Liputan6.com, Jakarta - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko bencana cukup beragam, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga kekeringan. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan keluarga menjadi hal yang penting, termasuk membangun ikhtiar spiritual melalui doa.
Dalam Islam, doa menjadi bentuk penghambaan sekaligus permohonan seorang Muslim kepada Allah SWT. Ketika menghadapi ancaman musibah, seorang Muslim dianjurkan memohon keselamatan, perlindungan dan kebaikan kepada Allah, sembari tetap melakukan ikhtiar nyata.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam pembahasan doa bagi orang yang tertimpa musibah menekankan pentingnya kembali kepada Allah ketika menghadapi kesulitan dan ujian. Salah satu doa yang relevan adalah permohonan perlindungan dari beratnya musibah, buruknya ketetapan dan berbagai keadaan yang tidak diinginkan.
Advertisement
Selain itu, Al-Qur’an mengajarkan doa agar keluarga menjadi penyejuk hati dan berada dalam kebaikan, sebagaimana terdapat dalam QS Al-Furqan ayat 74. Karena itu, bacaan doa memohon perlindungan keluarga dari bencana alam penting diamalkan tiap keluarga muslim. Merangkum berbagai sumber, berikut ini ulasan lengkapnya.
Doa-Doa Memohon Perlindungan Keluarga dari Bencana Alam
1. Doa Sapu Jagat
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allaahumma Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Doa ini bersumber dari Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr; HR Bukhari (6389) dan Muslim (2690). Buku ini menjelaskan bahwa doa ini paling sering diucapkan Nabi dan mencakup kebaikan dunia-akhirat, termasuk keselamatan keluarga dari bencana.
2. Doa Berlindung dari Bencana Berat dan Kegembiraan Musuh
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min jahdil balaa’, wa darakisy syaqaa’, wa suu’il qadhaa’, wa syamaatatil a‘daa’.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang sangat berat, kesengsaraan, ketetapan yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku.”
Doa ini bersumber dari Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik; HR Bukhari (6347) dan Muslim. Doa ini sangat relevan dibaca saat ancaman bencana meningkat agar keluarga dilindungi dari dampak terberat.
3. Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْمُعَافَاةَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Latin: Allaahumma innii as-alukal mu‘aafata wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhirah.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan dan kesehatan di dunia dan akhirat.”
Doa ini bersumber dari Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, yang menyebutnya sebagai doa permohonan al-‘afiyah; juga diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Majah. Doa ini mencakup perlindungan keluarga dari bahaya lahir dan batin.
4. Doa Berlindung dari Hilangnya Nikmat dan Keselamatan
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min zawaali ni‘matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wa fujaa’ati niqmatik, wa jamii‘i sakhathik.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan dari-Mu, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan seluruh murka-Mu.”
Doa ini bersumber dari Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik; HR Muslim. Buku ini menjelaskan bahwa doa ini menjaga nikmat keselamatan keluarga agar tidak berubah menjadi bencana.
5. Doa Ketika Angin Kencang
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا
Latin: Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa a‘uudzu bika min syarrihaa.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”
Doa ini bersumber dari Ebook Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah; HR Muslim. Doa ini dibaca saat angin kencang, cuaca ekstrem, atau potensi badai.
6. Doa Ketika Hujan Turun
Arab: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Latin: Allaahumma shayyiban naafi‘aa.
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”
Doa ini bersumber dari Ebook Koleksi Doa dan Zikir; HR Bukhari. Doa ini memohon agar hujan menjadi rahmat, bukan penyebab banjir atau bencana.
7. Doa Berhenti atau Menginap di Suatu Tempat
Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin: A‘uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq.
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.”
Doa ini bersumber dari Ebook Koleksi Doa dan Zikir dan Buku Dzikir Pagi dan Petang, Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani; HR Muslim. Doa ini dibaca saat menginap di tempat baru, pengungsian, atau lokasi rawan bencana.
8. Doa Perlindungan Anak dan Keluarga
Arab: أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: U‘iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammah.
Artinya: “Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap pandangan mata yang menimpakan penyakit.”
Doa ini bersumber dari Ebook Koleksi Doa dan Zikir; HR Bukhari. Untuk keluarga, lafaz dapat diubah menjadi U‘iidzukum atau dibaca untuk masing-masing anggota keluarga.
