Jurusan Kuliah Paling Disesali, Ini 10 Program Studi yang Banyak Membuat Lulusan Kecewa

Jurusan kuliah paling disesali ternyata didominasi bidang dengan tantangan kerja tinggi dan gaji di bawah ekspektasi. Simak daftar lengkap serta alasan di balik

Diterbitkan 06 Juli 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memilih jurusan kuliah merupakan salah satu keputusan penting yang dapat memengaruhi perjalanan karier seseorang. Sayangnya, tidak sedikit lulusan yang mengaku menyesali jurusan yang pernah mereka pilih karena realitas dunia kerja ternyata berbeda dengan ekspektasi saat masih menjadi mahasiswa.

Sebuah survei yang dirangkum dari data ZipRecruiter menunjukkan adanya sejumlah jurusan kuliah paling disesali oleh para lulusan. Penyebabnya beragam, mulai dari sulit memperoleh pekerjaan, gaji yang tidak sesuai harapan, hingga persaingan kerja yang sangat ketat. Namun, perlu dipahami bahwa daftar ini bukan berarti jurusan tersebut buruk, melainkan menjadi gambaran tantangan yang mungkin dihadapi lulusannya. Berikut ulasan Liputan6.com.

1. Jurnalisme (87%)

Jurusan Jurnalisme menempati posisi pertama sebagai jurusan kuliah paling disesali dengan tingkat penyesalan mencapai 87 persen.

Banyak lulusan mengaku menghadapi tekanan kerja yang tinggi, jam kerja yang tidak menentu, serta perkembangan industri media digital yang membuat persaingan semakin ketat. Selain itu, pendapatan di awal karier sering kali belum sesuai dengan harapan.

Meski demikian, lulusan jurnalistik tetap memiliki peluang berkarier sebagai:

  • Reporter
  • Editor
  • Content writer
  • Copywriter
  • Public relations
  • Content strategist

Apabila dibekali kemampuan digital seperti SEO, data journalism, dan multimedia, prospek karier bisa menjadi jauh lebih luas.

2. Sosiologi (72%)

Sosiologi berada di posisi kedua dengan tingkat penyesalan sebesar 72 persen. Alasan utamanya adalah lapangan kerja yang relatif spesifik sehingga banyak lulusan harus bersaing dengan berbagai disiplin ilmu lain.

Meski begitu, lulusan sosiologi tetap dibutuhkan pada bidang seperti:

  • Penelitian sosial
  • Lembaga swadaya masyarakat (LSM)
  • Human Resources (HR)
  • Konsultan kebijakan publik

Analis data sosialKemampuan analisis dan riset menjadi nilai tambah yang sangat penting.

3. Seni (72%)

Jurusan seni memang menarik bagi mereka yang memiliki passion tinggi di bidang kreatif. Namun, banyak lulusan mengaku pendapatan yang tidak stabil membuat mereka merasa pilihan jurusan kurang sesuai dengan harapan finansial.

Padahal saat ini peluang industri kreatif terus berkembang melalui:

  • Desain grafis
  • Animasi
  • Ilustrasi digital
  • UI/UX Design
  • Industri game
  • Content creator

Kunci sukses lulusan seni adalah membangun portofolio sejak masih kuliah.

4. Ilmu Komunikasi (64%)

Ilmu Komunikasi menjadi salah satu jurusan favorit di Indonesia. Namun, survei menunjukkan sebagian lulusannya merasa kecewa karena persaingan kerja yang sangat tinggi.

Banyak perusahaan kini lebih mengutamakan pengalaman, portofolio, dan kemampuan digital dibanding sekadar gelar akademik.

Lulusan komunikasi sebaiknya menguasai keterampilan tambahan seperti:

  • Digital marketing
  • SEO
  • Social media management
  • Video editing
  • Public speaking
  • Data analytics

5. Pendidikan (61%)

Profesi guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Namun, sebagian lulusan pendidikan merasa realitas dunia kerja cukup berat.

Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:

  • Proses rekrutmen yang kompetitif
  • Beban administrasi
  • Penghasilan awal yang belum tinggi di beberapa daerah

Meski demikian, kebutuhan tenaga pendidik berkualitas tetap besar, terutama jika memiliki sertifikasi dan kompetensi tambahan.

6. Manajemen Marketing dan Riset (60%)

Perkembangan pemasaran digital yang sangat cepat membuat ilmu pemasaran terus berubah. Lulusan yang hanya mengandalkan materi perkuliahan sering kali kesulitan mengikuti kebutuhan industri saat ini.

Agar lebih kompetitif, mahasiswa sebaiknya mempelajari:

  • Google Analytics
  • Google Ads
  • SEO
  • Content marketing
  • Artificial Intelligence (AI
  • )Digital advertising

7. Pendamping Medis (56%)

Jurusan ini juga masuk daftar jurusan kuliah paling disesali. Sebagian lulusan mengaku tekanan kerja yang tinggi serta tuntutan pekerjaan yang cukup berat menjadi penyebab munculnya penyesalan.

Walaupun demikian, sektor kesehatan tetap memiliki kebutuhan tenaga profesional yang terus meningkat seiring berkembangnya layanan kesehatan.

8. Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)

Banyak mahasiswa memilih jurusan ini karena tertarik pada isu kebijakan publik dan pemerintahan. Namun setelah lulus, peluang kerja ternyata cukup spesifik sehingga persaingan menjadi lebih ketat.

