Sukses

Barbershop di Vietnam Gratiskan Potong Rambut Ala Donald Trump dan Kim Jong Un

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah tempat cukur rambut atau barbershop di Hanoi, Vietnam menawarkan potongan rambut dengan gaya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Barbershop tersebut menawarkan jasa potong rambut secara gratis untuk menghormati pertemuan kedua pemimpin yang berlangsung di Hanoi. Ini kedua kali kalinya mereka bertemu, setelah membuat sejarah dengan pertemuan pertama pada Juni 2018 lalu.

Potongan rambut karena kedua kepala negara ini dianggap unik dan menarik. Kim Jong-Un memiliki model rambut dengan sisi kanan dan sisi kiri yang tipis. Namun bagian atas tetap panjang dengan bentuk seperti persegi.

Sedangkan Trump tampil berwibawa dengan rambut bewarna pirang dengan sisiran ke belakang. Tatanan rambut Presiden AS tersebut nampak selalu rapi dan tidak berantakan.

Dilansir dari independent.co.uk, Kamis (28/2/2019), gaya rambut tersebut ternyata berhasil menjadi. Salah satunya adalah To Gia Huy, yang memilih gaya rambut seperti pemimpin Korea Utara. Dia sangat senang dengan model rambut seperti itu. Banyak orang yang mengatakan dirinya mirip dengan Kim Jong-un, terlebih karena gaya rambutnya yang nyentrik.

Untuk mencapai tampilan Presiden Trump, pelanggan menjalani pemutihan rambut untuk meniru warna kuning-oranye yang terlihat pada pemimpin AS tersebut.

Menurut Le Tuan Duong, penata rambut yang mencukur rambut pelanggan, dia melakukan itu sebagai cara untuk menunjukkan dukungan rakyat Vietnam terhadap pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un.

Belum diketahui hasil pertemuan terakhir antara keduanya. Setelah melakukan santap siang bersama di Le Club, salah satu restoran di Sofitel Legend Metropole Hanoi, Kamis (28/2/2019), kedua kepala negara tersebut  kembali ke masing-masing hotel tempat mereka menginap, tanpa ada konfirmasi apapun. (Adinda Kurnia Islami)

Saksikan video pilihan di bawah:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ini yang Terjadi Saat Sidang Dengar Pendapat Pemakzulan Donald Trump Terbuka
Artikel Selanjutnya
Tensi 2 Negara Masih Tinggi Jelang Pertemuan Bilateral Erdogan - Trump