Liputan6.com, Jakarta - Gempa susulan masih terus mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan, meski intensitasnya secara bertahap akan menurun.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama mengatakan, berdasarkan pemodelan sementara terhadap peluruhan gempa susulan, aktivitas tersebut diperkirakan terus menurun hingga mencapai tingkat yang relatif rendah dalam beberapa minggu mendatang.
Advertisement
"Bahwa berdasarkan hasil pemodelan sementara terhadap peluruhan gempa susulan, aktivitas ini diperkirakan akan terus menurun secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan," kata Nelly dalam jumpa pers daring di YouTube BNPB, Rabu (19/8/2026).
Menurut Nelly, berdasarkan model yang digunakan BMKG, laju gempa susulan diperkirakan mulai berada pada tingkat relatif rendah dalam dua hingga tiga minggu sampai sekitar satu bulan ke depan.
"Model yang ada saat ini memperkirakan laju gempa susulan dapat mencapai tingkat yang relatif rendah di 2 atau 3 sampai satu bulan ke depan, mungkin di akhir September 2026," tambahnya.
Namun, Nelly menegaskan perkiraan tersebut bukan batas waktu bahwa gempa susulan akan berhenti sepenuhnya.
"Perlu kami tegaskan juga bahwa ini bukan berarti bahwa setelah tanggal tersebut gempa tidak dapat terjadi, ya. Estimasi ini sifatnya sangat dinamis dan akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang kami rekam," katanya.
Â
Sudah 3.002 Kali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325568/original/099364800_1786878538-rmh2.jpg)
Berdasarkan data BMKG hingga Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah gempa susulan di NTT telah mencapai 3.002 kejadian.
Kekuatan gempa susulan tersebut bervariasi, mulai dari M1,1 hingga M6,2.
"Dan sebanyak 86 gempa bumi susulan ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat, dan terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih," ungkap Nelly.
Banyaknya gempa susulan tersebut merupakan bagian dari proses alami setelah gempa utama.
Nelly menjelaskan kerak bumi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah terjadi pelepasan energi dalam jumlah besar akibat gempa utama.
"Sebenarnya itu adalah bagian dari proses penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi sehingga mendapatkan kesetimbangan yang baru, setelah ada terjadinya gempa utama yang besar," terang Nelly.
Â
Advertisement
Aktivitas Diperkirakan Terus Meluruh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327402/original/092651900_1787108385-ntt2.jpg)
Meski gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa minggu ke depan, BMKG melihat kecenderungan aktivitasnya secara umum terus menurun.
Nelly mengatakan peningkatan aktivitas masih dapat terjadi pada periode tertentu. Namun, secara keseluruhan, grafik gempa susulan menunjukkan pola peluruhan.
"Walaupun dalam beberapa periode masih dapat terjadi peningkatan aktivitas, namun gempa susulan ini akan meluruh, dan dari perhitungan kami sementara, dengan data yang ada sampai saat ini, kira-kira dalam waktu 21 sampai 30 hari ke depan akan segera meluruh," jelas dia.
BMKG akan terus memperbarui pemodelan berdasarkan data gempa susulan yang terekam. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta mengikuti informasi dan peringatan resmi dari BMKG.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327540/original/081998800_1787114322-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-19T113749.557.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327405/original/051904200_1787108386-ntt7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327464/original/030785100_1787111182-gempa_ntt_susulan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550700/original/064371400_1775707065-Menteri_Sekretaris_Negara__Mensesneg__Prasetyo_Hadi-9_April_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326836/original/046279200_1787038313-gempa_nias_1808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324623/original/039652300_1786753562-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_06.31.17__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326548/original/003199700_1787026384-309779.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326411/original/043020100_1787021971-gempa_susulan_ntt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325549/original/087416800_1786873691-pemulihan_fasilitas_di_ntt-16_agustus_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325801/original/051653000_1786938794-gempa_nagekeo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3183259/original/049670000_1595004603-Ilustrasi_kasur_hotel.jpg)