Liputan6.com, Jakarta - Kumpulan doa perlindungan diri dari keburukan manusia dapat menjadi bagian dari ikhtiar dalam menghadapi berbagai kemungkinan buruk dalam kehidupan. Islam mengajarkan agar waspada dalam berinteraksi dengan orang lain, tetapi pada saat yang sama tidak menggantungkan keselamatan hanya pada kemampuan diri sendiri. Pelindung sejati adalah Allah SWT.
Doa dalam konteks ini bukan sekadar rangkaian kalimat yang dibaca ketika seseorang merasa takut atau terancam. Doa merupakan bentuk ibadah dan pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sementara Allah SWT memiliki kuasa atas segala sesuatu.
Sejumlah buku rujukan doa dan zikir memberikan tuntunan mengenai permohonan perlindungan dari berbagai bentuk keburukan. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr memuat sejumlah doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, termasuk permohonan agar seorang Muslim tidak berada dalam keadaan lemah di hadapan musuh serta memohon perlindungan dari akhlak yang buruk.
Advertisement
Sementara, Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah membahas sejumlah bacaan perlindungan yang berkaitan dengan gangguan seperti sihir, 'ain, dan kedengkian. Pembahasannya juga mengaitkan persoalan tersebut dengan penjelasan ulama, termasuk Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
Merangkum ebook Kumpulan Doa Doa Sehari-hari, Dzikir Pagi dan Petang dan sumber lainnya, berikut ini adalah doa perlindungan diri dari keburukan teks Arab, Latin, Arti dan hikmahnya.
Doa-Doa Perlindungan dari Keburukan Manusia
1. Doa Jibril untuk Perlindungan dari Setiap Jiwa dan Mata Hasad
بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدَةٍ، اللَّهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ
Latin: Bismillāhi arqīka min kulli syai’in yu’dzīka, min syarri kulli nafsin aw ‘aini ḥāsidah, Allāhu yasyfīka, bismillāhi arqīka.
Artinya: “Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari keburukan setiap jiwa atau pandangan mata yang dengki. Allah yang menyembuhkanmu; dengan nama Allah aku meruqyahmu.”
Al-Badr dalam Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menjelaskan doa ini mencakup perlindungan dari setiap hembusan sihir dan pandangan mata orang dengki.
2. Doa Hasbiyallahu
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Latin: Ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘Arsyil ‘Aẓīm.
Artinya: “Cukuplah Allah bagiku; tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Kepada-Nya aku bertawakal, dan Dialah Tuhan ‘Arsy yang agung.”
HR Abu Dawud dan Ibnu Sunni. Al-Qahthani dalam Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Shalat Fardhu menyebutnya dibaca tujuh kali pada pagi dan petang; Salehuddin dalam Koleksi Doa & Zikir menjelaskan maknanya sebagai kecukupan dari segala kebutuhan.
3. Doa Bismillahilladzi La Yadhurru
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihi syai’un fil arḍi wa lā fis samā’i wa huwas Samī‘ul ‘Alīm.
Artinya: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit; Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Al-Qahthani dan Salehuddin menyebutnya dibaca tiga kali pada pagi dan petang; penjelasan dalam buku menyatakan ia menjaga dari marabahaya.
4. Doa Berlindung dengan Kalimat Allah yang Sempurna
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin: A‘ūdzu bikalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk yang Dia ciptakan.”
HR Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Al-Qahthani menjelaskan bacaan ini tiga kali pada petang; Salehuddin menyebutnya melindungi dari kejahatan makhluk, termasuk manusia.
5. Doa Perlindungan dari Diri Sendiri, Setan, dan Menzalimi Muslim
اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أُجَرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Latin: Allāhumma ‘ālimal ghaibi wasy syahādah, fāṭiras samāwāti wal arḍ, Rabba kulli syai’in wa malīkah, asyhadu an lā ilāha illā Anta, a‘ūdzu bika min syarri nafsī, wa min syarrisy syaiṭāni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alā nafsī sū’an aw ujarrahu ilā muslim.
Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan Pemiliknya. Aku bersaksi tiada tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, dari keburukan setan dan sekutunya, serta dari berbuat buruk terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim.”
Dalil dan penjelasan: Al-Qahthani dalam Dzikir Pagi & Petang mencantumkannya sebagai zikir pagi dan petang; maknanya mencakup perlindungan dari menzalimi manusia lain.
6. Doa Berlindung dari Bencana Berat dan Kesenangan Musuh
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu bika min jahdil balā’, wa darakisy syaqā’, wa sū’il qaḍā’, wa syamātatil a‘dā’.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang berat, kesengsaraan, ketetapan yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibahku.”
Dalil: HR Bukhari dan Muslim. Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan doa ini mencakup perlindungan dari musuh yang bergembira atas musibah yang menimpa diri.
7. Doa Memohon Pertolongan Menghadapi Orang yang Menzhalimi
رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ، وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ، وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرِ الْهُدَى لِي، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ
Latin: Rabbi a‘innī wa lā tu‘in ‘alayya, wanṣurnī wa lā tanṣur ‘alayya, wamkur lī wa lā tamkur ‘alayya, wahdinī wa yassiril hudā lī, wanṣurnī ‘alā man baghā ‘alayya.
Artinya: “Wahai Tuhanku, bantulah aku dan jangan bantu musuh untuk mengalahkanku; tolonglah aku dan jangan tolong mereka untuk menaklukkanku; tunjukkan strategi untukku dan jangan tunjukkan strategi mereka untuk mengalahkanku; berilah petunjuk dan mudahkanlah hidayah untukku; dan tolonglah aku menghadapi orang yang menzhalimiku.”
Dalil: HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi; dinyatakan sahih oleh al-Albani. Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan doa ini memuat permohonan pertolongan dan perlindungan dari orang yang melampaui batas.
8. Doa Berlindung dari Kesedihan, Utang, dan Paksaan Orang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal hammi wal ḥazan, wal ‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa ḍala‘id daini wa ghalabatir rijāl.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat penakut, dari beban utang, dan dari paksaan orang.”
HR Bukhari. Salehuddin dalam Koleksi Doa & Zikir dan Kemenag dalam Kumpulan Doa Sehari-hari mencantumkan doa ini; “ghalabatir rijal” dipahami sebagai tekanan atau paksaan manusia.
9. Doa Membersihkan Hati dari Kedengkian
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Latin: Rabbanāghfir lanā wa li ikhwāninalladzīna sabaqūnā bil īmān, wa lā taj‘al fī qulūbinā ghillan lilladzīna āmanū, rabbanā innaka ra’ūfur raḥīm.
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam iman, dan jangan biarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
QS Al-Hasyr: 10. Kemenag dalam Kumpulan Doa Sehari-hari mencantumkannya sebagai doa selamat dari kedengkian; maknanya membersihkan hati dari kebencian kepada sesama mukmin.
10. Doa Perlindungan dari Kaum yang Zalim
رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا
Latin: Rabbanā akhrijnā min hādzihil qaryatiẓ ẓālimi ahluhā, waj‘al lanā min ladunka waliyyan waj‘al lanā min ladunka naṣīrā.
Artinya: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya zalim ini, berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.”
Dalil: QS An-Nisa’: 75. Kemenag mencantumkannya sebagai doa perlindungan dari orang-orang zalim.
Waktu Terbaik Berdoa Perlindungan
1. Pagi dan Petang
Al-Qahthani dalam Dzikir Pagi & Petang menetapkan waktu pagi antara Subuh hingga terbit matahari, dan petang antara Ashar hingga terbenam matahari. Di waktu ini dibaca Hasbiyallahu, Bismillahilladzi, dan A‘udzu bikalimatillah.
2. Setelah Shalat Fardhu
Al-Qahthani menyusun zikir setelah shalat fardhu, termasuk Mu’awwidzaat dan Ayat Kursi, sebagai rutinitas perlindungan harian.
3. Saat Menghadapi Musuh atau Kezaliman
Kemenag dalam Kumpulan Doa Sehari-hari menyebut waktu menghadapi musuh di medan perang dan doa-doa perlindungan dari orang zalim; Al-Badr juga memuat doa khusus saat bencana dan permusuhan.