9. Doa Saat Ditimpa Musibah
Arab: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Latin: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji‘uun, Allaahumma’jurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa.
Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibahku dan gantikanlah dengan yang lebih baik darinya.”
Doa ini bersumber dari Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah dan Ebook Koleksi Doa dan Zikir; HR Muslim. Buku ini menjelaskan bahwa kalimat istirja’ menenangkan hati dan mendatangkan pahala saat musibah.
10. Doa Kesusahan dan Kesempitan
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Latin: Laa ilaaha illallaahul ‘Azhimul Haliim, laa ilaaha illallaahu Rabbul ‘Arsyil ‘Azhim, laa ilaaha illallaahu Rabbus samaawaati wa Rabbul ardhi wa Rabbul ‘Arsyil Kariim.
Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Pemilik Arasy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Pemilik langit, bumi, dan Arasy yang mulia.”
Doa ini bersumber dari Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah dan Buku Dzikir Pagi dan Petang; HR Bukhari dan Muslim. Doa ini dibaca saat panik, cemas, atau menghadapi ancaman bencana.
11. Doa Cukuplah Allah sebagai Pelindung
Arab: حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Latin: Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘Arsyil ‘Azhim.
Artinya: “Cukuplah Allah bagiku; tiada tuhan selain Dia; kepada-Nya aku bertawakal; Dialah Tuhan Arasy yang agung.”
Doa ini bersumber dari Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Ebook Koleksi Doa dan Zikir; HR Abu Dawud dan Ibnu Sunni. Dibaca tujuh kali pada pagi dan petang sebagai perlindungan dari segala keburukan.
Waktu Terbaik Membaca Doa Memohon Perlindungan Keluarga dari Bencana Alam
1. Pagi dan petang
Waktu pagi dan petang merupakan waktu utama untuk memperbanyak dzikir perlindungan. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani menghimpun berbagai dzikir pagi dan petang yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah.
Keluarga dapat membiasakan membaca doa perlindungan setelah Subuh dan pada waktu petang, terutama sebelum memasuki malam. Kebiasaan ini membuat doa perlindungan menjadi bagian dari rutinitas keluarga.
2. Setelah shalat fardhu
Doa perlindungan dapat diamalkan setelah shalat wajib. Setelah menyelesaikan dzikir dan doa setelah shalat, seseorang dapat memohon keselamatan bagi dirinya, pasangan, anak-anak dan anggota keluarga lainnya.
Momen setelah shalat juga dapat menjadi waktu untuk mengingat bahwa keselamatan dan ketenteraman keluarga merupakan nikmat yang patut disyukuri.
3. Saat keluarga berada di tempat yang rawan
Doa perlindungan dapat dibaca ketika seseorang memasuki atau tinggal di suatu tempat. Hal ini memiliki landasan dari hadis tentang membaca A'udzu bikalimatillahit-tammati min syarri ma khalaq ketika singgah di suatu tempat.
Jika keluarga tinggal di wilayah yang sedang menghadapi potensi banjir, tanah longsor, gempa atau cuaca ekstrem, doa dapat diperbanyak sambil tetap mengikuti informasi resmi dan arahan evakuasi dari pihak berwenang.
4. Sebelum bepergian bersama keluarga
Sebelum melakukan perjalanan, orang tua dapat mengajak anggota keluarga berdoa dan memohon keselamatan. Doa perlindungan dapat menjadi bagian dari persiapan spiritual sebelum meninggalkan rumah.
Selain doa, keluarga juga perlu memastikan kendaraan, rute perjalanan, kondisi cuaca dan informasi kebencanaan dalam keadaan baik.
5. Ketika muncul ancaman bencana
Ketika terjadi hujan ekstrem, gempa, banjir atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir. Namun, doa harus berjalan bersama tindakan penyelamatan.
Jika pemerintah daerah atau petugas kebencanaan meminta masyarakat melakukan evakuasi, keselamatan harus menjadi prioritas. Tawakal bukan berarti mengabaikan sebab-sebab keselamatan yang tersedia.
