Liputan6.com, Jakarta - Kue tradisional Indonesia selalu memiliki tempat istimewa di hati banyak orang, berkat cita rasa lembut dan aroma khas dari bahan alami. Salah satu camilan pasar yang masih bertahan hingga sekarang, menawarkan sensasi manis gurih berpadu tekstur halus dari olahan tepung beras dan santan. Proses pengolahan berbasis kukusan menjadikan hidangan ini terasa ringan saat disantap. Dalam dunia kuliner rumahan, resep kue nagasari menjadi referensi populer bagi pecinta jajanan klasik.
Kue berbasis kukusan ini dikenal memiliki keunikan dari proses pembungkusan menggunakan daun pisang yang menghasilkan aroma alami saat dipanaskan. Tekstur lembut berpadu isian buah menciptakan sensasi rasa hangat dan menenangkan di setiap gigitan. Kesederhanaan bahan justru menghadirkan nilai lebih, dalam menjaga cita rasa tradisional. Berbagai komunitas memasak kerap membagikan resep kue nagasari, sebagai bagian dari warisan kuliner Nusantara.
Popularitas kue pasar tetap bertahan meski berbagai inovasi makanan modern terus bermunculan. Perpaduan tepung beras, santan dan pisang menghasilkan karakter rasa khas yang mudah diterima semua kalangan. Proses pembuatan juga relatif mudah, sehingga cocok dicoba oleh pemula di dapur rumah. Tidak sedikit orang menjadikan resep kue nagasari sebagai pilihan camilan bernuansa nostalgia yang hangat.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (5/7/2026).
Bahan-bahan Utama untuk Kue Nagasari yang Lembut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261082/original/091419200_1781678896-9627193943806737739.jpeg)
Untuk membuat kue nagasari yang lembut, legit, dan beraroma khas daun pisang, diperlukan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan. Komposisi bahan ini berperan penting dalam menghasilkan tekstur halus sekaligus rasa manis gurih yang seimbang.
Berikut daftar bahan yang diperlukan untuk membuat kue nagasari yang lembut, legit, dan beraroma khas:
- Tepung beras sebagai bahan utama adonan agar teksturnya lembut dan padat.Tepung tapioka atau sagu untuk menambah kekenyalan kue.
- Santan kelapa untuk memberikan rasa gurih dan tekstur lembut.
- Gula pasir sebagai pemanis utama.
- Garam secukupnya untuk menyeimbangkan rasa.
- Pisang matang (pisang kepok atau raja) sebagai isian.
- Daun pisang sebagai pembungkus agar aroma lebih khas.
- Daun pandan (opsional) untuk menambah aroma harum alami.
Beberapa resep juga menambahkan tepung tapioka atau tepung kanji sebanyak 25-100 gram secara opsional, untuk menghasilkan tekstur kue yang sedikit lebih kenyal. Minyak goreng secukupnya digunakan untuk mengoles daun pisang agar tidak lengket, dan vanili bubuk atau pasta sebanyak ½ sendok teh dapat ditambahkan sebagai opsional untuk aroma tambahan.
Advertisement
Cara Membuat Kue Nagasari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287460/original/016812200_1783228543-Screenshot_2026-07-05_121423.jpg)
- Proses pembuatan kue nagasari diawali dari pencampuran bahan adonan utama agar menghasilkan tekstur lembut dan tidak menggumpal saat dikukus. Tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, serta sedikit garam dicampurkan dalam satu wadah, kemudian santan ditambahkan secara perlahan sambil terus diaduk hingga adonan menjadi halus dan merata. Tahap ini sangat penting untuk memastikan hasil akhir kue memiliki konsistensi yang lembut dan tidak bergerindil.
- Setelah adonan tercampur sempurna, langkah berikutnya adalah memasak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk secara konsisten. Proses pemasakan ini dilakukan hingga adonan mengental dan berubah menjadi tekstur seperti bubur kental yang matang sempurna. Pengadukan harus dilakukan tanpa henti agar bagian dasar tidak gosong dan seluruh adonan matang secara merata.
- Sambil menunggu adonan matang, daun pisang disiapkan sebagai pembungkus utama. Daun pisang biasanya dipotong sesuai ukuran, kemudian dilayukan sebentar di atas api atau dijemur agar lebih lentur dan tidak mudah sobek saat digunakan. Pada tahap ini, pisang yang sudah dipotong-potong juga disiapkan sebagai isi utama kue nagasari.
- Setelah semua bahan siap, proses pembungkusan mulai dilakukan dengan cara meletakkan satu sendok adonan di atas daun pisang, menambahkan potongan pisang di bagian tengah, lalu menutup kembali dengan adonan hingga tertutup sempurna. Kemudian daun pisang dilipat dan dibungkus rapi agar bentuknya padat. Tahap ini dilakukan hingga seluruh adonan habis.
- Tahap akhir adalah proses pengukusan kue nagasari selama kurang lebih 20–30 menit menggunakan api sedang. Kukusan harus sudah dalam keadaan panas sebelum kue dimasukkan agar hasilnya matang merata. Setelah matang, kue nagasari diangkat dan didinginkan sebentar sebelum disajikan agar teksturnya lebih stabil, lembut, dan mudah dinikmati.
Proses Pengukusan Nagasari
- Proses pengukusan nagasari merupakan tahap penting yang menentukan kelembutan tekstur, kesatuan rasa, dan aroma khas dari kue tradisional ini. Setelah adonan selesai dibungkus menggunakan daun pisang dan diisi potongan pisang matang, seluruh paket kue disusun rapi di dalam kukusan yang telah dipanaskan sebelumnya. Suhu kukusan harus stabil agar panas dapat meresap secara merata ke seluruh bagian kue.
