Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menilai fluktuasi harga minyak dunia ibarat penyakit malaria. Naik dan turunnya harga minyak dunia secara tajam dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global yang tidak menentu.
Pengibaratan tersebut bukan tanpa alasan. Bahlil melihat adanya pola serupa antara ketidakpastian harga minyak dan gejala demam malaria.
"Harga minyak dunia saya umpamakan seperti orang sakit malaria. Pagi bisa turun, malam bisa naik. Tiga hari turun, tujuh hari naik," ujar Bahlil dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Advertisement
Menurutnya, ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi kunci utama. Akses jalur logistik di Selat Hormuz amat menentukan arah pergerakan harga minyak. "Tergantung kesepakatan dan isu yang berkembang—siapa yang menguasai Selat Hormuz, serta apakah jalur itu ditutup atau dibuka," jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Bahlil menyebut banyak negara kini berfokus memperkuat ketahanan energi internal masing-masing. Langkah serupa juga terus ditempuh oleh pemerintah Indonesia.
"Bayangkan jika hampir seluruh dunia menggantungkan hidupnya pada sektor energi hanya karena kondisi Selat Hormuz. Di mana letak kedaulatan dan kemerdekaan suatu bangsa, termasuk Indonesia?" tegas Bahlil.
Â
Harga Minyak Kembali Menguat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
Sebelumnya, harga minyak dunia menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026), mencatatkan kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini dipicu oleh pernyataan tegas Iran yang mengambil sikap lebih ofensif untuk tetap menutup Selat Hormuz, serta keputusan Washington yang tidak memperpanjang masa gencatan senjata.
Mengutip CNBC, Rabu (19/8/2026), harga minyak mentah berjangka Brent naik 15 sen dan ditutup pada level US$ 91,02 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 44 sen ke posisi US$ 84,94 per barel. Kedua kontrak tersebut bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir di pertengahan sesi perdagangan.
Kemajuan perundingan damai dan pemulihan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz yang strategis dinilai kembali terhenti. Kondisi ini mengancam akan memperpanjang konflik yang dipicu oleh ketegangan militer antara AS, Israel, dan Iran sejak akhir Februari lalu.
Â
Advertisement
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
Negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengonfirmasi melalui media pemerintah bahwa Iran akan tetap menutup Selat Hormuz sampai AS memenuhi seluruh ketentuan kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni lalu.
Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa tidak ada perundingan yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan antara Washington dan Teheran, sembari mengklaim Selat Hormuz tetap terbuka. Namun, klaim tersebut direspons dingin oleh pasar.
"Apa yang kita lihat saat ini adalah kejenuhan terhadap dinamika berita (headline fatigue). Pernyataan Trump tidak mengubah situasi riil di lapangan, sebab sejak awal memang tidak ada perundingan nyata dan kondisi fisik di Selat Hormuz tidak mengalami perubahan berarti dalam dua minggu terakhir," terang Ekonom Senior NinjaTrader, Tracy Shuchart.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327955/original/037598300_1787130432-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3441927/original/080733900_1619589140-058834200_1571731165-20191022-Bahlil-Lahadalia-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327954/original/075423800_1787130407-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327902/original/033836000_1787128848-1000413859.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557647/original/031551600_1776349399-IMG_2038.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314370/original/079383700_1785744557-email-attachment_2026_08_03_ariefhakim-at-klyid_harga-pertamax-turun-ikut-harga-minyak-dunia-bahlil-pastikan-bbm-subsidi-tetap_1000396567.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327144/original/088872200_1787052482-IMG_4967.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306125/original/027820500_1784862750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T101123.644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321435/original/079753500_1786441445-1000404645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316150/original/029549400_1785915556-1000398547.jpg)