Liputan6.com, Jakarta - Indonesia memiliki peluang besar untuk menambah rute penerbangan domestik. Produsen pesawat regional ATR mengidentifikasi 209 rute penerbangan baru yang dinilai layak secara ekonomi jika dilayani pesawat turboprop regional.
Potensi tersebut mencakup permintaan hingga 16 juta penumpang per tahun. Infrastruktur bandar udara (bandara) untuk melayani rute-rute tersebut dinilai sudah tersedia sehingga pengembangan konektivitas tidak selalu membutuhkan pembangunan bandara baru.
"Temuan kami menunjukkan adanya pasar yang sangat besar dan belum tergarap. Permintaannya sudah ada, begitu pula infrastruktur bandaranya. Yang dibutuhkan sekarang adalah pesawat yang tepat," kata Senior Vice President Commercial ATR, Alexis Vidal, dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Rabu (19/8/20026).
Advertisement
ATR memperoleh temuan tersebut melalui MobilityMonitor, platform yang menganalisis pola perjalanan 35 juta penduduk Indonesia. Sampel tersebut mewakili populasi Indonesia dan mencatat sekitar 780 juta perjalanan antarkota dalam satu tahun.
Data tersebut mencakup perjalanan menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil, sepeda motor, bus, kapal feri, kereta api, hingga pesawat. Sekitar 90 persen perjalanan berlangsung pada jarak 100 hingga 800 kilometer.
ATR kemudian memetakan pola perjalanan antarkota tersebut dengan jaringan bandara di Indonesia. Perusahaan mengekstrapolasi data dari sampel untuk memperkirakan ukuran pasar dan menemukan 209 pasangan kota yang memiliki potensi pengembangan penerbangan.
Sebanyak 88 persen dari rute potensial itu merupakan rute intrapulau. Volume perjalanan pada rute tersebut diperkirakan mencapai 14 juta penumpang per tahun. Sebanyak 90 persen rute baru berada di luar Pulau Jawa, mencakup Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Maluku.
Â
Beda Kondisi Infrastruktur Transportasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
Peluang tersebut berkaitan erat dengan perbedaan kondisi infrastruktur transportasi di berbagai wilayah Indonesia. Pulau Jawa memiliki jaringan jalan dan kereta api yang lebih luas sehingga perjalanan darat dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan sejumlah wilayah lain.
Jawa hanya mencakup sekitar tujuh persen wilayah Indonesia, tapi memiliki sekitar 58 persen dari total jaringan jalan tol nasional. Kalimantan memiliki wilayah sekitar empat kali lebih luas daripada Jawa, sementara jaringan jalan tol di pulau tersebut hanya mencakup sekitar lima persen dari total nasional.
Perbedaan infrastruktur tersebut turut memengaruhi waktu perjalanan. MobilityMonitor mencatat, rata-rata kecepatan perjalanan darat di Jawa mencapai sekitar 65 kilometer per jam. Wilayah lain mencatat kecepatan rata-rata sekitar 26 hingga 37 kilometer per jam.
Â
Advertisement
Sumatera dan Sulawesi Jadi Pasar Potensial Terbesar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475739/original/049307300_1768645210-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.46.17.jpeg)
Jarak perjalanan di pulau-pulau besar di luar Jawa juga cenderung lebih panjang. Rata-rata perjalanan bahkan dapat melampaui 350 kilometer dan mendekati 480 kilometer di sejumlah wilayah Papua.
Kondisi itu membuka peluang bagi penerbangan regional untuk memangkas waktu perjalanan antarkota. Sumatera dan Sulawesi tercatat sebagai dua pasar potensial terbesar karena memiliki banyak pasangan kota dengan permintaan perjalanan yang cukup tinggi.
Rute Bengkulu–Pekanbaru menjadi salah satu contoh yang menggambarkan peluang tersebut. Perjalanan darat antara kedua kota dapat memakan waktu lebih dari 18 jam, sedangkan penerbangan langsung membutuhkan waktu sekitar satu jam.
ATR memperkirakan permintaan pada rute tersebut cukup untuk mendukung dua penerbangan setiap hari. Potensi pengembangan rute baru juga didukung keberadaan 180 bandara dengan landasan pacu beraspal di Indonesia. Sebanyak 70 bandara di antaranya belum melayani penerbangan penumpang berjadwal.
Â
Konektivitas Penerbangan Regional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4939966/original/044912000_1725858321-Untitled.jpg)
"MobilityMonitor kami juga telah mengukur perbedaan tingkat mobilitas di seluruh kepulauan Indonesia, namun layanan penerbangan ATR dapat menjembatani kesenjangan tersebut," klaim Vidal.
Menurut dia, konektivitas penerbangan regional dapat menghubungkan masyarakat di berbagai wilayah kepulauan Indonesia. Layanan tersebut juga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi, memperluas akses terhadap layanan penting, serta menciptakan peluang baru bagi masyarakat.
ATR memproduksi pesawat regional ATR 42 dan ATR 72 dengan kapasitas di bawah 90 kursi. Pesawat tersebut dioperasikan sekitar 200 maskapai di lebih dari 100 negara dan rata-rata membuka 120 rute baru setiap tahun.
Perusahaan juga mengembangkan teknologi turboprop dengan fokus pada efisiensi dan pengurangan emisi. ATR menyebut pesawatnya menghasilkan emisi karbon dioksida 45 persen lebih rendah dibandingkan pesawat jet regional dengan ukuran serupa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327540/original/081998800_1787114322-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-19T113749.557.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327507/original/086321400_1787112804-ATR_Indonesia_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507912/original/097081700_1771558016-Prabowo_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296277/original/039599100_1784009972-pexels-ivan-s-4164643.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327591/original/096161500_1787115886-Gemini_Generated_Image_h4svaph4svaph4sv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327620/original/055922400_1787116682-cropped-2d138a3d-8c8f-4139-ba17-311dd58b041f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102555/original/055211200_1737446080-Depositphotos_756248990_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484124/original/060435400_1769414020-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_14.51.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327459/original/031477800_1787110625-687272-Cosmic_Oasis__3_._Image_credit_to_Fever-281556-original-1783396463.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4557269/original/034219000_1693388080-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327529/original/083301500_1787113842-8095915684507252414.jpeg)