Hikmah Istiqamah Membaca Doa Perlindungan Keluarga
Doa merupakan bagian dari ikhtiar spiritual, tetapi bukan pengganti mitigasi bencana. BNPB secara konsisten mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, termasuk dengan memperhatikan informasi cuaca, jalur evakuasi dan kondisi wilayah masing-masing.
1. Menumbuhkan ketergantungan kepada Allah
Istiqamah membaca doa mengingatkan keluarga bahwa manusia memiliki keterbatasan. Sebesar apa pun kemampuan manusia dalam mempersiapkan diri, keselamatan tetap berada dalam kehendak Allah SWT.
2. Membentuk ketenangan dalam menghadapi ancaman
Doa dapat membantu seseorang menghadapi rasa takut dengan lebih tenang. Ketika ancaman bencana muncul, keyakinan kepada Allah dapat menjadi sumber kekuatan batin agar tidak mudah panik.
3. Menguatkan kebiasaan ibadah dalam keluarga
Doa yang dilakukan bersama dapat menjadi pendidikan agama bagi anak-anak. Mereka belajar bahwa ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim tidak hanya mengandalkan kemampuan diri, tetapi juga berdoa dan memohon pertolongan Allah.
4. Mengajarkan keseimbangan antara doa dan ikhtiar
Membaca doa perlindungan seharusnya tidak membuat seseorang mengabaikan kesiapsiagaan. Sebaliknya, doa dapat berjalan berdampingan dengan tindakan nyata seperti menyiapkan tas siaga bencana, mengetahui jalur evakuasi, menyimpan nomor darurat dan mengikuti informasi resmi kebencanaan.
5. Menumbuhkan rasa syukur atas keselamatan
Ketika keluarga terbiasa berdoa memohon perlindungan, keselamatan yang diberikan Allah akan lebih mudah disadari sebagai nikmat. Doa tidak hanya dibaca ketika bencana datang, tetapi juga ketika keadaan aman sebagai bentuk rasa syukur.
6. Mempererat hubungan antaranggota keluarga
Doa bersama dapat menciptakan ruang spiritual di dalam keluarga. Orang tua dan anak dapat saling mengingatkan untuk berdoa, berdzikir dan tetap tenang ketika menghadapi keadaan sulit.
Pertanyaan Seputar Memohon Perlindungan dari Bencana
1. Apa doa untuk memohon perlindungan keluarga dari bencana?
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah Allahumma inni a'udzu bika min jahdil-bala'i, wa darakisy-syaqa'i, wa su'il-qadha'i, wa syamatatil-a'da'i, yang berarti memohon perlindungan dari beratnya musibah, kesengsaraan dan buruknya ketetapan.
2. Apa doa agar rumah dan keluarga dilindungi Allah?
Salah satu bacaan yang dapat diamalkan adalah A'udzu bikalimatillahit-tammati min syarri ma khalaq, serta doa Al-Qur’an Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin.
3. Kapan waktu membaca doa perlindungan dari bencana?
Doa dapat dibaca kapan saja, terutama pada pagi dan petang, setelah shalat, ketika memasuki tempat tertentu, sebelum bepergian, serta ketika menghadapi keadaan yang berpotensi membahayakan.
4. Apakah ada doa khusus dari Rasulullah untuk bencana alam?
Tidak ada satu doa yang secara khusus disebut sebagai "doa bencana alam". Namun, Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa untuk berlindung dari musibah, keburukan dan bahaya yang dapat diamalkan dalam konteks tersebut.
5. Apakah membaca doa saja cukup untuk menghadapi bencana?
Tidak. Doa harus disertai ikhtiar dan kesiapsiagaan. Keluarga tetap perlu mengikuti informasi resmi, memahami risiko wilayah, menyiapkan kebutuhan darurat dan melakukan evakuasi apabila diperintahkan petugas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751478/original/019919400_1708694702-Gus_Iqdammmm.ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378214/original/055597900_1792492609-Screenshot_2026-10-20_171752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378476/original/027460700_1792535944-bakar_daun_probolinggo.jpg.2000x1333_q85_crop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378360/original/046933800_1792501404-hutan-lindung-gunung-lawu-di-jogorogo-ngawi-rawan-terbakar--thumbnail-608.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378439/original/010350800_1792516186-IMG-20261020-WA0127.jpg)