Allahumma Yassir Wala Tu'assir Doa Mohon Kemudahan, Simak Teks Lengkap dan Keutamaannya

Bacaan Allahumma yassir wala tu’assir menjadi doa ringkas yang populer untuk memohon kemudahan dan dijauhkan dari kesulitan

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 09:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia pasti pernah menghadapi urusan yang terasa berat, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga persoalan keluarga. Bacaan Allahumma yassir wala tu’assir menjadi doa ringkas yang populer untuk memohon kemudahan dan dijauhkan dari kesulitan. Doa ini menjadi pengakuan bahwa Allah-lah Yang Maha Memudahkan segala urusan.

Lafaznya singkat, tetapi maknanya mencerminkan sikap tawakal seorang hamba yang menyadari bahwa kemudahan maupun kesulitan berada dalam ketetapan Allah. Lajnah Da’imah lil Buhuts al-‘Ilmiyyah wal Ifta menyatakan bahwa berdoa dengan lafaz tersebut diperbolehkan dan tidak ada larangan di dalamnya.

Dalam buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq al-Badr memuat zikir saat kesusahan dan kesempitan. Sementara, Ebook Koleksi Doa dan Zikir Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menekankan adab berdoa dengan ikhlas, yakin, dan khusyuk.

Para ulama menjelaskan bahwa makna doa ini selaras dengan hadis sahih yassiruu wa laa tu‘assiruu (permudahlah dan jangan mempersulit). Imam an-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim dan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menegaskan bahwa agama ini dibangun di atas prinsip kemudahan, bukan kesulitan yang dibuat-buat.

Doa Allahumma yassir wala tu’assir menjadi bagian dari tawakal sekaligus motivasi untuk terus berikhtiar. Berikut ini adalah ulasan lengkap doa Allahumma yassir wala tu’assir, teks lengkap serta keutamaannya.

Teks Lengkap Allahumma Yassir Wala Tu’assir

Versi Pendek

Arab: اَللَّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّرْ

Latin: Allaahumma yassir wa laa tu‘assir.

Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah dan janganlah Engkau persulit.”

Versi Lengkap dengan Tambahan Kebaikan

Arab: اللَّهُمَّ يَسِّرْ وَلَا تُعَسِّرْ، رَبِّ تَمِّمْ بِالْخَيْرِ

Latin: Allaahumma yassir wa laa tu‘assir, Rabbi tammim bil khair.

Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah dan jangan Engkau persulit. Ya Tuhanku, sempurnakanlah dengan kebaikan.”

Versi Hadis yang Menjadi Akar Makna

Arab: اَللّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّر, بَشِّرُوْ وَلَا تُنَفِّرُو

Latin: Yassiruu wa laa tu‘assiruu, basyiruu wa laa tunaffiruu.

Artinya: “Permudahlah dan jangan dipersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.”

Redaksi Allahumma yassir wa la tu’assir yang populer bukanlah ayat Al-Qur’an dan bukan redaksi lengkap hadis, tetapi maknanya bersumber dari hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim. Dalam hadis tersebut, Nabi mengutus para sahabat untuk berdakwah dengan pesan: yassiruu wa laa tu‘assiruu, basyiruu wa laa tunaffiruu.

Doa dengan lafaz Allahumma yassir walaa tu’assir boleh diamalkan karena tidak ada yang dipermasalahkan di dalamnya. Kemudahan dan kesulitan semuanya terjadi berdasarkan takdir Allah, sebagaimana QS An-Nisa’: 78. Ia juga menganjurkan doa ma’tsur yang lebih utama, yaitu Allahumma laa sahlaa illaa maa ja’altahu sahlaa.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perintah yassiruu dan larangan tu‘assiruu menunjukkan bahwa Islam menghendaki kemudahan dalam segala keadaan, bukan hanya sekali waktu. Sementara Ibnu Baththal dalam Syarah Sahih al-Bukhari menegaskan bahwa Nabi menyukai takhfif (meringankan) dan yusra (kemudahan) bagi manusia.

Makna Mendalam Allahumma Yassir Wala Tu’assir

Kata Allahumma adalah seruan khusus kepada Allah dalam doa. Yassir berasal dari akar yusr yang berarti kemudahan. Wa laa berarti “dan janganlah”. Tu’assir berasal dari akar ‘usr yang berarti kesulitan.

Doa ini bukan sekadar meminta jalan yang mudah, tetapi memohon agar Allah menghilangkan sebab-sebab yang membuat suatu urusan menjadi berat. Doa ini juga mengandung pengakuan bahwa kemampuan manusia terbatas, sehingga hasil akhir diserahkan kepada Allah.