- Sebelum kue dimasukkan, kukusan perlu dipastikan sudah menghasilkan uap panas yang cukup banyak. Kondisi ini membantu adonan cepat matang tanpa membuatnya terlalu lembek atau berair. Penataan kue di dalam kukusan juga harus diperhatikan agar tidak saling bertumpuk terlalu rapat, sehingga uap panas dapat bersirkulasi dengan baik di setiap sisi.
- Durasi pengukusan umumnya berkisar antara 20 hingga 30 menit menggunakan api sedang. Selama proses berlangsung, penutup kukusan sebaiknya dibungkus kain bersih agar uap air tidak menetes ke permukaan kue, yang dapat merusak tekstur adonan. Pengaturan api yang stabil menjadi kunci agar nagasari matang sempurna tanpa bagian yang masih mentah di tengah.
- Setelah waktu pengukusan selesai, kue nagasari diangkat dari kukusan dan didiamkan sebentar pada suhu ruang agar teksturnya mengeras secara alami. Pada tahap ini, aroma daun pisang dan pandan akan semakin terasa kuat, menyatu dengan manisnya pisang di dalam kue. Hasil akhir dari proses ini menghasilkan nagasari yang lembut, harum, dan siap disajikan sebagai camilan tradisional favorit.
Advertisement
Tips Agar Nagasari Lebih Lembut dan Wangi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261083/original/019689500_1781678897-16144228369801200083.jpeg)
- Untuk menghasilkan kue nagasari dengan tekstur lembut dan cita rasa harum yang khas, pemilihan bahan berkualitas menjadi langkah awal yang sangat menentukan. Gunakan santan segar dari kelapa parut untuk memberikan rasa gurih alami yang lebih kaya dibandingkan santan instan. Santan segar juga membantu menciptakan tekstur adonan yang lebih halus dan tidak mudah pecah setelah proses pengukusan selesai.
- Pengolahan adonan perlu diperhatikan secara detail agar hasil akhir tidak menjadi keras atau menggumpal. Aduk campuran tepung dan santan secara perlahan hingga benar-benar halus sebelum dimasak, kemudian gunakan api kecil saat proses pemanasan agar adonan matang merata. Teknik pengadukan yang konsisten membantu menjaga kelembutan struktur kue setelah dingin.
- Pemilihan pisang sebagai isi juga berpengaruh besar terhadap aroma dan rasa nagasari. Pisang yang sudah matang sempurna seperti pisang raja atau pisang kepok akan memberikan rasa manis alami yang lebih kuat dan tekstur lembut saat digigit. Pisang yang terlalu mentah sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kualitas rasa keseluruhan kue.
- Daun pisang sebagai pembungkus juga memiliki peran penting dalam menciptakan aroma khas yang menggugah selera. Sebelum digunakan, daun pisang sebaiknya dilayukan terlebih dahulu di atas api kecil atau dijemur agar lebih lentur dan tidak mudah sobek. Proses ini juga membantu mengeluarkan aroma alami daun yang akan menyatu dengan kue saat dikukus.
- Proses pengukusan pun tidak boleh diabaikan karena sangat mempengaruhi hasil akhir tekstur nagasari. Pastikan kukusan sudah benar-benar panas sebelum kue dimasukkan agar adonan segera mengeras dengan sempurna. Menutup kukusan menggunakan kain bersih juga membantu mencegah tetesan air jatuh ke permukaan kue sehingga hasilnya tetap lembut, wangi, dan tidak berair.
Â
Â
Â
Â
Â
Pertanyaan Seputar Resep Kue Nagasari
Apa itu kue nagasari?
Kue nagasari adalah jajanan pasar tradisional Indonesia yang juga dikenal sebagai kue pisang. Terbuat dari tepung beras dan pisang, kue ini memiliki tekstur lembut, rasa manis, dan aroma harum dari daun pandan yang dibungkus daun pisang.
Dari mana asal kue nagasari?
Kue nagasari diyakini berasal dari Indramayu, Jawa Barat, atau dari Kerajaan Pajang pada paruh pertama abad ke-16 Masehi. Jajanan tradisional Jawa ini juga berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Apa filosofi di balik nama nagasari?
Nama 'nagasari' berasal dari gabungan kata 'naga' yang melambangkan kehormatan dan kemuliaan, serta 'sari' yang berarti inti atau isi utama. Filosofinya dimaknai sebagai 'inti yang mulia' atau sesuatu yang bernilai luhur di dalam kesederhanaan.
Bahan utama apa saja yang dibutuhkan untuk membuat kue nagasari?
Bahan utama kue nagasari meliputi tepung beras (200-250 gram), gula pasir (100-200 gram), santan (800 ml - 1 liter), garam (½ - 1 sendok teh), daun pandan (2-4 lembar), pisang (5-9 buah), dan daun pisang untuk membungkus. Tepung tapioka dan vanili bubuk adalah bahan opsional.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931140/original/085829900_1724906277-Sebungkus_kue_nagasari_pisang.__Liputan6.comWikimedia_Commonsbolakeluarga_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287277/original/092402000_1783206951-pra6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287240/original/093979800_1783200101-ma3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287199/original/011098900_1783189655-AP26185659671466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782170/original/080291500_1782878845-meksiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260488/original/001989200_1781597074-000_B77X49M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477161/original/096360300_1768810454-Ilustrasi_Nagasari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478251/original/054795300_1768896603-nagasari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411073/original/007533700_1762998341-nagasari.jpg)