8 Model Rumah Bambu Sederhana tapi Tidak Ketinggalan Zaman, Pilih Ini Kalau Ingin Slow Living

Model rumah bambu sederhana tapi tidak ketinggalan zaman jadi pilihan hunian hemat dan ramah lingkungan.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 21:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Model rumah bambu sederhana tapi tidak ketinggalan zaman kini banyak dicari masyarakat yang ingin membangun hunian dengan biaya terjangkau. Bambu dipilih karena mudah didapat di banyak daerah, tidak sulit dikreasikan, dan cocok dipakai untuk berbagai kondisi lahan. Bahan ini juga dikenal ramah lingkungan sehingga sejalan dengan gaya hidup masa kini.

Minat terhadap rumah bambu terus bertambah seiring banyak orang mencari hunian yang hemat budget dan mudah dirawat. Selain harga bahan yang bersahabat, proses pembangunan rumah bambu juga tergolong singkat dibanding rumah beton pada umumnya. Kondisi ini membuat banyak keluarga muda yang ingin slow living mulai melirik bambu sebagai pilihan utama.

Jika Anda saat ini ingin memiliki hunian dengan konsep asri berbahan bambu, berikut Liputan6.com hadirkan 8 modelnya, Rabu (19/8).

1. Rumah Bambu Panggung

Rumah bambu panggung dibangun dengan struktur naik dari permukaan tanah menggunakan tiang penyangga bambu. Model ini banyak dipakai di daerah rawan banjir maupun lahan yang lembap sepanjang tahun. Udara dapat mengalir bebas di bawah lantai sehingga rumah tetap kering.

Selain fungsi menghindari air, kolong rumah panggung sering dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan barang atau area berkumpul keluarga. Model rumah bambu sederhana tapi tidak ketinggalan zaman ini masih relevan karena tetap dipakai di banyak desa hingga sekarang.

Desain panggung juga memudahkan sirkulasi udara masuk ke dalam ruangan tanpa bantuan alat tambahan. Rumah jenis ini cocok untuk pembangunan di lahan pedesaan maupun kawasan pinggir sungai.

2. Rumah Bambu Atap Pelana

Atap pelana memiliki dua sisi miring yang bertemu di bagian tengah rumah. Bentuk ini memudahkan air hujan mengalir turun tanpa tergenang di permukaan atap. Struktur bambu pada rangka atap tetap kuat menahan beban genteng maupun daun kelapa.

Model rumah bambu sederhana tapi tidak ketinggalan zaman jenis ini banyak dipilih karena proses pembuatannya tidak memerlukan keahlian khusus. Warga bisa membangun sendiri dengan bantuan tukang kayu setempat tanpa alat berat.

Bentuk atap pelana juga memberi ruang tambahan di bagian dalam rumah untuk sirkulasi udara panas. Ruang tersebut membuat suhu di dalam rumah tetap nyaman meski cuaca sedang panas.

3. Rumah Bambu Gaya Terbuka

Rumah bambu gaya terbuka mengurangi penggunaan dinding penuh dan menggantinya dengan anyaman bambu berongga. Udara dapat masuk dari segala arah sehingga penghuni tidak memerlukan kipas angin sepanjang hari.

Model ini banyak dipakai untuk rumah singgah, gazebo, atau tempat istirahat di area kebun dan sawah. Konsep terbuka membuat penghuni tetap terhubung dengan lingkungan sekitar tanpa kehilangan rasa aman.

Anyaman bambu pada dinding juga berfungsi menyaring cahaya matahari agar tidak langsung masuk ke dalam ruangan. Cahaya yang masuk tetap cukup terang tanpa membuat ruangan terasa panas berlebihan.

4. Rumah Bambu Kombinasi Kayu

Kombinasi bambu dan kayu banyak dipakai untuk memperkuat bagian struktur utama rumah seperti tiang dan balok penyangga. Kayu berfungsi menopang beban berat, sementara bambu dipakai pada dinding dan langit-langit.

Model rumah bambu sederhana tapi tidak ketinggalan zaman ini menghasilkan tampilan yang lebih kokoh tanpa menghilangkan kesan alami dari bambu. Banyak desainer rumah masa kini memilih kombinasi ini untuk hunian di kawasan pegunungan.