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang makna laa tu‘assir. Sebagian memahaminya sebagai permohonan agar Allah tidak menjadikan urusan itu sulit, bukan larangan kepada Allah—karena Allah tidak dapat diperintah atau dilarang oleh hamba. Struktur kalimat ini adalah bentuk penghambaan dan permohonan tulus, bukan perintah yang bersifat mutlak.

Keutamaan Doa Allahumma Yassir Wala Tu’assir

1. Menumbuhkan tawakal kepada Allah

Doa ini mengajarkan seorang Muslim untuk menyerahkan hasil setiap urusan kepada Allah SWT. Manusia tetap berkewajiban berusaha, tetapi menyadari bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuasaan-Nya.

2. Menenangkan hati

Kesulitan sering kali menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran. Memohon kemudahan kepada Allah dapat membantu hati menjadi lebih tenang karena seseorang menyadari bahwa setiap persoalan berada dalam pengetahuan dan kehendak-Nya.

3. Menjauhkan diri dari keputusasaan

Doa ini menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan. Kesulitan tidak selalu berakhir dengan kegagalan, sebab Allah memiliki berbagai jalan keluar yang terkadang tidak disangka oleh manusia.

4. Memohon kemudahan dalam setiap urusan

Inti doa ini adalah permohonan agar Allah memberikan kemudahan dan menghilangkan hambatan dalam perkara yang sedang dihadapi. Permohonan tersebut dapat disertai usaha sungguh-sungguh sesuai kemampuan.

5. Menambah keimanan dan optimisme

Membaca doa ini mengingatkan seorang hamba akan kekuasaan Allah sekaligus pentingnya ikhtiar. Keyakinan bahwa Allah mampu memberikan kemudahan dapat menumbuhkan sikap optimistis dalam menghadapi berbagai persoalan.

Waktu Terbaik Membaca Allahumma Yassir Wala Tu’assir

1. Setelah shalat fardhu

Setelah menunaikan shalat, seorang Muslim dapat memanjatkan doa untuk berbagai kebutuhan, termasuk memohon kemudahan dalam urusan yang sedang dihadapi. Doa dapat dilakukan setelah menyelesaikan zikir dan wirid yang disyariatkan.

2. Sepertiga malam terakhir

Sepertiga malam terakhir merupakan salah satu waktu yang utama untuk berdoa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada waktu tersebut Allah memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memohon dan meminta kepada-Nya. Karena itu, waktu menjelang Subuh dapat dimanfaatkan untuk memohon kemudahan sekaligus memanjatkan berbagai kebutuhan.

3. Antara azan dan iqamah

Waktu antara azan dan iqamah termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa. Seorang Muslim dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk memohon kelancaran dan kemudahan dalam urusan dunia maupun akhirat.

4. Saat menghadapi kesulitan atau sebelum aktivitas penting

Doa ini dapat dibaca ketika seseorang akan menghadapi ujian, wawancara kerja, pekerjaan penting, perjalanan, atau mengambil keputusan. Namun, doa hendaknya tetap disertai persiapan dan ikhtiar agar permohonan kepada Allah berjalan bersama usaha nyata.

5. Saat hati gelisah atau beban terasa berat

Ketika menghadapi tekanan hidup, seseorang dapat berdoa memohon pertolongan dan kemudahan kepada Allah. Mengingat kebesaran Allah dan menyerahkan hasil kepada-Nya dapat menjadi penguat hati agar tidak larut dalam kecemasan.

 

Pertanyaan Seputar arti Allahumma yassir wala tu’assir

1. Apa arti Allahumma yassir wala tu’assir?

“Ya Allah, mudahkanlah dan janganlah Engkau persulit.”

2. Apakah doa ini berasal dari Al-Qur’an atau hadis?

Redaksi lengkapnya bukan ayat Al-Qur’an dan bukan redaksi hadis secara utuh. Namun, maknanya bersumber dari hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim tentang perintah mempermudah dan larangan mempersulit.

3. Kapan sebaiknya membaca Allahumma yassir wala tu’assir?

Setelah shalat fardhu, sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, serta saat menghadapi kesulitan atau sebelum aktivitas penting.

4. Apakah boleh menambahkan “wa tammim bil khair”?

Boleh. Tambahan wa tammim bil khair adalah doa yang baik, tetapi perlu dibedakan dengan redaksi hadis yang menjadi asal ungkapan yassiruu wa laa tu‘assiruu.

5. Apa keutamaan utama doa ini?

Menumbuhkan tawakal, menenangkan hati, menjauhkan keputusasaan, memohon kemudahan dalam segala urusan, dan menambah keimanan.