Lulusan dapat mengembangkan karier sebagai:

  • Peneliti
  • Konsultan politik
  • ASN
  • Analis kebijakan
  • Staf legislatif
  • Peneliti lembaga survei

9. Biologi (52%)

Jurusan Biologi sebenarnya memiliki dasar ilmu yang sangat kuat. Namun tanpa pendidikan lanjutan atau spesialisasi tertentu, pilihan karier bisa menjadi lebih terbatas.

Peluang kerja lulusan biologi meliputi:

  • Laboratorium
  • Industri farmasi
  • Industri pangan
  • Penelitian
  • Konservasi lingkungan
  • Bioteknologi

Mengambil pendidikan magister sering menjadi langkah yang dipilih untuk meningkatkan prospek karier.

10. Sastra Inggris (52%)

Jurusan Sastra Inggris juga masuk dalam daftar dengan tingkat penyesalan sebesar 52 persen.

Penyebab utamanya bukan karena kemampuan bahasa Inggris tidak dibutuhkan, melainkan karena lulusan perlu memiliki keterampilan tambahan agar lebih kompetitif.

Beberapa skill yang dapat meningkatkan peluang kerja antara lain:

  • Penerjemahan profesional
  • Digital marketing
  • Content writing
  • Copywriting
  • Pengajaran bahasa
  • SEO content

Mengapa Banyak Lulusan Menyesali Jurusan Kuliah?

Penyesalan biasanya tidak muncul karena jurusannya buruk, tetapi karena adanya kesenjangan antara ekspektasi saat kuliah dengan kondisi dunia kerja.

Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan meliputi:

  • Gaji awal lebih rendah dari perkiraan.
  • Kesempatan kerja terbatas.
  • Persaingan antar lulusan sangat tinggi.
  • Perubahan minat setelah memasuki dunia kerja.
  • Kurangnya informasi mengenai prospek karier sebelum memilih jurusan.
  • Perkembangan teknologi yang mengubah kebutuhan industri dengan cepat.

Cara Memilih Jurusan agar Tidak Mudah Menyesal

Agar tidak termasuk dalam kelompok yang menyesali pilihan jurusan, calon mahasiswa sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal berikut.

1. Jangan Hanya Mengikuti Passion

Minat memang penting, tetapi perlu diseimbangkan dengan peluang kerja dan perkembangan industri.

2. Cari Tahu Prospek Karier

Pelajari jenis pekerjaan, kisaran gaji, serta kebutuhan tenaga kerja beberapa tahun ke depan sebelum menentukan jurusan.

3. Berbicara dengan Alumni

Pengalaman alumni dapat memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja yang akan dihadapi setelah lulus.

4. Bangun Portofolio Sejak Kuliah

Saat ini perusahaan tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga pengalaman organisasi, magang, sertifikasi, dan proyek yang pernah dikerjakan.

5. Kuasai Skill Tambahan

Kemampuan seperti bahasa Inggris, analisis data, AI, SEO, digital marketing, coding, hingga komunikasi menjadi nilai tambah di hampir semua bidang pekerjaan.

Penelitian dari National Association of Colleges and Employers (NACE) menunjukkan bahwa pengalaman magang, keterampilan profesional, dan kesiapan kerja memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan lulusan memasuki dunia kerja, bahkan sering kali lebih menentukan dibanding pilihan jurusan semata.

Sementara itu, buku "Designing Your Life" karya Bill Burnett dan Dave Evans menjelaskan bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan lurus sesuai jurusan kuliah. Seseorang tetap dapat membangun karier yang sukses melalui proses belajar berkelanjutan, eksplorasi, dan pengembangan keterampilan baru.

Artinya, meskipun beberapa program studi masuk dalam daftar jurusan kuliah paling disesali, peluang sukses tetap terbuka bagi mereka yang mampu terus beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Pertanyaan Seputar Jurusan Kuliah

1. Apakah jurusan kuliah yang paling disesali berarti tidak memiliki masa depan?

Tidak. Daftar jurusan kuliah paling disesali umumnya berasal dari hasil survei terhadap pengalaman para lulusan, bukan penilaian bahwa jurusan tersebut buruk. Prospek karier tetap terbuka jika lulusan memiliki keterampilan tambahan, pengalaman magang, sertifikasi, serta mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

2. Bagaimana cara mengetahui apakah suatu jurusan memiliki prospek kerja yang baik?

Calon mahasiswa dapat mencari informasi tentang tingkat penyerapan lulusan, tren kebutuhan tenaga kerja, kisaran gaji, serta peluang karier dari berbagai sumber tepercaya. Selain itu, berbicara dengan alumni, mengikuti seminar pendidikan, dan mempelajari laporan pasar kerja dapat membantu memberikan gambaran yang lebih realistis sebelum memilih jurusan.

3. Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur memilih jurusan yang kurang diminatiJika sudah terlanjur memilih jurusan yang kurang sesuai, fokuslah mengembangkan kompetensi di bidang lain yang masih berkaitan dengan tujuan karier. Mengikuti pelatihan, kursus online, magang, membangun portofolio, dan memperluas jaringan profesional dapat meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, meskipun tidak sepenuhnya sejalan dengan jurusan kuliah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6