Bahlil Diangkat Jadi Menko, Geo Dipa Punya Harapan Baru Percepat Transisi Energi

Dirut Geo Dipa Energi Yudistian Yunis menilai masuknya Bahlil Lahadalia sebagai Menko ESDM menjadi momentum memperkuat ekosistem ekonomi hijau dan investasi.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Geo Dipa Energi (Persero) menilai perubahan nomenklatur kementerian di bawah Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi membuka harapan baru bagi percepatan transisi energi di Indonesia.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis menyampaikan bahwa arah transisi energi kini perlu digeser. Tidak hanya sebatas memenuhi target net zero emission (NZE), melainkan juga menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pembangunan ekosistem ekonomi hijau.

"Soal nomenklatur Pak Bahlil yang baru, terasa seperti ada harapan baru terkait dengan transisi energi," ujar Yudistian kepada Liputan6.com, Jumat (2/10/2026).

Yudistian berharap pemerintah dapat mengubah pendekatan terhadap program transisi energi. Menurutnya, energi terbarukan harus dijadikan sebagai kekuatan ekonomi baru, termasuk lewat pengembangan industri hijau dan manufaktur produk berorientasi ekspor.

"Harapannya, inisiatif transisi energi tidak hanya dipandang sebagai target pencapaian net zero emission, tetapi juga menjadi peluang untuk memonetisasinya sebagai kekuatan dalam membangun ekosistem ekonomi hijau," tegasnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Yudistian, bakal memperluas manfaat transisi energi—dari yang semula sekadar pemenuhan target pengurangan emisi karbon, menjadi pendorong utama investasi, ekspansi industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Geo Dipa juga menilai pengembangan energi terbarukan perlu terintegrasi langsung dengan kebutuhan sektor industri. Pasokan listrik hijau yang stabil dipastikan bakal meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar internasional.

Oleh karena itu, Yudistian menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan serta sinkronisasi koordinasi di level pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang mampu menyambungkan pengembangan energi bersih dengan kebutuhan industri hijau secara berkelanjutan.

Reshuffle Kabinet, Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dalam jabatan barunya ini, Bahlil dipastikan tetap merangkap posisi sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelantikan Bahlil dilangsungkan bersamaan dengan pengambilan sumpah jabatan sejumlah menteri, wakil menteri, serta pejabat tinggi negara lainnya.

"Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi," ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara saat membacakan petikan keputusan presiden sebelum pelantikan.

Prosesi dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto setelah memastikan kesiapan para pejabat yang dilantik.

"Terlebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah janji menurut agama masing-masing?" tanya Prabowo.

"Bersedia," jawab para pejabat secara serentak, yang disambut dengan pengucapan sumpah jabatan di hadapan Kepala Negara.

Bahlil menjadi pejabat pertama yang menandatangani dokumen penunjukannya sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6