4. Saat Ditimpa Musibah
Al-Badr dalam Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menjelaskan doa Istirja’ dan doa Dzun Nun sebagai obat saat kesulitan.
5. Waktu-Waktu Mustajab Umum
Kemenag menyebut antara azan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, hari Jumat, antara Dzuhur–Ashar dan Ashar–Maghrib, saat turun hujan, saat tawaf, dan ketika berdoa diulang tiga kali. Salehuddin menambahkan adab: ikhlas, memuji Allah, bershalawat, menghadap kiblat, mengangkat tangan, yakin, hadir hati, dan tidak tergesa.
Hikmah Doa Perlindungan dari Keburukan Manusia
1. Menenangkan hati dan menghilangkan rasa takut
Doa mengalihkan ketakutan dari makhluk kepada Allah; Al-Badr menegaskan tauhid adalah benteng paling agung.
2. Memperkuat tauhid dan tawakkal
Hasbiyallahu dan doa-doa sejenis menanamkan kesadaran bahwa Allah Maha Cukup dan Maha Melindungi.
3. Menangkal hasad, ‘ain, dan sihir
Ibnu Qayyim dalam Badai’ul Fawaid—dikutip Al-Badr—menjelaskan sepuluh sebab menolak kejahatan pendengki, antara lain isti’adzah, takwa, sabar, tawakkal, ikhlas, taubat, sedekah, berbuat baik, dan tauhid.
4. Mendorong taubat dan introspeksi
Doa “dari keburukan diriku” menyadarkan bahwa musibah bisa lahir dari dosa; karena itu doa disertai taubat.
5. Menumbuhkan akhlak sosial
Doa agar hati bersih dari ghill dan tidak menzalimi Muslim mendorong sikap memaafkan, sabar, dan tidak membalas keburukan.
6. Menjaga keselamatan dunia dan akhirat
Perlindungan tidak berhenti pada fisik, tetapi mencakup agama, keluarga, harta, dan kesudahan hidup yang baik.
Pertanyaan Seputar Doa Perlindungan
1. Apa doa perlindungan dari orang jahat yang diajarkan Nabi?
Antara lain Hasbiyallahu la ilaha illa huwa…, Rabbi a‘inni wa la tu‘in ‘alayya…, dan Rabbanā akhrijnā min hādzihil qaryatiẓ ẓālimi ahluhā….
2. Kapan doa perlindungan sebaiknya dibaca?
Pagi dan petang, setelah shalat fardhu, saat menghadapi kezaliman atau musuh, dan saat ditimpa musibah; perbanyak juga di waktu mustajab.
3. Apakah doa perlindungan cukup dibaca sekali?
Sebagian doa diajarkan dibaca tiga kali, tujuh kali, atau seratus kali sesuai riwayat. Yang penting mengikuti tuntunan, memahami makna, dan tidak tergesa.
4. Bolehkah mendoakan keluarga agar terlindung dari keburukan manusia?
Boleh. Contohnya doa perlindungan untuk anak: A‘īdzuka bikalimātillāhit tāmmāti min kulli syaiṭānin wa hāmmatin wa min kulli ‘ainin lāmmah.
5. Apa kunci agar doa perlindungan mustajab?
Ikhlas, yakin, hadir hati, halal dalam makanan dan harta, taubat dari dosa, tidak memutus silaturahmi, serta tidak berdoa untuk dosa atau kezaliman.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377540/original/018677800_1792468167-IMG-20261020-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377524/original/035752100_1792467870-1001777304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377491/original/031767600_1792466259-1001777091.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377441/original/095138400_1792463627-1001776988.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489087/original/010300600_1769820944-Doa_Membaca_Yasin_Nisfu_Syaban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377406/original/017146200_1792461442-8pcqjdel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371683/original/036917800_1791799623-verdonk_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377371/original/026384500_1792458698-058840400_1792451221-Screenshot_2026-10-20-04-14-08-376_com.whatsapp.jpg)