Memasukkan jamur saat wajan belum panas.
  • Menumis dalam jumlah terlalu banyak sekaligus.
  • Menambahkan garam sejak awal.
  • Menutup wajan selama proses memasak.
  • Memasak jamur terlalu lama hingga teksturnya lembek.

Dengan menghindari kebiasaan tersebut, hasil tumisan jamur akan terasa lebih gurih, bumbu mudah meresap, dan teksturnya tetap kenyal.

Pertanyaan Seputar Cara Mengolah Jamur Tiram

1. Perlukah jamur tiram direbus sebelum ditumis?

Tidak perlu. Merebus jamur justru dapat membuat kandungan airnya bertambah sehingga saat ditumis lebih mudah berair. Cukup cuci, tiriskan, lalu langsung tumis dengan api sedang hingga besar.

2. Bagaimana cara menyimpan jamur tiram agar tetap segar sebelum dimasak?

Simpan jamur tiram di dalam kulkas menggunakan kantong kertas atau wadah yang memiliki sedikit sirkulasi udara. Hindari menyimpan jamur dalam kondisi basah karena dapat mempercepat pembusukan.

3. Bumbu apa yang paling cocok dipadukan dengan tumis jamur tiram?

Jamur tiram cocok dipadukan dengan bawang putih, bawang merah, cabai, lada, saus tiram, kecap asin, kecap manis, minyak wijen, hingga irisan daun bawang. Kombinasi bumbu tersebut dapat memperkuat cita rasa gurih alami jamur tanpa membuat teksturnya lembek.