Perpaduan dua bahan ini juga memudahkan proses perawatan karena kayu dan bambu sama-sama tahan lama jika dirawat secara berkala. Rumah jenis ini bisa bertahan puluhan tahun dengan perawatan sederhana.

5. Rumah Bambu Bentuk Kubus

Rumah bambu bentuk kubus mengusung tampilan yang lebih rapi dengan garis lurus pada setiap sisi dinding. Model ini cocok dibangun di lahan sempit karena bentuknya tidak memerlukan ruang tambahan di sekeliling rumah.

Susunan bambu pada dinding kubus biasanya dipasang vertikal untuk memberi kesan rumah tetap terlihat rapi dari luar. Model rumah bambu sederhana tapi tidak ketinggalan zaman ini sering dipakai untuk hunian di kawasan perkotaan.

Bentuk kubus juga memudahkan penambahan jendela kaca pada beberapa sisi dinding tanpa mengubah struktur utama bambu. Cahaya matahari bisa masuk lebih banyak dan membuat ruangan terasa lebih luas.

6. Rumah Bambu Gaya Joglo

Rumah bambu gaya joglo mengadaptasi bentuk atap tradisional Jawa dengan susunan bertingkat di bagian tengah. Rangka bambu dipakai untuk menggantikan kayu jati yang harganya jauh lebih mahal.

Model ini banyak dipilih warga yang ingin mempertahankan bentuk rumah adat tanpa mengeluarkan biaya besar. Rumah joglo bambu tetap memberi kesan rumah tradisional meski dibangun dengan bahan yang lebih hemat.

Ruang tengah pada rumah joglo bambu biasanya dipakai untuk menerima tamu atau kumpul keluarga besar. Fungsi ruang ini tetap sama seperti rumah joglo pada umumnya yang terbuat dari kayu.

7. Rumah Bambu dengan Taman Dalam

Rumah bambu dengan taman dalam menyisakan area kosong di tengah rumah untuk ditanami tumbuhan hijau. Taman ini berfungsi sebagai sumber udara segar sekaligus pencahayaan alami bagi ruangan di sekitarnya.

Model rumah bambu sederhana tapi tidak ketinggalan zaman ini sering dipilih keluarga yang ingin menghadirkan suasana alam tanpa harus keluar rumah. Taman dalam juga membantu menurunkan suhu ruangan pada siang hari.

Air hujan yang jatuh ke taman dalam bisa langsung meresap ke tanah tanpa perlu saluran pembuangan tambahan. Konsep ini membuat rumah tetap sejuk sepanjang tahun.

8. Rumah Bambu Split Level

Rumah bambu split level dibangun dengan lantai bertingkat namun tidak setinggi rumah dua lantai pada umumnya. Perbedaan ketinggian antar ruang dipakai untuk memisahkan fungsi ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar tidur.

Model ini cocok dibangun di lahan miring atau berkontur karena tidak memerlukan proses perataan tanah secara menyeluruh. Struktur bambu tetap mampu menopang perbedaan ketinggian lantai dengan baik.

Rumah bambu split level memberi kesan ruang yang lebih luas meski dibangun di atas lahan terbatas. Setiap ruang tetap terhubung tanpa harus menaiki banyak anak tangga seperti rumah bertingkat penuh.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Rumah Bambu

1. Apakah rumah bambu tahan lama?

Rumah bambu bisa bertahan puluhan tahun jika bambu diolah dan dirawat dengan benar sebelum digunakan sebagai bahan bangunan.

2. Berapa biaya membangun rumah bambu sederhana? Biaya membangun rumah bambu jauh lebih murah dibanding rumah beton karena bahan baku mudah didapat dan proses pembangunan lebih singkat.

3. Apakah rumah bambu tahan gempa?

Struktur bambu memiliki sifat lentur sehingga banyak dipakai di daerah rawan gempa karena mampu menyerap guncangan dengan baik.

4. Bagaimana cara merawat rumah bambu agar awet?

Rumah bambu perlu dijaga dari kelembapan berlebih dan diberi lapisan pelindung agar tidak mudah lapuk atau dimakan rayap.

5. Apakah rumah bambu cocok untuk daerah tropis?

Rumah bambu cocok untuk daerah tropis karena sirkulasi udaranya baik dan mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk sepanjang hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6